6 Cara Keluar dari Utang Berbunga Tinggi Menurut Pakar Keuangan
Daftar Isi
- 1. Hitung Total Utang dan Prioritaskan yang Bunganya Paling Tinggi
- 2. Negosiasikan Cicilan Sebelum Utang Makin Membengkak
- 3. Konsultasikan Kondisi Keuangan dengan Perencana Keuangan atau Konselor Kredit
- 4. Putus Ketergantungan pada Pinjaman Berbunga Tinggi
- 5. Cari Tambahan Penghasilan untuk Mempercepat Pelunasan Utang
- 6. Jual Aset atau Barang yang Sudah Tidak Digunakan
- Tanda-Tanda Utang Sudah Tidak Sehat
- Kesimpulan
Jakarta, CNBC Indonesia - Utang berbunga tinggi menjadi salah satu masalah keuangan yang paling sulit diatasi. Banyak orang merasa pembayaran yang mereka lakukan setiap bulan tidak cukup untuk mengurangi pokok utang secara signifikan karena sebagian besar dana justru habis untuk membayar bunga dan biaya tambahan.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi siklus utang yang berkepanjangan. Seseorang bisa terus membayar cicilan selama bertahun-tahun tanpa melihat penurunan utang yang berarti. Karena itu, memahami cara keluar dari utang berbunga tinggi menjadi langkah penting untuk memulihkan kesehatan finansial.
Sejumlah pakar keuangan membagikan strategi yang dinilai efektif untuk membantu peminjam mengurangi beban utang, memperbaiki arus kas, dan membangun fondasi keuangan yang lebih sehat dalam jangka panjang.
1. Hitung Total Utang dan Prioritaskan yang Bunganya Paling Tinggi
Banyak orang fokus membayar semua cicilan sekaligus tanpa mengetahui utang mana yang paling membebani keuangan mereka.
Langkah pertama adalah mencatat seluruh utang, termasuk jumlah pokok, bunga, dan cicilan bulanan. Setelah itu, prioritaskan pelunasan utang dengan bunga tertinggi terlebih dahulu agar total biaya bunga yang dibayar bisa ditekan.
2. Negosiasikan Cicilan Sebelum Utang Makin Membengkak
Salah satu langkah awal yang bisa dilakukan adalah menghubungi pemberi pinjaman dan menjelaskan kondisi keuangan secara terbuka. Menurut perencana keuangan sekaligus pendiri Silicon Beach Financial, Christopher L. Stroup, MBA, EA, CFP banyak peminjam tidak sadar bahwa pihak kreditur kerap bersedia menawarkan skema pembayaran baru.
Jika Anda mencoba bernegosiasi, ini bisa membuka peluang untuk mendapatkan cicilan yang lebih ringan, bunga yang lebih rendah, atau tenor yang lebih panjang. Meski tidak selalu berhasil, langkah ini dinilai berisiko rendah dan bisa mencegah utang terus membengkak.
3. Konsultasikan Kondisi Keuangan dengan Perencana Keuangan atau Konselor Kredit
Jika utang sudah terasa sulit dikendalikan, bantuan dari konselor kredit atau lembaga bantuan pelunasan utang bisa menjadi pilihan. Ketua Debt.com, Howard Dvorkin, menilai para konselor profesional biasanya sudah berpengalaman menangani kasus utang yang berat.
Penasihat keuangan Andi Wrenn, pendiri Coaching Capability, juga mengatakan bahwa konseling keuangan sering kali membantu menemukan ruang anggaran yang sebelumnya tidak terlihat. Dalam banyak kasus, pengeluaran bisa diatur ulang tanpa harus menghilangkan seluruh aktivitas yang disukai.
Menurut Andri Wrenn, biaya konseling kerap sebanding dengan penghematan yang bisa ditemukan dari pengaturan ulang keuangan tersebut.
4. Putus Ketergantungan pada Pinjaman Berbunga Tinggi
Langkah penting berikutnya adalah menghentikan kebiasaan menambah utang baru dengan bunga tinggi. Wrenn menyarankan agar peminjam mulai mencari alternatif yang lebih sehat, seperti pinjaman pribadi dari bank dengan bunga lebih rendah, negosiasi bunga kartu kredit, transfer saldo ke kartu dengan bunga lebih kecil, bantuan keluarga, atau menjual barang yang tidak lagi digunakan.
Setiap langkah kecil dapat membantu mengurangi ketergantungan pada pinjaman berbunga tinggi dan memberi ruang lebih besar untuk memperbaiki keuangan.
5. Cari Tambahan Penghasilan untuk Mempercepat Pelunasan Utang
Mengurangi pengeluaran memang penting, tetapi dalam banyak kasus langkah tersebut saja tidak cukup untuk keluar dari jeratan utang. Karena itu, meningkatkan pemasukan bisa menjadi cara yang lebih efektif untuk mempercepat pelunasan.
Christopher L. Stroup menyarankan mencari sumber penghasilan tambahan melalui pekerjaan sampingan atau memanfaatkan keterampilan yang dimiliki. Tambahan pendapatan tersebut sebaiknya diprioritaskan untuk membayar utang, bukan menambah pengeluaran baru.
Semakin besar selisih antara pemasukan dan pengeluaran, semakin cepat pula proses pelunasan utang dapat dilakukan.
6. Jual Aset atau Barang yang Sudah Tidak Digunakan
Banyak orang memiliki barang bernilai yang jarang digunakan, seperti gadget lama, peralatan elektronik, koleksi hobi, atau kendaraan yang tidak produktif.
Menjual aset yang tidak lagi diperlukan dapat menjadi cara cepat untuk memperoleh dana tambahan dan mengurangi pokok utang. Semakin cepat pokok utang berkurang, semakin kecil pula bunga yang harus dibayar di masa depan.
Tanda-Tanda Utang Sudah Tidak Sehat
Sebelum kondisi keuangan semakin memburuk, penting untuk mengenali tanda-tanda bahwa utang sudah berada pada level yang perlu segera ditangani.
-
Lebih dari 30% pendapatan habis untuk cicilan
-
Sering terlambat membayar tagihan
-
Menggunakan utang baru untuk membayar utang lama
-
Tidak memiliki dana darurat sama sekali
-
Mulai kesulitan memenuhi kebutuhan pokok
Kesimpulan
Keluar dari jeratan utang berbunga tinggi memang tidak mudah, tetapi sangat mungkin dilakukan. Kuncinya adalah segera mengambil langkah nyata, mulai dari memetakan seluruh utang, bernegosiasi dengan kreditur, meningkatkan pemasukan, hingga mempertimbangkan restrukturisasi jika diperlukan.
Seperti disampaikan Wrenn, membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun rencana pengeluaran, lalu mulai menabung adalah fondasi penting agar keuangan kembali sehat.
(dag/dag) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]