Dorong Literasi Keuangan, LPS Beri 3 Pesan Penting Buat Generasi Muda

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Sabtu, 05/09/2026 10:29 WIB
Foto: Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution saat menyampaikan pemaparan dalam Lampung Financial Festival di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution mengungkap bahwa berdasarkan SNLIK 2026 yang baru saja dirilis OJK, LPS, dan BPS, indeks inklusi keuangan Lampung sebesar 90,9%, masih di bawah rata-rata nasional 93,6%. Di sisi lain, literasi keuangan Lampung sudah mencapai 72,3%, atau lebih tinggi dari rata-rata nasional 69,6%. Artinya, akses sudah tinggi, tetapi belum sepenuhnya merata.

"Masyarakat Lampung sudah cukup tahu, tetapi belum sepenuhnya menggunakan. Di sinilah trust menjadi jembatan. Ketika masyarakat paham, merasa aman, dan percaya, mereka akan lebih yakin untuk menggunakan layanan keuangan formal secara berkelanjutan dan lebih optimal," ujarnya dalam Lampung Financial Festival, Novotel Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026).

Melihat hal itu ia pun berpesan kepada generasi muda untuk selalu melakukan tiga kebiasaan sederhana untuk mencapai tujuan financial ke depan.


Pertama, biasakan sisihkan, bukan sisakan. Prioritaskan menabung sejak kita terima uang. Hal ini penting dilakukan agar generasi muda punya bekal kuat dalam mendorong target kebebasan finansial untuk kebutuhan hidup di masa yang akan datang.

"Kedua, biasakan belanja sesuai kebutuhan, bukan sekadar keinginan. Ingat, algoritma dan artificial intelligence di gadget kita terus belajar tentang apa yang kita sukai, lalu menggoda kita untuk membeli. Jangan biarkan teknologi mengendalikan keputusan keuangan kita. Kita yang harus tetap memegang kendali," terangnya.

Sementara pesan ketiga, bangun tabungan yang tidak berwujud seperti karakter, ilmu, dan relasi. Karakter dekat dengan spiritual capital, ilmu adalah human capital, dan relasi yang sehat adalah social capital.

"Ketiganya adalah aset yang nilainya akan terus mengikuti kita sepanjang hidup," pungkasnya.


(dpu/dpu)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bank Indonesia Jaga Stabilitas di Tengah Ketidakpastian Global