Video: Kendaraan Listrik "Jajah" RI, Bisnis Leasing Kian Terdongkrak
Jakarta, CNBC Indonesia- Perusahaan multifinance mencatatkan tren pertumbuhan pembiayaan sektor kendaraan listrik hingga 37,84% (yoy) menjadi Rp 25,49 triliun per Juli 2026 selaras dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap electrical vehicle (EV).
Ketua Bidang Hubungan Pemerintahan II Asosiasi Perusahaan Pembiayaan (APPI), Ristiawan Suherman menyebutkan pembiayaan kendaraan listrik dan hybrid masih menjadi penopang realisasi pembiayaan multifinance dengan pertumbuhan 168%.
Tren ini sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir yang didominasi kendaraan listrik asal Tiongkok yang menawarkan inovasi baru serta harga yang mendukung sehingga berpotensi untuk terus bertumbuh di tahun-tahun mendatang. Selain itu factor penguatan ekosistem yang didukung oleh perluasan layanan charging station, pasar mobil bekas yang mulai terbentuk hingga balai lelang.
Di sisi lain pembiayaan kendaraan listrik bekas juga mengalami kenaikan seiring dengan terus bertambahnya penjualan mobil listrik baru. Hal ini juga tercermin pada CIMB Niaga Auto Finance yang mencatatkan kenaikan hamper 2 kali lipat setiap tahun dibanding kendaraan konvensional.
Selain itu APPI juga melihat prospek pertumbuhan pembiayaan produktif untuk modal kerja dan investasi, dimana pembiayaan sektor ini masih didominasi di segmen UMKM Menengah yang terkait dengan proyek prioritas pemerintah seperti program MBG.
Seperti apa perusahaan pembiayaan mencatat lonjakan demand kendaraan listrik? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Presiden Direktur PT CIMB Niaga Auto Finance & Ketua Bidang Hubungan Pemerintahan II Asosiasi Perusahaan Pembiayaan (APPI), Ristiawan Suherman dalam Power Lunch, CNBC (Selasa, 06/10/2026)