Stephen Hawking meninggal dunia di usia 76 tahun hari Rabu (14/3/2018).
Mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela (kanan) bertemu dengan profesor fisika teoritis Stephen Hawking di kantor Yayasan Mandela di Johannesburg, (5/5/2008). Stephen Hawking adalah ilmuwan modern yang mendedikasikan hidupnya untuk mengungkap rahasia alam semesta. (Pool / via REUTERS / File photo)
Ratu Inggris Elizabeth (kiri) bertemu dengan Stephen Hawking saat acara amal untuk Leonard Cheshire Disability di Istana St. James, London (29/5/2014). Di balik tubuhnya yang semakin tidak berdaya, tersimpan pemikiran tajam tentang kekagumannya pada alam semesta. (Jonathan Brady / Pool via REUTERS / File photo)
Pendiri Microsoft Bill Gates (kiri) didampingi oleh Wakil Rektor Universitas Profesor Alec Broers, bertemu dengan Profesor Stephen Hawking dalam sebuah kunjungan ke Universitas Cambridge (7/10/1997). Ia menghabiskan sebagian besar hidupnya di atas kursi roda. (REUTERS / Stringer / File photo)
Hawking bersama CEO ZERO-G Peter Diamandis (kanan) setelah melakukan penerbangan di Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida, (26/4/2007). Hawking hanya mampu berkomunikasi lewat komputer speech synthesizer yang dipasang di tubuhnya. (REUTERS / Charles W Luzier / File foto)
Paus Benediktus XVI menyambut profesor Inggris Hawking dalam sebuah pertemuan akademisi sains di Vatikan (31/10/2008). Pada tahun 1974 saat berusia 32 tahun, Hawking menjadi salah satu anggota termuda di lembaga penelitian paling bergengsi di Inggris, Royal Society. (REUTERS/Osservatore Romano/File Photo)
Presiden Barack Obama memberikan Medali Kebebasan kepada ilmuwan Stephen Hawking saat upacara Gedung Putih, Washington, (12/8/2009). Hawking terbang menggunakan penerbangan tanpa beban di Amerika Serikat sebagai percobaan pendahuluan dari penerbangan luar angkasa sub-orbit. (REUTERS / Jason Reed / File foto)