Cara Ajarkan Anak Mengelola Angpau Usai Imlek 2026
Dafar Isi
- Asal-usul dan Makna Angpau dalam Tradisi Tiongkok
- Mengapa Angpau Cocok untuk Mengajarkan Anak Menabung?
- Langkah Pertama: Hitung dan Catat Total Angpau
- Metode Pembagian 3 Pos Keuangan untuk Anak
- Simulasi Target Tabungan dari Angpau
- Contoh Perhitungan Jika Angpau Berbeda Jumlah
- Ajarkan Konsep Pertumbuhan Tabungan
- Tips Praktis Mengajarkan Anak Mengelola Angpau
- Mengaitkan Makna Angpau dengan Pendidikan Finansial
Jakarta, CNBC Indonesia - Usai perayaan Tahun Baru Imlek 2026, banyak keluarga mulai menghitung dan mengumpulkan angpau yang diterima anak-anak dari kerabat dan keluarga. Bagi anak, angpau sering dianggap sebagai "uang hadiah".
Namun bagi orang tua, momen ini bisa menjadi kesempatan emas untuk mengajarkan literasi keuangan sejak dini.
Tradisi memberi angpau bukan sekadar berbagi rezeki, tetapi juga mengandung nilai filosofi tentang perlindungan, harapan baik, dan keberuntungan.
Dengan pendekatan yang tepat, orang tua dapat mengubah euforia menerima angpau menjadi pelajaran penting tentang menabung, mengelola uang, dan merencanakan masa depan.
Asal-usul dan Makna Angpau dalam Tradisi Tiongkok
Tradisi angpau berakar dari budaya Tiongkok kuno. Dalam cerita rakyat, terdapat makhluk jahat bernama Sui yang dipercaya mengganggu anak-anak saat malam Tahun Baru.
Untuk melindungi mereka, orang tua memberikan koin yang dibungkus benang merah atau kertas merah dan diletakkan di dekat anak saat tidur.
Uang tersebut disebut yasuiqian, yang berarti "uang penolak Sui".
Seiring waktu, tradisi ini berkembang menjadi pemberian amplop merah berisi uang kepada anak-anak dan anggota keluarga yang belum menikah.
Menurut China.org.cn, amplop merah atau hongbao melambangkan keberuntungan dan diyakini dapat "menangkal roh jahat serta membawa perlindungan dan berkah bagi penerimanya." Tradisi ini juga menjadi simbol doa untuk kesehatan, kebahagiaan, dan kemakmuran di tahun yang baru.
Sementara itu, publikasi budaya The World of Interiors menjelaskan bahwa warna merah dalam budaya Tiongkok melambangkan energi positif, kegembiraan, dan keberuntungan.
Mengapa Angpau Cocok untuk Mengajarkan Anak Menabung?
Usai Imlek, anak biasanya menerima uang dalam jumlah yang lebih besar dari biasanya. Kondisi ini ideal untuk mengenalkan konsep keuangan seperti:
-
Menunda kesenangan
-
Membuat prioritas
-
Mengelola uang dalam jumlah tertentu
-
Belajar bertanggung jawab terhadap keputusan finansial
Dengan pendekatan yang tepat, anak tidak hanya belajar menabung, tetapi juga memahami nilai uang dan arti perencanaan.
Langkah Pertama: Hitung dan Catat Total Angpau
Langkah pertama setelah Imlek adalah menghitung seluruh angpau bersama anak.
Contoh:
-
Dari kakek-nenek: Rp300.000
-
Dari paman-bibi: Rp500.000
-
Dari keluarga lain: Rp200.000
Total angpau: Rp1.000.000
Libatkan anak dalam proses menghitung dan mencatat agar mereka memahami jumlah yang dimiliki. Aktivitas sederhana ini membantu anak belajar transparansi dan kesadaran finansial.
Metode Pembagian 3 Pos Keuangan untuk Anak
Agar lebih mudah dipahami, orang tua bisa menggunakan metode pembagian sederhana:
-
Tabungan (50-70%)
-
Kebutuhan atau tujuan (20-30%)
-
Uang senang-senang (10-20%)
Contoh Perhitungan dari Rp1.000.000
-
Tabungan 60% = Rp600.000
-
Tujuan (misalnya beli sepatu atau buku) 25% = Rp250.000
-
Uang bebas 15% = Rp150.000
Dengan cara ini, anak tetap bisa menikmati sebagian uangnya tanpa menghabiskan semuanya.
Simulasi Target Tabungan dari Angpau
Agar lebih edukatif, ajak anak membuat target. Contoh kasus: Anak ingin membeli sepeda seharga Rp1.500.000.
-
Tabungan dari angpau: Rp600.000
-
Kekurangan: Rp900.000
Orang tua bisa membantu membuat rencana:
Jika anak menabung Rp75.000 per bulan dari uang saku:
Rp900.000 ÷ Rp75.000 = 12 bulan
Anak belajar bahwa tujuan besar membutuhkan waktu dan konsistensi.
Contoh Perhitungan Jika Angpau Berbeda Jumlah
Skenario 1: Angpau Rp500.000
-
Tabungan 60% = Rp300.000
-
Tujuan 25% = Rp125.000
-
Uang bebas 15% = Rp75.000
Skenario 2: Angpau Rp2.000.000
-
Tabungan 60% = Rp1.200.000
-
Tujuan 25% = Rp500.000
-
Uang bebas 15% = Rp300.000
Pendekatan persentase membantu anak memahami konsep pengelolaan uang dalam berbagai situasi.
Ajarkan Konsep Pertumbuhan Tabungan
Orang tua juga bisa memperkenalkan konsep sederhana tentang pertumbuhan uang.
Contoh: Jika tabungan Rp600.000 disimpan selama 3 tahun dan setiap Imlek mendapat tambahan Rp600.000:
Tahun 1: Rp600.000
Tahun 2: Rp1.200.000
Tahun 3: Rp1.800.000
Anak akan melihat bagaimana kebiasaan menabung menghasilkan jumlah yang semakin besar.
Tips Praktis Mengajarkan Anak Mengelola Angpau
-
Gunakan celengan atau rekening khusus anak
-
Buat tabel perkembangan tabungan
-
Diskusikan sebelum membeli sesuatu
-
Hindari langsung mengambil seluruh uang anak
-
Beri contoh pengelolaan uang dari orang tua
Pendekatan yang konsisten akan membentuk kebiasaan finansial yang sehat.
Mengaitkan Makna Angpau dengan Pendidikan Finansial
Secara filosofis, angpau mengandung harapan akan masa depan yang lebih baik. Mengajarkan anak menabung berarti menerjemahkan makna tersebut ke dalam tindakan nyata.
Tradisi yasuiqian yang dahulu bertujuan melindungi anak dari gangguan diyakini sebagai simbol perlindungan dan keberuntungan. Dalam konteks modern, kemampuan mengelola uang dapat menjadi bentuk "perlindungan" finansial bagi anak di masa depan.
Dengan demikian, pendidikan menabung bukan hanya soal uang, tetapi juga tentang membangun kemandirian, tanggung jawab, dan perencanaan hidup.
(dag/dag)