8 Cara Menghindari Kesalahan Fatal Saat Beli Mobil Bekas

Dany Gibran,  CNBC Indonesia
20 April 2026 11:48
8 Cara Menghindari Kesalahan Fatal Saat Beli Mobil Bekas
Foto: Ilustrasi membeli mobil. (Dok. Freepik)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Mobil bekas kini menjadi alternatif yang semakin diminati. Bagi banyak orang, opsi ini dianggap lebih ramah di kantong sekaligus mampu memenuhi kebutuhan mobilitas sehari-hari.

Namun, membeli mobil bekas tidak selalu sesederhana terlihat. Di balik harga yang lebih terjangkau, terdapat sejumlah risiko dan tantangan yang perlu diperhatikan agar tidak berujung pada kerugian di kemudian hari.

1. Sesuaikan dengan Kebutuhan dan Bujet

Langkah pertama yang paling krusial adalah memilih kendaraan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan sekaligus kemampuan finansial. Jangan hanya tergiur fitur atau gengsi.

Misalnya, Anda dihadapkan pada dua pilihan: mobil dengan transmisi otomatis yang lebih mahal, dan mobil manual dengan harga lebih terjangkau.

Jika penggunaan harian tidak terlalu intens dan jarak tempuh relatif pendek, maka memilih mobil manual bisa menjadi keputusan yang lebih rasional dan efisien dari sisi biaya.

2. Hindari Kredit Jika Tidak Mendesak

Membeli mobil bekas secara kredit memang terlihat ringan di awal, namun berpotensi membebani keuangan dalam jangka panjang. Cicilan bulanan ditambah biaya perawatan bisa membuat pengeluaran membengkak.

Secara umum, ada beberapa indikator yang bisa dijadikan patokan:

  • Jangan menggunakan dana darurat untuk membeli mobil

  • Jika membeli secara tunai, pastikan aset likuid masih tersisa sekitar 15-20% dari total kekayaan bersih

Jika terpaksa mengambil kredit, pilih mobil dengan usia pakai yang masih sangat muda (sekitar 1 tahun) untuk meminimalkan risiko perbaikan besar.

Selain itu, pastikan cicilan tidak melebihi 35% dari penghasilan bulanan, dan total utang tidak lebih dari 50% dari nilai aset.

3. Lakukan Test Drive dengan Teliti

Test drive membantu Anda mengetahui kondisi asli mobil saat digunakan. Perhatikan setiap detail saat berkendara. Dengarkan apakah ada suara aneh seperti decitan atau getaran yang tidak wajar.

Jika mobil terasa menarik ke satu sisi, bisa jadi ada indikasi kerusakan atau bekas kecelakaan.

Cek juga bagian bodi, terutama area tersembunyi seperti bagian dalam pintu atau sambungan panel. Cat yang tidak merata (overspray) bisa menjadi tanda mobil pernah diperbaiki setelah kecelakaan.

Selain itu, perhatikan bau di dalam kabin. Aroma apek atau lembap bisa mengindikasikan kerusakan akibat banjir, jenis kerusakan yang sebaiknya dihindari karena berpotensi menimbulkan masalah kelistrikan di kemudian hari.

Kepala mekanik CR, John Ibbotson, mengatakan untuk menghindari kendaraan yang menunjukkan tanda-tanda terpapar air dalam. "Meskipun kendaraan terlihat baik dan mungkin berfungsi saat Anda memeriksanya," katanya, "kerusakan akibat air dapat menyebabkan banyak masalah kelistrikan di kemudian hari." Dikutip dari Consumer Reports, Senin (20/4/2026)

Lakukan test drive minimal 30 menit dan cobalah berbagai kondisi jalan. Jika membandingkan beberapa mobil, gunakan rute yang sama agar hasilnya lebih objektif.

Hati-hati jika penjual menolak test drive. Ini bisa menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang disembunyikan.

Kelengkapan dokumen merupakan faktor krusial yang tidak boleh diabaikan saat membeli mobil bekas. Dokumen utama yang wajib diperiksa antara lain:

  • BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor)

  • STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan)

Ketiadaan salah satu dokumen tersebut bisa menimbulkan risiko serius. Misalnya, jika BPKB tidak tersedia, ada kemungkinan kendaraan masih terikat kredit di perusahaan pembiayaan. Hal ini berisiko membuat mobil ditarik sewaktu-waktu.

Sementara itu, jika STNK tidak ada, bisa jadi pajak kendaraan sudah mati atau terdapat masalah administrasi lainnya.

Lebih jauh lagi, membeli kendaraan tanpa dokumen resmi dapat berujung pada masalah hukum, termasuk potensi terjerat pasal penadahan.

Karena itu, pastikan seluruh dokumen asli tersedia dan sesuai dengan identitas kendaraan.

5. Cek Pajak Tahunan

Besarnya pajak tahunan bergantung pada tahun pembuatan, kapasitas mesin, dan tipe mobil Anda. Jika Anda tidak mempersiapkan dana untuk pajak, Anda mungkin harus menggunakan dana darurat untuk membayarnya.

6. Lakukan Inspeksi oleh Mekanik Profesional

Mintalah bantuan mekanik terpercaya untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk mesin, rangka, dan kondisi keseluruhan kendaraan. Hasil inspeksi ini bisa menjadi:

  • Dasar negosiasi harga

  • Pertimbangan untuk melanjutkan atau membatalkan pembelian

Jika penjual tidak mengizinkan inspeksi, Anda perlu mempertimbangkan ulang keputusan untuk membeli mobil tersebut.

7. Jangan Lupa Proteksi dengan Asuransi

Setelah membeli mobil bekas, banyak pemilik yang lupa memberikan perlindungan tambahan melalui asuransi.

Padahal, risiko seperti kecelakaan, kerusakan, atau kehilangan tetap ada. Tanpa asuransi, biaya perbaikan bisa menjadi beban finansial yang besar.

Ada dua jenis asuransi yang umum digunakan:

  • Comprehensive (All Risk): Menanggung hampir semua jenis kerusakan, termasuk lecet ringan

  • Total Loss Only (TLO): Menanggung kerugian jika mobil hilang atau rusak total (minimal 75%)

Pemilihan jenis asuransi sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kendaraan.

8. Buat Tabungan di Rekening Terpisah untuk Biaya Servis Mobil

Setelah membeli mobil, Anda juga perlu siap menghadapi biaya servis dan perawatan ke depannya. Agar tidak mengganggu keuangan, sebaiknya siapkan rekening terpisah khusus kebutuhan mobil.

Sisihkan sekitar 5-10% dari penghasilan bulanan untuk menutup biaya rutin seperti servis, pajak, dan asuransi, sehingga pengeluaran tetap terkontrol dan tidak membebani keuangan utama.

 

(dag/dag) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Simak! Ini Pentingnya Atasi Risiko Finansial


Most Popular
Features