Di Kabupaten Pangandaran, juga akan dibangun Rumah Susun Pondok Pesantren Nurul Bayan Kecamatan Cimerak, untuk mendukung pendidikan para santri.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) (kiri) bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (kedua kiri) meninjau pembangunan rumah khusus nelayan di Desa Prapat, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (24/4/2018). (Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)
Pemerintah membangun 204 unit rumah bagi para nelayan di Kabupaten Pangandaran. Selain membangun rumah, Kementerian PUPR juga menggulirkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah. Tahun 2016 diperbaiki sebanyak 406 unit, 2017 sebanyak 309 unit dan 2018 dianggarakan BSPS sebanyak 409 unit. (Setpres RI)
Kementerian PUPR pada tahun 2015-2017 telah membangun sebanyak 154 unit rumah khusus nelayan tipe 36. Rumah nelayan yang dibangun berada di Desa Mesawah sebanyak 104 unit dan 50 unit di Desa Pangandaran. Tahun 2018 akan dibangun lagi 50 unit rumah khusus di Desa Pangandaran. (Setpres RI)
Pemerintah melalui Kementerian PUPR terus meningkatkan ketersediaan rumah khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui pembangunan rumah khusus dari Program Sejuta Rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo untuk mengurangi backlog perumahan sebesar 11,4 juta unit pada tahun 2015. (Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)
Rumah khusus dibangun dengan biaya Rp 90 juta hingga Rp 120 juta per unit atau disesuaikan dengan Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) di daerah. Rumah khusus yang dibangun di tanah milik pemerintah daerah tersebut bukan untuk diperjualbelikan, melainkan hanya hak pakai saja. (Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)
Secara nasional, capaian tiga tahun (2015-2017) pembangunan rumah khusus yakni tahun 2015 sebanyak 6.713 unit, tahun 2016 sebanyak 6.048 dan tahun 2017 sebanyak 5.083 unit dengan anggaran Rp 994,6 miliar sehingga total dibangun sebanyak 17.844 unit. (Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)
Untuk tahun 2018, Kementerian PUPR akan menambah ketersediaan rumah khusus sebanyak 4.550 unit dengan anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 719,6 miliar. Sebaran lokasi pembangunannya sebagian besar yakni 63,4 persen dibangun di kawasan timur Indonesia. (Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)