Waspada Penipuan Investasi Emas ke Pensiunan, Ini 6 Modusnya

Intan Rakhmayanti, CNBC Indonesia
Minggu, 22/03/2026 21:55 WIB
Foto: Dok Freepik

Jakarta, CNBC Indonesia - Jutaan pensiunan di Amerika Serikat (AS) kini tengah berjuang menghadapi penurunan daya beli di tengah berbagai persoalan ekonomi, mulai dari inflasi yang persisten, volatilitas pasar, hingga ketidakpastian ekonomi global. Dalam situasi seperti ini, investasi emas fisik sering kali dipasarkan sebagai solusi ketenangan di tengah badai karena sifatnya yang berwujud, abadi, dan menjanjikan perlindungan portofolio bagi mereka yang hidup dari tabungan.

Meskipun emas dapat menjadi tambahan yang baik untuk portofolio pensiun, skema penipuan terkait emas cenderung melonjak di negeri itu. Taktik penjualan yang dipoles rapi dengan bahasa yang mendesak sering kali dirancang khusus untuk menyasar investor lanjut usia guna memisahkan mereka dari dana hari tua yang telah dikumpulkan selama puluhan tahun.

"Memahami tanda-tanda peringatan dapat menjadi penentu antara melindungi simpanan masa tua Anda atau kehilangan tabungan hasil kerja keras selama puluhan tahun," tulis laporan CBS News yang dikutip Jumat (13/2/2026).


1. Kontak Tak Terduga dari "Spesialis Senior"

Tanda bahaya pertama adalah kontak yang tidak diminta dari pihak yang mengaku sebagai spesialis senior. Perusahaan yang secara tiba-tiba menghubungi melalui telepon atau email dengan klaim bahwa pemerintah akan menyita akun pensiun atau dolar akan runtuh merupakan indikasi kuat adanya penipuan, karena dealer resmi jarang melakukan panggilan dingin (cold-calling) kepada pensiunan.

"Jika seseorang menghubungi Anda entah dari mana dan mengklaim pemerintah akan menyita akun pensiun atau dolar akan runtuh, anggaplah itu sebagai tanda bahaya besar," jelas laporan tersebut.

2. Taktik Tekanan Tinggi dan Urgensi Palsu

Penipu sering menciptakan tenggat waktu palsu untuk memaksa pengambilan keputusan cepat. Mereka kerap menggunakan kalimat seperti "penawaran berakhir hari ini" dan sering kali menghalangi calon pembeli untuk berkonsultasi dengan penasihat keuangan atau anggota keluarga.

"Dealer logam mulia yang bereputasi tidak perlu mendesak Anda untuk mengambil keputusan, dan perusahaan mana pun yang menolak mengirimkan informasi tertulis atau membuat Anda merasa bersalah karena ingin waktu berpikir kemungkinan besar sedang menjalankan penipuan," lanjut keterangan tersebut.

3. Janji Keuntungan Tetap atau "Tanpa Risiko"

Mengingat harga emas bersifat fluktuatif mengikuti kondisi pasar, klaim yang menyatakan bahwa emas tidak memiliki risiko atau hanya akan naik nilainya adalah sebuah kebohongan. Investor diminta curiga pada pihak yang menyebut emas sebagai satu-satunya investasi aman yang tersedia.

"Jika seseorang menjanjikan keuntungan yang dijamin, mengklaim harga emas hanya naik, atau menyarankan Anda tidak akan kehilangan uang dengan berinvestasi emas, mereka berbohong," tegas laporan itu.

4. Markup Berlebihan dan Biaya Tersembunyi

Salah satu modus paling umum adalah menjual emas jauh di atas harga pasar. Penipu bisa mematok harga 50% hingga 100% lebih tinggi dari nilai wajar karena mengetahui bahwa banyak lansia mungkin tidak melakukan verifikasi harga secara mandiri sebelum membeli.

"Selalu periksa harga emas saat ini di situs web independen sebelum melakukan pembelian apa pun, dan curigalah jika Anda bertemu dengan dealer yang tidak menjelaskan markup atau biaya mereka secara jelas," tambahnya.

5. Desakan Likuidasi Akun Pensiun

Sangat penting untuk waspada terhadap pihak yang mendorong pencairan dana pensiun seperti IRA atau 401(k) untuk membeli emas fisik. Proses yang terburu-buru ini sering memicu denda pajak dan biaya penarikan dini yang merugikan investor di atas harga emas yang sudah digelembungkan.

"Waspadalah terhadap siapa pun yang mendorong Anda untuk mencairkan akun pensiun Anda untuk membeli emas fisik, terutama jika mereka menawarkan bantuan dalam proses pengalihan tersebut," tulis laporan tersebut.

6. Kredibilitas Tidak Terverifikasi

Dealer logam mulia yang sah terdaftar di lembaga negara dan federasi. Jika sebuah perusahaan tidak dapat memberikan informasi registrasi yang dapat diverifikasi atau mengklaim bahwa mereka tidak perlu mengikuti aturan karena "emas itu berbeda", maka calon investor disarankan untuk segera menjauh.

"Ingatlah, jika peluang investasi terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan atau mengandalkan taktik rasa takut, maka hal itu hampir pasti merupakan penipuan," tutup laporan tersebut.


(ayh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Era Bunga Rendah, Bank "Berburu" Dana Murah - Tebar Kredit