Banyak Investor Lirik Saham AS, Valbury Ingatkan Hal Ini!

Teti Purwanti,  CNBC Indonesia
06 October 2026 18:32
Valbury
Foto: Dok: Valbury

Jakarta, CNBC Indonesia - Research Analyst & Educator Valbury Asia Future, Miftah Farid mengakui bahwa banyak investor Indonesia yang tergiur pada saham-saham Amerika Serikat (AS). Melihat hal tersebut, ia pun mengingatkan agar investor tidak FOMO meski saham yang direkomendasikan analis menyebut sangat baik.

"Ada return, namun tetap ada risiko, jadi harus balance. Namun yang jadi rahasianya adalah resiko dari valuasi seperti yang tadi ya, teman-teman, itu bisa dimitigasi dengan investment time horizon yang panjang. Apalagi industri di AS itu bisa naik puluhan hingga ratusan person," ungkap dia dalam Kelas CUAN CNBC Indonesia, dikutip Selasa (6/10/2026).

Untuk membatasi risiko, Miftah pun menyarankan investor untuk tetap melakukan diversifikasi portofolio, termasuk rencana exit. Langkah ini penting agar saat terjadi fluktuasi dan saham turun ada mitigasi.

"Saat ini banyak yang ke Saham AS karena dapat capital gain, dapat dividen, dan juga penguatan kurs, jadi triple. Namun jangan sampai menyesal seperti saya saat awal-awal di Saham AS. Saya beli kebanyakan dan portofolio terancam, pertumbuhan lambat, jadi jangan terlalu banyak, jangan terlalu sedikit, tapi gunakan metode yang tepat," jelas dia.

Selain itu ia mengingatkan untuk memahami sectoral cycle, sehingga bisa mengenal sektor mana yang memiliki peluang, dan mana yang memiliki risiko tinggi di tengah ekonomi saat ini.

"Hanya diri kita sendiri yang bisa membangun atau memberikan profit, apalagi saat ini banyak yang melakukan pom-pom, jadi Do your own research. Sebelum kita betul-betul yakin untuk masuk ke aset tertentu," tegas dia.

Apalagi menurut Miftah Saham AS tidak ada ARA dan juga ARB. Oleh karena itu, investor harus bisa menavigasi risk management, termasuk beragam sentimen yang sangat banyak di Saham AS.

Oleh karena itu, Miftah menyebutkan bahwa ada fasilitas di Valbury yang disebut daily outlook, overview makro, sektoral, sentimen penting, dan dua rekomendasi atau watchlist, dua saham per hari.

Selain itu, Valbury juga menyiapkan weekly untuk laporan yang lebih dalam, dengan enam saham terbaik yang sudah dikurasi dan analisis untuk dijadikan referensi.

"Kami juga ada community di Telegram, siapkan trading plan satu saham per hari. Ada juga trading signal, yang sudah dilakukan matrix analisis dengan win rate baik. Tinggal disesuaikan dengan risk profile investor masing-masing," tegas dia.

Selain itu, Valbury juga menyediakan e-book, program bedah saham hingga dalam untuk pertimbangan dalam berinvestasi. Tidak berhenti di situ, Valbury juga menyiapkan beragam acara baik online ataupun offline.

Menurutnya dengan kantor cabang yang tersebar di beberapa kota bersar, seperti Bali, Surabaya, dan Medan kerap diadakan acara offline. Sedangkan di online, ada live trading untuk menjadi pendamping calon investor sebelum masuk ke pasar saham.

Untuk diketahui, sejak 2026 Valbury memperkuat layanan multi aset di platformnya. Nasabah dapat melakukan diversifikasi portofolio ke berbagai instrumen investasi, seperti forex, komoditas,indeks saham dan juga saham dari bursa Amerika Serikat.

Penambahan instrumen saham AS ini menjadi salah satu fokus Valbury di tahun 2026 dalam perluasan layanan. Investor kini dapat mengambil bagian langsung dari pergerakan pasar saham global dan berinvestasi di perusahaan-perusahaan terkemuka dunia seperti Nvidia, Microsoft, Apple, atau Amazon yang seluruhnya dapat diakses dari aplikasi Valbury.

Valbury berkomitmen untuk terus menjadi mitra terpercaya bagi setiap investor & trader di Indonesia. Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun, regulasi yang ketat, dan teknologi terdepan, Valbury menjamin aktivitas trading yang profesional, transparan, mudah dan aman bagi seluruh nasabah.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Bos MI Bocorkan Racikan Investasi Saham - Reksa Dana Akhir 2026


Most Popular
Features