MRT Jakarta ditargetkan akan beroperasi pada Maret 2019 mendatang.
Truk pembawa rangkaian kereta Mass Rapid Transit atau MRT Jakarta melaju menuju depo Lebak Bulus dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (8/4/2018) dini hari. (Ist/www.jakartamrt.co.id)
Sekitar pukul 10.40 WIB kereta Tc2 bernomor K1 1 18 06 berhasil diletakkan di atas rolling stock dan railway systems depo Lebak bulus, Minggu (8/4/2018). (Ist/ www.jakartamrt.co.id)
Sebelumnya, dua belas kereta telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Selasa (4/4) kemarin. Kedua belas kereta ini adalah rangkaian pertama dan kedua dari enam belas rangkaian untuk fase 1. (Ist/ www.jakartamrt.co.id)
Tiba di area Depo Lebak Bulus, ketiga kereta ini kemudian diletakkan di atas rel lalu ditarik masuk ke dalam area inspection shed. Proses serupa akan diterapkan bagi kereta-kereta yang akan datang berikutnya. (twitter @mrtjakarta)
Enam belas set rangkaian kereta MRT Jakarta adalah kereta baru yang dibuat di pabrik Nippon Sharyo, Jepang. Pembuatan kereta telah dimulai pada awal 2017. (twitter @mrtjakarta)
Di fase 1 ini, MRT Jakarta akan menyiapkan enam belas rangkaian (terdiri dari 96 kereta) yang akan beroperasi melayani penumpang sejak pukul 05.00 WIB hingga 24.00 WIB. (twitter @mrtjakarta)
Kereta yang menggunakan sistem persinyalan Communication-based Train Control (CBTC) dan sistem operasi otomatis (Automatic Train Operation) level 2 (Grade of Automation 2) yang dikendalikan dari Operation Control Center (OCC) diharpkan akan beroperasi pada Maret 2019 nanti.  (twitter @mrtjakarta)