Harga Minyak Indonesia Sentuh US$ 65,59 per Barel

News - Gustidha Budiartie, CNBC Indonesia
04 February 2018 08:35
Rata-rata harga minyak Indonesia per Januari 2018 mencapai US$ 65,59 per barel
  • Harga minyak Indonesia atau ICP hampir menyamai harga WTI yang mencapai US$ 65,8 per barel, dan Brent yang sudah di angka US$ 69 per barel. Rata-rata ICP ini naik 36% dibanding asumsi makro 2018 yang menetapkan di US$ 48 per barel
  • Rata-rata produksi minyak masih di bawah target APBN

Jakarta, CNBC Indonesia- Rata-rata harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) sentuh angka US$ 65, 59 per barel. Angka ini naik 36% di atas asumi makro yang mematok ICP sebatas US$ 48 per barel.

Dikutip dari rilis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, harga tersebut adalah rata-rata selama Januari 2018. Kenaikan ICP ini juga sudah terjadi sejak tahun lalu, di mana rata-rata harga minyak sepanjang Januari hingga Desember 2017 mencapai angka US$ 51,19 per barel.

Harga ICP ini hampir menyamai harga minyak WTI yang per 1 Februari 2018 ada di angka US$ 65,8 per barel. Sementara untuk harga minyak Brent sudah mencapai US$ 69 per barel. Faktor utama kenaikan harga minyak ini dikarenakan adanya pemangkasan produksi dari negara-negara produsen minyak besar (OPEC).


Dari sisi produksi, per tanggal 2 Februari 2018 rata-rata produksi hanya sebanyak 780.614 barel per hari, secara bulanan rata-rata produksi juga masih di bawah target APBN 2018 yakni hanya 775 ribu barel per hari. Untuk diketahui, di 2018 ini pemerintah menargetkan rata-rata produksi mencapai 800 ribu barel per hari.

Kabar baik datang dari sisi produksi gas yang rata-rata produksi bulanannya sudah di atas target. Dari target 6.720 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) rata-rata produksi bulanan sudah mencapai 8.058 MMSCFD.
Artikel Selanjutnya

Digempur Corona, ICP Maret Anjlok 39% ke US$ 34,23


(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading