Bos OJK Sebut Perempuan Sebagai Pilar Penting Perekonomian

Elga Nurmutia,  CNBC Indonesia
25 April 2026 17:42
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari menyampaikan keyonote speech dalam acara Top Women Fest 2026 di Sarinah, Jakarta, Sabtu (25/4/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari menyampaikan keyonote speech dalam acara Top Women Fest 2026 di Sarinah, Jakarta, Sabtu (25/4/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Peran perempuan dalam mendorong perekonomian Indonesia dinilai sangat besar. Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat banyak pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia saat ini dimiliki atau dipimpin oleh perempuan.

Seperti diketahui, UMKM saat ini menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia dengan kontribusi terhadap produk domestik bruto hingga 61% dan menjadi penyumbang terbesar dalam penyerapan tenaga kerja.

"Kalau kita melihat saat ini bagaimana UMKM kita banyak sekali dimiliki dan dinahkodai perempuan. 64,5% pelaku UMKM di Indonesia perempuan atau lebih dari 37% perempuan pengusaha di berbagai sektor ekonomi ini sangat berkontribusi ke perekonomian Indonesia," ujar Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi dalam Top Woman Fest 2026 di Sarinah Jakarta, Sabtu (25/4/2026).

Friderica pun menjunjung tinggi tokoh besar Raden Ajeng Kartini yang telah berhasil membangkitkan kaum perempuan. Hal ini menjadi bukti bahwa perjuangan RA Kartini tidak sia-sia. Karena tinggi rendahnya suatu bangsa ditentukan oleh kedudukan perempuan.

Dengan semakin tingginya kontribusi perempuan, ia pun berharap berbagai pihak bisa ikut mendorong peran perempuan, khususnya di era digitalisasi.

"Konteksnya tentang perempuan bagaimana dorong perempuan bisa lebih berdaya apa yang dilakukan? kita bicara digitalisasi, pertumbuhan ekonomi terutama untuk prempuan lewat UMKM, digital finance bisa mendorong perempuan Indonesia," jelasnya.

Hal ini lanjutnya sangat penting dilakukan, mengingat masih banyak perempuan yang terjebak atau ditipu karena kurangnya pemahaman terkait teknologi digital. Sehingga banyak aduan dari perempuan yang masuk ke Otoritas Jasa Keuangan karena pendanaan bodong.

OJK pun terus bekerja keras dan berkolaborasi aktif untuk mengedukasi agar hal-hal seperti ini bisa dicegah.

"Mereka mudah percaya misalnya belanja online memanfaatkan pendanaan bodong, itu tugas kita semua bagaimana lebih memberdayakan sodara-sodara kita untuk lebih sukses terhadap negara yang kita cintai," terangnya.

(dpu/dpu) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: OJK Ajak Warga RI Melek Digital & Lawan Modus Penipuan Digital


Most Popular
Features