10 Peluang Usaha di Desa 2026 yang Potensial dan Menguntungkan
Jakarta, CNBC Indonesia - Desa memiliki peran penting dalam menopang perekonomian nasional dan kini menjadi fokus utama pembangunan, terutama dalam sektor ekonomi.
Perkembangan infrastruktur, program dukungan UMKM, serta kembalinya tenaga muda dan sarjana ke desa membuka peluang besar untuk mengembangkan usaha lokal.
Dengan sumber daya alam yang melimpah, biaya operasional yang rendah, dan kebutuhan masyarakat yang terus ada, peluang usaha di desa tidak hanya menjanjikan tetapi juga berkelanjutan.
Â
Mengapa Usaha di Desa Menjanjikan di Tahun 2026?
Beberapa faktor yang membuat usaha di desa semakin prospektif:
-
Biaya sewa tempat relatif murah atau bahkan gratis (menggunakan rumah sendiri)
-
Kebutuhan masyarakat bersifat rutin dan stabil
-
Persaingan bisnis lebih sedikit dibandingkan kota
-
Akses internet semakin luas hingga ke desa
-
Program dukungan UMKM dari pemerintah dan lembaga keuangan
Dengan memilih usaha yang sesuai kebutuhan warga, peluang untuk cepat mendapatkan pelanggan akan lebih besar.
Â
1. Ternak Ayam Kampung
Ternak ayam kampung menjadi salah satu usaha di desa yang cukup menjanjikan karena permintaannya stabil dan harga jualnya lebih tinggi dibanding ayam broiler. Ayam kampung banyak dicari untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga, warung makan, hingga acara hajatan karena rasanya dianggap lebih gurih dan alami.
Selain itu, usaha ini relatif fleksibel karena bisa dimulai dari skala kecil di halaman rumah tanpa memerlukan lahan luas.
Estimasi Modal Awal
-
Bibit ayam kampung (DOC) 50 ekor: Rp400.000 - Rp600.000
-
Pakan awal: Rp500.000 - Rp800.000
-
Kandang sederhana: Rp300.000 - Rp600.000
-
Vitamin dan obat dasar: Rp100.000
Total modal awal: sekitar Rp1-2 juta
Masa Panen
Ayam kampung biasanya siap jual dalam waktu 3-4 bulan, tergantung perawatan dan kualitas pakan.
Potensi Keuntungan
Jika tingkat kematian rendah dan perawatan optimal:
-
Harga jual ayam kampung: Rp45.000 - Rp70.000 per ekor (tergantung daerah dan ukuran)
-
Jika 45 ekor berhasil dipanen dari 50 ekor awal, potensi omzet bisa mencapai Rp2-3 juta per siklus.
Dengan manajemen yang baik, usaha ini bisa memberikan keuntungan bersih sekitar Rp500.000 - Rp1 juta per periode panen.
Cara Memulai Ternak Ayam Kampung untuk Pemula
-
Mulai dari skala kecil, Idealnya 30-50 ekor terlebih dahulu untuk mengurangi risiko kerugian.
-
Gunakan kandang sederhana tapi bersih, Pastikan sirkulasi udara baik dan kandang tidak lembap untuk mencegah penyakit.
-
Berikan pakan berkualitas dan teratur, Kombinasi pakan pabrikan dan pakan tambahan seperti dedak atau jagung bisa menekan biaya.
-
Lakukan vaksinasi dan pemberian vitamin, Ini penting untuk menurunkan tingkat kematian ayam.
-
Pisahkan ayam sakit sejak awal, Agar tidak menular ke ayam lain.
Target Pasar yang Potensial
-
Tetangga dan warga sekitar
-
Pedagang pasar tradisional
-
Warung makan atau penjual ayam kampung
-
Penjualan saat musim hajatan atau hari besar
Jika produksi sudah stabil, Anda juga bisa menjual dalam bentuk ayam hidup maupun ayam potong untuk meningkatkan nilai jual.
Tips Agar Cepat Balik Modal
-
Gunakan sistem pemeliharaan bertahap (batch) agar panen bisa rutin setiap bulan
-
Manfaatkan limbah dapur atau pakan alternatif untuk menekan biaya
-
Bangun jaringan dengan pedagang pasar agar penjualan lebih pasti
-
Catat biaya pakan dan kematian ayam untuk evaluasi setiap siklus
Risiko yang Perlu Diperhatikan
-
Penyakit seperti tetelo atau flu ayam
-
Tingkat kematian jika kandang tidak bersih
-
Harga pakan yang naik
-
Cuaca ekstrem yang memengaruhi daya tahan ayam
Dengan manajemen yang baik, risiko tersebut bisa diminimalkan dan usaha ternak ayam kampung dapat menjadi sumber penghasilan jangka panjang.
2. Usaha Penggilingan atau Jasa Serut Kelapa
Di lingkungan desa, kebutuhan akan jasa sederhana namun praktis masih sangat tinggi. Salah satu peluang usaha yang sering dianggap sepele tetapi memiliki pasar stabil adalah jasa penggilingan atau serut kelapa. Layanan ini banyak dibutuhkan oleh masyarakat untuk keperluan memasak sehari-hari, usaha kuliner rumahan, hingga acara hajatan.
Tidak semua rumah memiliki alat parut atau mesin kelapa, terutama untuk jumlah besar. Karena itu, keberadaan jasa serut kelapa di desa bisa menjadi solusi praktis bagi warga sekaligus peluang usaha dengan modal kecil dan risiko rendah.
Estimasi Modal Awal
-
Mesin parut/serut kelapa listrik: Rp800.000 - Rp1.500.000
-
Meja kerja dan wadah: Rp200.000 - Rp300.000
-
Instalasi listrik tambahan (jika diperlukan): Rp100.000 - Rp200.000
Total modal awal: sekitar Rp1-2 juta
Biaya operasional relatif rendah karena hanya membutuhkan listrik dan perawatan mesin secara berkala.
Potensi Keuntungan
-
Tarif jasa: Rp500 - Rp2.000 per butir kelapa (tergantung daerah)
-
Jika melayani 50-100 butir per hari, potensi pendapatan harian bisa mencapai:
Rp25.000 - Rp200.000
Saat musim hajatan, bulan Ramadan, atau hari besar keagamaan, jumlah pelanggan biasanya meningkat signifikan sehingga pendapatan bisa lebih tinggi.
Mengapa Usaha Ini Menjanjikan di Desa?
-
Kebutuhan rutin masyarakat:Â Kelapa sering digunakan untuk santan, bumbu masakan, kue tradisional, dan berbagai olahan makanan.
-
Persaingan relatif rendah:Â Tidak semua desa memiliki layanan serupa, terutama yang menggunakan mesin listrik.
-
Bisa dijalankan dari rumah:Â Tidak perlu menyewa tempat usaha, sehingga biaya operasional lebih hemat.
-
Cocok sebagai usaha sampingan: Waktu operasional fleksibel dan bisa disesuaikan dengan aktivitas utama.
Â
Cara Memulai Usaha Serut Kelapa
-
Pilih lokasi yang mudah dijangkau:Â Misalnya di pinggir jalan desa atau area yang sering dilalui warga.
-
Gunakan mesin berkualitas:Â Mesin yang kuat dan stabil akan mempercepat pekerjaan serta mengurangi risiko kerusakan.
-
Tetapkan tarif yang kompetitif:Â Sesuaikan dengan harga pasar di wilayah sekitar agar mudah mendapatkan pelanggan.
-
Jaga kebersihan alat dan area kerja:Â Karena berkaitan dengan bahan makanan, kebersihan menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan pelanggan.
-
Sediakan layanan tambahan. Misalnya:
-
Memarut dalam jumlah besar untuk hajatan
-
Jasa antar untuk pelanggan tetap
-
Menjual kelapa utuh sebagai tambahan penghasilan
Target Pasar Potensial
-
Ibu rumah tangga
-
Penjual kue dan jajanan tradisional
-
Warung makan atau usaha kuliner
-
Kebutuhan acara seperti hajatan, pengajian, atau syukuran
Jika dikelola dengan baik, pelanggan tetap bisa terbentuk dari lingkungan sekitar.
Tips Agar Usaha Parut Kelapa Lebih Menguntungkan
-
Tambahkan layanan peras santan untuk nilai jual lebih tinggi
-
Buka layanan di pagi hari saat kebutuhan memasak meningkat
-
Promosikan melalui grup WhatsApp warga atau komunitas RT/RW
-
Lakukan perawatan mesin secara rutin agar tidak cepat rusak
Risiko Usaha Parut Kelapa yang Perlu Diperhatikan
-
Mesin rusak karena penggunaan berlebihan tanpa perawatan
-
Tegangan listrik tidak stabil
-
Penurunan pelanggan jika lokasi kurang strategis
-
Persaingan jika ada usaha serupa di dekat lokasi
Namun, dibandingkan usaha lain, risiko bisnis ini tergolong rendah dan mudah dikelola.
Potensi Pengembangan Usaha
Jika usaha sudah berjalan stabil, Anda bisa mengembangkan layanan menjadi:
-
Penjualan santan siap pakai
-
Produksi kelapa parut kemasan
-
Jualan kelapa kupas
-
Menyediakan jasa parut bahan lain seperti singkong atau jagung
Dengan inovasi sederhana, usaha kecil ini bisa berkembang menjadi sumber penghasilan utama.
3. Usaha Ternak Lele atau Nila
Budidaya ikan air tawar seperti lele atau nila merupakan salah satu usaha yang paling cocok dijalankan di desa, terutama bagi pemula. Selain teknik pemeliharaannya relatif mudah dipelajari, usaha ini juga tidak membutuhkan lahan luas dan dapat dimulai dengan modal kecil menggunakan kolam terpal.
Permintaan ikan konsumsi di Indonesia terus meningkat setiap tahun, baik untuk kebutuhan rumah tangga, warung makan, pedagang pecel lele, hingga pasar tradisional. Karena itu, usaha ternak lele atau nila memiliki peluang pasar yang stabil dan berkelanjutan.
Â
Estimasi Modal Awal
Untuk skala pemula (1 kolam terpal ukuran 2 x 3 meter):
-
Kolam terpal dan rangka: Rp400.000 - Rp700.000
-
Bibit ikan (1.000 ekor): Rp200.000 - Rp300.000
-
Pakan awal: Rp500.000 - Rp800.000
-
Obat dan vitamin: Rp100.000
Total modal awal: sekitar Rp1-2 juta
Biaya ini bisa ditekan jika menggunakan bahan lokal untuk rangka kolam atau membeli bibit langsung dari pembudidaya terdekat.
Masa Panen
-
Lele: 2-3 bulan hingga ukuran konsumsi (7-9 ekor/kg)
-
Nila: 3-4 bulan hingga ukuran konsumsi
Lele umumnya lebih cepat panen dan lebih tahan terhadap perubahan kondisi air, sehingga sering menjadi pilihan utama bagi pemula.
Potensi Keuntungan
Jika tingkat kelangsungan hidup ikan mencapai 80-90%:
-
Panen lele sekitar 80-100 kg per kolam
-
Harga jual rata-rata: Rp18.000 - Rp25.000/kg (tergantung daerah dan musim)
Potensi omzet: Rp1,5 juta - Rp2,5 juta per siklus -Â Estimasi keuntungan bersih: Rp300.000 - Rp800.000 per kolam per panen
Jika jumlah kolam ditambah secara bertahap, keuntungan bisa meningkat signifikan.
Â
Mengapa Usaha Ini Menjanjikan di Desa?
-
Permintaan stabil sepanjang tahun:Â Lele dan nila merupakan lauk harian yang terjangkau bagi masyarakat.
-
Teknik pemeliharaan sederhana:Â Tidak membutuhkan teknologi rumit dan bisa dipelajari secara otodidak.
-
Bisa dijalankan di lahan sempit:Â Halaman rumah atau lahan kosong kecil sudah cukup untuk beberapa kolam.
-
Skalanya mudah dikembangkan:Â Pemula bisa mulai dari satu kolam, lalu menambah kolam setelah panen pertama.
Cara Memulai Ternak Lele untuk Pemula
-
Siapkan kolam dengan baik:Â Isi air dan diamkan selama 3-5 hari agar kondisi air stabil.
-
Pilih bibit berkualitas, Ciri bibit sehat: aktif bergerak, ukuran seragam, dan tidak cacat.
-
Berikan pakan secara teratur:Â Umumnya 2-3 kali sehari dengan jumlah sesuai ukuran ikan.
-
Jaga kualitas air:Â Ganti sebagian air jika sudah keruh atau berbau.
-
Pisahkan ikan yang sakit atau mati:Â Untuk mencegah penularan penyakit.
Target Pasar Potensial
-
Pedagang pecel lele atau warung makan
-
Pasar tradisional
-
Tetangga atau warga sekitar
-
Pengepul ikan
Jika memiliki jaringan langsung ke warung makan, harga jual biasanya lebih stabil.
Tips Agar Cepat Balik Modal
-
Gunakan sistem tebar bertahap agar panen tidak bersamaan
-
Beli pakan dalam jumlah besar untuk mendapatkan harga lebih murah
-
Jalin kerja sama dengan pedagang sebelum panen
-
Catat penggunaan pakan dan pertumbuhan ikan untuk evaluasi
Risiko yang Perlu Diperhatikan
-
Kematian massal akibat kualitas air buruk
-
Harga pakan yang naik
-
Serangan penyakit jika kolam tidak dirawat
-
Harga jual turun saat panen bersamaan dengan banyak peternak
Namun, risiko tersebut bisa diminimalkan dengan manajemen pakan, kebersihan kolam, dan perencanaan waktu panen.
Potensi Pengembangan Usaha
Jika usaha sudah stabil, Anda bisa mengembangkan menjadi:
-
Menambah jumlah kolam
-
Menjual bibit lele atau nila
-
Membuka usaha pecel lele sendiri
-
Menjual ikan segar langsung ke konsumen melalui WhatsApp atau media sosial
Dengan pengelolaan yang konsisten, usaha ternak lele atau nila dapat berkembang menjadi sumber penghasilan utama bagi keluarga di desa.Â
4. Usaha Gorengan atau Jajanan Rumahan
Usaha gorengan merupakan salah satu peluang bisnis paling realistis di desa karena memiliki pasar yang luas dan stabil. Makanan ringan dengan harga terjangkau selalu diminati oleh berbagai kalangan, mulai dari anak sekolah, pekerja, hingga ibu rumah tangga.
Keunggulan usaha ini adalah modal kecil, perputaran cepat, serta risiko kerugian yang relatif rendah. Jika dijalankan di lokasi yang tepat dan dengan rasa yang konsisten, usaha gorengan bisa menjadi sumber penghasilan harian yang cukup menjanjikan.
Â
Estimasi Modal Harian
Untuk skala kecil:
-
Bahan baku (tepung, minyak, bumbu): Rp120.000 - Rp180.000
-
Bahan isi (tempe, tahu, pisang, sayur): Rp80.000 - Rp120.000
-
Gas dan kemasan: Rp20.000 - Rp30.000
Total modal harian: Rp200.000 - Rp300.000
Jika habis terjual, potensi omzet bisa mencapai Rp300.000 - Rp450.000 per hari, dengan keuntungan bersih sekitar Rp50.000 - Rp150.000 per hari.
Â
Jenis Gorengan yang Paling Laku di Desa
Agar usaha lebih cepat berkembang, penting memilih jenis gorengan yang sesuai dengan selera masyarakat sekitar. Berikut beberapa gorengan yang paling diminati:
1. Tempe Goreng Tepung
Harga murah dan disukai semua kalangan. Cocok dijual Rp1.000 - Rp2.000 per potong.
2. Tahu Isi
Tahu diisi sayuran seperti kol dan wortel, kemudian digoreng dengan tepung. Banyak diminati sebagai camilan sore.
3. Bakwan (Bala-bala)
Campuran sayuran seperti kol, wortel, dan daun bawang. Salah satu gorengan paling populer dan selalu laku.
4. Pisang Goreng
Bisa menggunakan pisang kepok atau pisang uli. Variasi seperti pisang goreng krispi atau pisang cokelat dapat meningkatkan nilai jual.
5. Cireng atau Cilor
Cocok untuk target anak-anak dan remaja, terutama jika lokasi dekat sekolah.
6. Singkong atau Ubi Goreng
Bahan murah dengan margin keuntungan yang cukup baik.
7. Risoles atau Pastel Sederhana
Bisa dijual dengan harga sedikit lebih tinggi, cocok untuk menambah variasi produk.
Â
Strategi Kombinasi Produk yang Menguntungkan
Untuk meningkatkan penjualan, idealnya menyediakan 4-6 jenis gorengan sekaligus, misalnya:
-
Bakwan
-
Tahu isi
-
Tempe goreng
-
Pisang goreng
-
Cireng
Variasi produk membuat pelanggan tidak bosan dan meningkatkan peluang pembelian dalam jumlah lebih banyak.
Â
Lokasi Jualan yang Paling Potensial
-
Dekat sekolah
-
Pinggir jalan desa yang ramai
-
Area pasar
-
Dekat kantor desa atau pabrik kecil
-
Depan rumah jika berada di jalur lalu lintas warga
Waktu terbaik berjualan biasanya:
-
Pagi (06.00-09.00)
-
Sore (15.00-18.00)
Â
Cara Memulai Usaha Gorengan untuk Pemula
-
Gunakan resep yang konsisten:Â Rasa yang enak dan stabil adalah kunci pelanggan kembali.
-
Gunakan minyak bersih:Â Minyak yang terlalu hitam akan menurunkan kualitas dan kepercayaan pembeli.
-
Buat dalam jumlah bertahap:Â Goreng sedikit demi sedikit agar selalu hangat dan tidak terbuang.
-
Gunakan kemasan sederhana:Â Kertas minyak atau kertas nasi sudah cukup untuk usaha awal.
Tips Agar Usaha Gorengan Cepat Balik Modal
-
Jual dengan harga terjangkau (Rp1.000 - Rp2.000 per item)
-
Tawarkan paket hemat (misalnya 5 gorengan Rp5.000)
-
Promosikan melalui grup WhatsApp warga
-
Terima pesanan untuk acara kecil seperti rapat atau arisan
-
Tambahkan sambal atau cabai rawit sebagai nilai tambah
Jika penjualan stabil, modal awal peralatan seperti kompor dan wajan biasanya bisa kembali dalam waktu 1-2 bulan.
Risiko yang Perlu Diperhatikan
-
Gorengan tidak habis terjual (basi)
-
Harga minyak goreng naik
-
Kualitas rasa tidak konsisten
-
Lokasi kurang strategis
Untuk mengurangi risiko, perhatikan pola penjualan harian dan sesuaikan jumlah produksi.
Potensi Pengembangan Usaha
Jika usaha sudah berjalan lancar, Anda bisa mengembangkan dengan cara:
-
Menambah menu seperti martabak mini atau sosis goreng
-
Menjual minuman (teh manis, es jeruk, kopi)
-
Membuka sistem titip jual di warung sekitar
-
Membuat brand sederhana untuk dikenal warga
Dengan manajemen yang baik, usaha gorengan yang awalnya kecil bisa berkembang menjadi sumber penghasilan tetap di desa.
5. Warung Sembako Skala Kecil
Warung sembako merupakan salah satu usaha paling stabil dan minim risiko di desa karena menjual kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyarakat setiap hari.
Permintaan terhadap barang kebutuhan dasar cenderung tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi, sehingga usaha ini memiliki arus penjualan yang relatif konsisten.
Keunggulan lainnya adalah usaha warung sembako dapat dimulai dari rumah tanpa perlu menyewa tempat.
Dengan modal kecil dan pengelolaan stok yang tepat, warung sederhana bisa berkembang menjadi sumber penghasilan utama dalam jangka panjang.
Daftar Sembako yang Paling Laku di Desa
Berikut jenis barang yang umumnya menjadi produk utama warung sembako:
Bahan makanan pokok
-
Beras (kemasan kecil dan besar)
-
Minyak goreng
-
Gula pasir
-
Garam
-
Tepung terigu
-
Mie instan
-
Telur
-
Kecap dan saus
-
Santan instan
-
Kopi dan teh
Bumbu dapur dasar
-
Bawang merah
-
Bawang putih
-
Cabai
-
Penyedap rasa atau kaldu bubuk
Kebutuhan harian rumah tangga
-
Air mineral kemasan
-
Gas LPG 3 kg
-
Sabun mandi
-
Sabun cuci piring
-
Deterjen
-
Pasta gigi dan sikat gigi
-
Tisu
-
Pembalut
Produk tambahan yang sering laku
-
Pulsa dan paket data
-
Air galon isi ulang
-
Snack atau makanan ringan
-
Es batu
-
Rokok (jika sesuai dengan target pasar)
Menjual kombinasi kebutuhan makanan dan kebutuhan rumah tangga akan meningkatkan frekuensi pembelian pelanggan.
Estimasi Modal Awal Usaha Sembako
Untuk warung skala kecil:
-
Beras dan bahan pokok: Rp800.000 - Rp1.200.000
-
Minyak, gula, mie instan, telur: Rp500.000 - Rp800.000
-
Sabun, deterjen, dan kebutuhan rumah tangga: Rp300.000 - Rp600.000
-
Rak sederhana dan wadah: Rp200.000 - Rp400.000
Total modal awal: sekitar Rp1-3 juta
Modal bisa ditambah secara bertahap sesuai perkembangan penjualan.
Potensi Keuntungan
Margin keuntungan warung sembako biasanya berkisar 5-15% per produk.
Jika omzet harian mencapai Rp500.000:
-
Keuntungan bersih sekitar Rp50.000 - Rp150.000 per hari
-
Dalam sebulan bisa mencapai Rp1,5-4 juta tergantung volume penjualan
Keuntungan akan lebih besar jika ditambah produk tambahan seperti pulsa, gas, atau air galon.
Cara Memulai Warung Sembako untuk Pemula
-
Mulai dari produk yang paling sering dibeli: Fokus pada beras, minyak, mie instan, gula, dan telur.
-
Beli stok dalam jumlah kecil terlebih dahulu: Amati barang mana yang paling cepat habis.
-
Gunakan sistem pencatatan sederhana: Catat barang masuk, keluar, dan keuntungan harian.
-
Atur display agar rapi dan mudah dilihat: Warung yang bersih dan tertata akan lebih menarik pembeli.
Strategi Agar Warung Sembako Cepat Ramai
-
Buka lebih pagi dan tutup lebih malam dibanding pesaing
-
Sediakan kemasan eceran (minyak, beras, gula per ukuran kecil)
-
Berikan layanan pesan antar untuk tetangga dekat
-
Jaga keramahan dan hubungan baik dengan pelanggan
-
Sediakan layanan hutang terbatas untuk pelanggan terpercaya
Di desa, kepercayaan dan kedekatan sosial menjadi faktor penting dalam keberhasilan usaha.
Risiko Usaha Warung Sembako yang Perlu Diperhatikan
-
Stok menumpuk karena salah memilih produk
-
Barang kedaluwarsa
-
Modal terpakai untuk kebutuhan pribadi
-
Hutang pelanggan yang tidak terkontrol
Untuk mengurangi risiko, sebaiknya:
-
Pisahkan uang usaha dan uang pribadi
-
Batasi sistem hutang
-
Cek tanggal kedaluwarsa secara rutin
Potensi Pengembangan Usaha
Jika penjualan sudah stabil, warung sembako bisa dikembangkan menjadi:
-
Agen gas LPG dan air galon
-
Penjualan pulsa dan pembayaran listrik/token
-
Menambah freezer untuk es krim atau minuman dingin
-
Menjadi distributor kecil untuk warung lain
Dengan pengelolaan yang konsisten, warung sembako yang awalnya kecil dapat berkembang menjadi toko kebutuhan harian yang lebih besar dan menghasilkan pendapatan jangka panjang.
6. Usaha Toko Bangunan di Desa
Usaha toko bangunan merupakan salah satu peluang bisnis yang sangat menjanjikan di desa. Berbeda dengan usaha musiman, kebutuhan material bangunan bersifat jangka panjang dan berkelanjutan, karena masyarakat desa terus melakukan pembangunan, renovasi, maupun perbaikan rumah.
Mengapa Usaha Toko Bangunan Cocok di Desa?
1. Kebutuhan Selalu Ada
Masyarakat desa rutin melakukan:
-
Renovasi rumah
-
Pembangunan rumah baru
-
Perbaikan atap, lantai, atau pagar
-
Pembangunan kandang ternak
-
Pembuatan gudang hasil panen
-
Pembangunan fasilitas umum (mushola, pos ronda, dll.)
Karena itu, permintaan bahan seperti semen, pasir, paku, dan cat selalu ada sepanjang tahun.
2. Minim Persaingan
Di banyak desa, toko bangunan masih terbatas. Bahkan tidak jarang masyarakat harus membeli ke kota atau kecamatan yang jaraknya cukup jauh. Jika Anda membuka toko bangunan di lokasi strategis, peluang menjadi supplier utama desa sangat besar.
3. Margin Keuntungan Stabil
Rata-rata keuntungan toko bangunan:
-
Semen: Rp3.000-Rp7.000 per sak
-
Cat: margin 10-20%
-
Besi dan baja ringan: margin 5-15%
-
Peralatan kecil (paku, kuas, dll.): margin hingga 30%
Modal Awal Usaha Toko Bangunan Skala Desa
Modal bisa disesuaikan dengan skala usaha:
Skala Kecil (Rp10-25 juta)
Produk yang dijual:
-
Semen
-
Paku berbagai ukuran
-
Pasir dan batu (sistem titip dari supplier)
-
Cat tembok
-
Kuas, roll cat
-
Ember dan alat tukang sederhana
Skala Menengah (Rp30-70 juta)
Tambahan produk:
-
Besi beton
-
Baja ringan
-
Triplek dan papan
-
Keramik
-
Lem, sealant, dan bahan finishing
Skala Besar (Rp100 juta ke atas)
Produk lengkap:
-
Semua bahan konstruksi
-
Alat listrik (gerinda, bor)
-
Tangki air
-
Pipa PVC lengkap
-
Genteng, batako, dan material berat
Daftar Produk yang Paling Laris di Desa
Material Utama
-
Semen
-
Pasir
-
Batu split
-
Batu bata / batako
-
Besi beton
Material Struktur
-
Baja ringan
-
Kawat bendrat
-
Triplek
-
Papan kayu
Material Finishing
-
Cat tembok
-
Cat kayu dan besi
-
Thinner
-
Kuas dan roller
Peralatan Tukang
-
Palu
-
Gergaji
-
Meteran
-
Obeng
-
Sekop
Instalasi Air dan Listrik
-
Pipa PVC
-
Lem pipa
-
Stop kontak
-
Kabel listrik
-
Saklar
Produk-produk kecil seperti paku, lem, dan alat tangan biasanya memberikan margin lebih tinggi dibanding material besar.
Tips Memulai Usaha Toko Bangunan dari Nol
1. Mulai dari Produk Paling Dibutuhkan
Tidak perlu langsung lengkap. Fokus pada:
-
Semen
-
Paku
-
Cat
-
Pipa
-
Alat tukang dasar
Setelah pelanggan bertambah, baru tambahkan stok.
2. Cari Supplier dengan Harga Terbaik
Cari distributor resmi di kota terdekat. Bandingkan:
-
Harga grosir
-
Sistem pengiriman
-
Minimal pembelian
-
Diskon pembelian rutin
Semakin murah harga beli, semakin besar keuntungan.
3. Sediakan Sistem Pesanan
Untuk barang besar seperti:
-
Pasir
-
Batu
-
Besi panjang
-
Baja ringan
Anda bisa menggunakan sistem pre-order agar tidak perlu stok banyak di awal.
4. Pilih Lokasi Strategis
Lokasi terbaik:
-
Pinggir jalan utama desa
-
Dekat proyek pembangunan
-
Dekat area perumahan baru
-
Mudah dilalui kendaraan pickup atau truk
Strategi Agar Toko Bangunan Cepat Ramai
1. Beri Layanan Antar
Banyak pelanggan desa membutuhkan pengiriman ke rumah. Layanan antar bisa menjadi nilai tambah dan membuat pelanggan loyal.
2. Sistem Hutang Terbatas
Beberapa toko bangunan desa berkembang pesat karena memberikan:
-
Sistem tempo untuk tukang
-
Pembayaran setelah proyek selesai
Namun tetap batasi agar tidak mengganggu arus kas.
3. Bangun Relasi dengan Tukang dan Kontraktor
Tukang adalah pelanggan utama. Jika mereka cocok dengan toko Anda, mereka akan merekomendasikan ke banyak proyek.
4. Pasang Spanduk dan Promosi Lokal
Promosi sederhana:
-
Spanduk besar di depan toko
-
Informasi di grup WhatsApp desa
-
Kerja sama dengan kepala dusun atau RT
Estimasi Keuntungan Usaha Toko Bangunan
Contoh simulasi sederhana, Jika penjualan harian:
-
20 sak semen x Rp5.000 margin = Rp100.000
-
Cat dan alat kecil = Rp150.000 margin
-
Paku, lem, dan perlengkapan = Rp100.000
Total keuntungan harian: Rp350.000
Dalam sebulan: Rp350.000 x 30 hari = Rp10,5 juta
Jika skala usaha meningkat, keuntungan bisa mencapai Rp20-50 juta per bulan.
Tantangan Usaha Toko Bangunan di Desa
1. Modal Stok Besar
Material bangunan membutuhkan modal cukup besar. Solusinya:
-
Mulai dari produk kecil
-
Gunakan sistem pesanan
2. Barang Berat dan Butuh Gudang
Pastikan tersedia:
-
Area penyimpanan kering
-
Rak untuk barang kecil
-
Tempat khusus semen agar tidak lembap
3. Persaingan Harga
Jika ada pesaing, fokus pada:
-
Pelayanan
-
Ketersediaan barang
-
Pengiriman cepat
Peluang Pengembangan Jangka Panjang
Jika usaha berkembang, Anda bisa menambah layanan:
-
Jasa pengiriman material proyek
-
Penyewaan alat tukang
-
Penjualan material proyek skala besar
-
Menjadi distributor ke toko kecil
-
Jual bahan bangunan online lokal
-
Menyediakan paket bangun rumah sederhana
Bahkan banyak toko bangunan desa yang berkembang menjadi usaha ratusan juta hingga miliaran rupiah per tahun.
7. Usaha Jasa Pangkas Rambut
Di banyak desa, jumlah barbershop modern masih terbatas. Sebagian masyarakat masih mengandalkan tukang cukur tradisional. Jika dikelola dengan konsep yang lebih rapi, bersih, dan pelayanan yang baik, usaha pangkas rambut memiliki peluang besar untuk berkembang dan menjadi langganan tetap warga sekitar.
Mengapa Usaha Pangkas Rambut Cocok di Desa?
1. Kebutuhan Rutin dan Berulang
Rata-rata pria memotong rambut setiap:
-
2-4 minggu sekali (dewasa)
-
2-3 minggu sekali (anak-anak)
Artinya, pelanggan akan datang kembali secara berkala. Jika dalam satu desa terdapat ratusan pria, potensi pasar sangat besar.
2. Modal Relatif Kecil
Dibanding usaha lain, jasa pangkas rambut bisa dimulai dengan modal minim, bahkan di bawah Rp5 juta untuk skala sederhana.
3. Risiko Kecil
Tidak ada risiko barang kadaluarsa atau rusak seperti usaha makanan. Selama keterampilan terjaga, usaha bisa berjalan dalam jangka panjang.
4. Persaingan Masih Rendah
Di desa, jumlah barbershop modern masih sedikit. Peluang terbuka jika menawarkan:
-
Tempat yang bersih
-
Hasil potongan rapi
-
Pelayanan ramah
Estimasi Modal Awal Usaha Pangkas Rambut
Skala Sederhana (Rp2-5 juta)
Peralatan dasar:
-
Mesin cukur listrik: Rp300.000 - Rp800.000
-
Gunting dan sisir: Rp100.000 - Rp300.000
-
Cermin besar: Rp150.000 - Rp300.000
-
Kursi pelanggan: Rp300.000 - Rp1.000.000
-
Meja kecil: Rp100.000 - Rp300.000
-
Handuk dan kain penutup: Rp100.000 - Rp200.000
-
Bedak dan minyak rambut: Rp100.000
Tempat bisa menggunakan:
-
Teras rumah
-
Ruang kosong di rumah
-
Kios kecil
Skala Menengah (Rp7-15 juta)
Tambahan:
-
Kursi barber hidrolik
-
Mesin cukur cadangan
-
Hair dryer
-
Rak peralatan
-
Interior sederhana
-
Lampu dan dekorasi
Tarif Pangkas Rambut di Desa
Rata-rata harga:
-
Anak-anak: Rp8.000 - Rp12.000
-
Dewasa: Rp10.000 - Rp20.000
-
Model khusus (fade, undercut, dll.): Rp20.000 - Rp30.000
Jika dalam sehari melayani:
-
20 pelanggan x Rp12.000 = Rp240.000
Maka estimasi pendapatan bulanan: Rp240.000 x 30 hari = Rp7,2 juta
Jika pelanggan meningkat menjadi 30-40 orang per hari, penghasilan bisa mencapai Rp10-15 juta per bulan.
Model Layanan yang Paling Laris di Desa
1. Potong Rambut Pria Standar
Model yang sering diminta:
-
Potong pendek rapi
-
Cepak
-
Belah samping
-
Model sekolah
2. Model Modern yang Mulai Diminati
-
Undercut
-
Fade
-
Taper
-
Pompadour
-
French crop
Menawarkan model kekinian bisa menarik pelanggan muda.
3. Layanan Tambahan
Untuk menambah penghasilan:
-
Cuci rambut ( Rp5.000)
-
Creambath sederhana
-
Hair styling
-
Cukur jenggot atau kumis
-
Pijat kepala ringan
Tips Agar Usaha Pangkas Rambut Cepat Ramai
1. Jaga Kebersihan dan Kerapian
Hal yang sangat diperhatikan pelanggan:
-
Lantai bersih dari rambut
-
Alat steril dan rapi
-
Handuk bersih
-
Tempat nyaman
2. Pelayanan Ramah
Sikap yang membuat pelanggan kembali:
-
Menyapa dengan sopan
-
Mendengarkan permintaan model
-
Memberikan saran model yang cocok
3. Lokasi Strategis
Tempat terbaik:
-
Pinggir jalan utama desa
-
Dekat sekolah
-
Dekat pasar
-
Dekat area pemukiman padat
4. Promosi Sederhana
Promosi efektif di desa:
-
Spanduk jelas di depan
-
Info di grup WhatsApp warga
-
Diskon pembukaan
-
Promo khusus pelajar
Keterampilan yang Perlu Dikuasai
Jika belum memiliki kemampuan, bisa belajar melalui:
-
Kursus pangkas rambut (biaya Rp500.000-Rp2 juta)
-
Belajar dari barber berpengalaman
-
Tutorial online
-
Latihan pada teman atau keluarga
Kemampuan yang penting:
-
Teknik dasar potong
-
Penggunaan mesin cukur
-
Teknik fade dan gradasi
-
Finishing yang rapi
Strategi Menarik Pelanggan Tetap
1. Program Langganan
Contoh:
-
Potong 5 kali gratis 1 kali
-
Diskon pelanggan tetap
2. Jam Operasional Fleksibel
Banyak pelanggan datang:
-
Sore hari
-
Malam setelah kerja
Buka hingga pukul 20.00-21.00 bisa meningkatkan pendapatan.
3. Sediakan Hiburan Sederhana
Misalnya:
-
Musik
-
Televisi
-
Kipas angin atau AC kecil
Peluang Pengembangan Usaha
Jika usaha sudah stabil, bisa berkembang menjadi:
-
Barbershop modern
-
Menambah karyawan
-
Menjual pomade dan produk rambut
-
Menyediakan layanan home service
-
Membuka cabang di desa lain
-
Menyediakan paket potong untuk acara (khitanan, sekolah, dll.)
Dengan manajemen yang baik, usaha ini bisa berkembang menjadi bisnis jangka panjang yang menguntungkan.
Tantangan Usaha Pangkas Rambut di Desa
-
Pendapatan menurun saat musim hujan atau panen sepi
-
Persaingan jika muncul barber baru
-
Keterampilan harus terus ditingkatkan
-
Konsistensi kualitas layanan
Solusinya:
-
Terus belajar model terbaru
-
Jaga kualitas potongan
-
Bangun hubungan baik dengan pelanggan
8. Usaha Jasa Menjahit, Permak, dan Konveksi
Jasa menjahit, permak, dan konveksi merupakan salah satu jenis usaha yang sangat potensial di desa karena kebutuhan masyarakat terhadap pakaian bersifat rutin dan berulang. Mulai dari permak celana kepanjangan, mengecilkan baju, mengganti resleting, hingga membuat seragam sekolah dan baju kerja, semuanya membutuhkan jasa penjahit.
Mengapa Usaha Menjahit Cocok di Desa?
-
Kebutuhan selalu ada: Setiap orang pasti membutuhkan pakaian. Ketika ukuran tidak pas atau pakaian rusak, solusi termurah adalah permak, bukan beli baru.
-
Modal relatif kecil: Bisa dimulai dari satu mesin jahit di rumah tanpa perlu menyewa tempat.
-
Pelanggan cenderung loyal: Jika hasil rapi dan harga cocok, pelanggan akan kembali dan merekomendasikan ke orang lain.
-
Bisa dimulai dari skala rumahan: Tidak perlu karyawan di awal, cukup dikerjakan sendiri.
-
Potensi berkembang ke konveksi: Jika pelanggan meningkat, bisa naik kelas menjadi produksi seragam atau pakaian massal.
Estimasi Modal Awal Usaha Menjahit
Skala Pemula (Rp2-5 juta)
-
Mesin jahit portable: Rp1.500.000 - Rp2.500.000
-
Setrika uap / biasa: Rp200.000 - Rp400.000
-
Gunting, jarum, benang, meteran: Rp200.000 - Rp300.000
-
Meja kerja dan kursi: Rp300.000 - Rp600.000
-
Lampu dan perlengkapan kecil: Rp100.000
Total modal awal: sekitar Rp2-4 juta
Skala Menengah (Rp7-15 juta)
Tambahan:
-
Mesin obras: Rp2.000.000 - Rp4.000.000
-
Mesin jahit high speed
-
Rak kain
-
Etalase kecil
Jenis Layanan yang Paling Laku di Desa
1. Jasa Permak (Paling Cepat Laku)
-
Memendekkan celana
-
Mengecilkan baju
-
Ganti resleting
-
Jahit sobek
-
Tambal jeans
Tarif umum:
-
Permak celana: Rp10.000 - Rp20.000
-
Ganti resleting: Rp15.000 - Rp30.000
-
Jahit sobek: Rp5.000 - Rp10.000
2. Jahit Baju dari Nol
-
Seragam sekolah
-
Baju muslim
-
Kebaya sederhana
-
Kemeja kerja
Tarif:
-
Jahit baju sederhana: Rp60.000 - Rp120.000
-
Seragam sekolah: Rp80.000 - Rp150.000
3. Konveksi Skala Kecil
-
Seragam SD/SMP
-
Kaos komunitas
-
Jaket organisasi
-
Baju kerja pabrik kecil
Potensi Keuntungan Usaha Menjahit
Simulasi sederhana, Jika dalam sehari menerima:
-
5 permak x Rp15.000 = Rp75.000
-
2 jahit baju x Rp80.000 = Rp160.000
Total pendapatan harian: Rp235.000, Dalam sebulan: Rp235.000 x 25 hari kerja = Rp5,8 juta
Biaya operasional sangat kecil (listrik, benang, jarum), sehingga margin bersih bisa 70-80%.
Cara Memulai Usaha Menjahit dari Nol
1. Mulai dari Permak Dulu
Permak lebih cepat dapat pelanggan dan tidak butuh skill tingkat tinggi.
2. Gunakan Rumah Sendiri
Teras atau ruang depan sudah cukup untuk awal.
3. Pasang Spanduk Jelas
Tulisan sederhana: "Terima Jahit & Permak Pakaian"
4. Bangun Reputasi dari Hasil
Di desa, kualitas lebih penting dari promosi.
Target Pasar Paling Potensial
-
Ibu rumah tangga
-
Pelajar (seragam)
-
Guru dan perangkat desa
-
Penjahit seragam hajatan
-
UMKM kaos dan jaket
Tips Agar Cepat Ramai
-
Terima order cepat (permintaan dadakan)
-
Jangan telat menyelesaikan pesanan
-
Harga wajar, jangan terlalu mahal
-
Ramah dan mau revisi kecil gratis
9. Usaha Jasa Filter Air
Jasa filter air menjadi salah satu peluang usaha yang semakin relevan di desa maupun pinggiran kota, terutama di wilayah yang kualitas air sumurnya kurang baik. Masalah seperti air keruh, berbau, berwarna kuning, berasa payau, hingga mengandung zat besi (air merah) masih sangat umum ditemui di banyak daerah.
Di sisi lain, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya air bersih terus meningkat. Air tidak lagi hanya dilihat sebagai kebutuhan dasar, tetapi juga sebagai faktor kesehatan. Kondisi ini membuat jasa pemasangan dan perawatan filter air memiliki pasar yang luas, stabil, dan cenderung tumbuh dari tahun ke tahun.
Mengapa Jasa Filter Air Menjanjikan di Desa?
1. Masalah Air Bersih Masih Tinggi
Banyak desa menghadapi:
-
Air sumur kuning dan keruh
-
Air berbau besi atau belerang
-
Air asin di wilayah pesisir
-
Endapan lumpur saat musim hujan
Semua masalah tersebut membutuhkan solusi teknis, bukan sekadar direbus.
2. Kebutuhan Bersifat Jangka Panjang
Filter air tidak sekali pasang lalu selesai. Ada kebutuhan:
-
Ganti media filter
-
Service rutin
-
Pembersihan tabung
-
Upgrade sistem
Artinya, usaha ini menghasilkan repeat order.
3. Minim Persaingan
Di banyak desa, jasa filter air profesional hampir tidak ada. Umumnya warga:
-
Pasrah dengan air kotor
-
Pakai cara tradisional (endapan drum)
-
Atau beli galon terus-menerus
Pelaku usaha yang masuk lebih dulu punya peluang jadi pemain utama.
Jenis Masalah Air yang Paling Sering Ditangani
-
Air keruh berlumpur
-
Air kuning / merah (kandungan besi tinggi)
-
Air berbau logam atau belerang
-
Air asin atau payau
-
Air berminyak dari tanah
-
Endapan pasir halus
Setiap jenis masalah membutuhkan kombinasi media filter yang berbeda.
Jenis Layanan Jasa Filter Air
1. Pemasangan Filter Air Rumah Tangga
-
1 tabung sederhana
-
2 tabung (sediment karbon)
-
3 tabung (besi, karbon, resin)
2. Jasa Service & Perawatan
-
Backwash
-
Ganti pasir silika
-
Ganti karbon aktif
-
Pembersihan tabung
3. Jasa Konsultasi Kualitas Air
-
Analisa visual
-
Tes sederhana (TDS, pH)
-
Rekomendasi sistem filter
4. Sistem Skala Usaha
-
Filter air depot
-
Filter warung makan
-
Filter pesantren
-
Filter kolam ikan
Estimasi Modal Awal
Skala Pemula (Rp3-7 juta)
-
Tabung filter 2 unit: Rp2.000.000 - Rp3.000.000
-
Media filter (silika, karbon, mangan): Rp1.000.000
-
Pompa & selang: Rp500.000
-
Alat kerja dasar: Rp300.000
-
Stok media cadangan: Rp500.000
Total: Rp4-6 juta
Potensi Keuntungan
Pemasangan Baru
Harga jasa paket filter: Rp1.500.000 - Rp3.500.000 per rumah
Margin bersih: 30-50%
Service Berkala
-
Ganti media: Rp300.000 - Rp800.000
-
Pembersihan: Rp150.000 - Rp300.000
Jika melayani:
-
10 rumah / bulan = Rp5-10 juta omzet
-
Dengan biaya kecil, laba bisa Rp3-6 juta
Cara Memulai Usaha Jasa Filter Air
1. Kuasai Masalah Air Lokal
Kenali karakter air desa:
-
Berwarna apa
-
Bau apa
-
Endapan apa
Ini menentukan sistem filter.
2. Mulai dari Sistem Sederhana
Tidak perlu langsung RO mahal. Banyak masalah cukup dengan:
-
Silika karbon mangan
3. Dokumentasikan Hasil
Foto sebelum dan sesudah pemasangan:
-
Air keruh → jernih, Ini sangat efektif untuk promosi.
4. Edukasi Warga
Banyak warga tidak sadar:
-
Air kuning bisa merusak kulit
-
Air besi bisa merusak peralatan
-
Air bau bisa berbahaya jangka panjang
Target Pasar Paling Potensial
-
Rumah tangga
-
Warung makan
-
Pesantren
-
Sekolah
-
Klinik desa
-
Depot air minum
Strategi Agar Cepat Dapat Pelanggan
-
Promosi lewat grup WhatsApp RT/RW
-
Demo gratis ke satu rumah
-
Sistem referral (komisi tetangga)
-
Spanduk di jalan desa
-
Kerja sama tukang sumur
Risiko yang Perlu Diperhatikan
-
Salah diagnosa masalah air
-
Media filter cepat rusak
-
Komplain hasil tidak maksimal
-
Pompa tekanan rendah
Solusi:
-
Jangan overpromise
-
Selalu tes air awal
-
Edukasi bahwa filter bukan sulap
Potensi Pengembangan Usaha
Jika sudah stabil, bisa berkembang menjadi:
1. Penjualan Media Filter
-
Karbon aktif
-
Silika
-
Resin
-
Mangan
2. Sistem RO Skala Kecil
Untuk:
-
Depot
-
Klinik
-
Kafe
3. Kontrak Perawatan Bulanan
Sekolah, pesantren, pabrik kecil
4. Distributor Filter Desa
Supply ke:
-
Warung
-
Tukang air
-
Agen galon
10. Budidaya Maggot atau Cacing Sutra
Budidaya maggot (larva Black Soldier Fly/BSF) dan cacing sutra merupakan salah satu peluang usaha paling menarik di desa, terutama karena permintaan pakan alami untuk ikan, unggas, dan reptil terus meningkat. Di tengah mahalnya harga pakan pabrikan, maggot dan cacing sutra hadir sebagai alternatif yang lebih murah, bergizi tinggi, dan ramah lingkungan.
Mengapa Budidaya Maggot & Cacing Sutra Menjanjikan?
1. Permintaan Tinggi dan Stabil
Target pasar sangat luas:
-
Pembudidaya lele, nila, patin
-
Peternak ayam dan bebek
-
Pemilik burung kicau
-
Toko pakan ternak
-
Penghobi ikan hias
Pakan alami selalu dicari karena:
-
Lebih murah
-
Ikan lebih cepat besar
-
Kandungan protein tinggi
2. Modal Relatif Kecil
Bisa dimulai dari skala rumahan menggunakan:
-
Ember
-
Box plastik
-
Rak kayu
-
Limbah organik
3. Siklus Panen Cepat
-
Maggot: panen 10-14 hari
-
Cacing sutra: panen 15-25 hari
Perputaran uang sangat cepat dibanding ternak lain.
4. Bisa Digabung dengan Usaha Lain
Cocok dikombinasikan dengan:
-
Ternak lele
-
Ternak ayam
-
Budidaya ikan hias
-
Pengelolaan sampah desa
Estimasi Modal Awal
Skala Pemula (Rp500 ribu - Rp2 juta)
-
Telur BSF / bibit cacing: Rp100.000 - Rp300.000
-
Box/wadah budidaya: Rp200.000 - Rp500.000
-
Rak dan terpal: Rp200.000
-
Limbah organik: bisa gratis
-
Alat kecil: Rp100.000
Total: Rp500 ribu - Rp1,5 juta
Potensi Keuntungan
Maggot
Harga jual:
-
Maggot segar: Rp5.000 - Rp10.000/kg
-
Maggot kering: Rp25.000 - Rp40.000/kg
Jika produksi 30 kg/bulan: 30 kg x Rp8.000 = Rp240.000
Skala kecil, tapi bisa naik cepat jika diperbanyak.
Cacing Sutra
Harga jual:
-
Rp25.000 - Rp40.000/kg
Jika produksi 20 kg/bulan: 20 kg x Rp30.000 = Rp600.000
Skala lebih besar bisa menghasilkan jutaan per bulan.
Cara Memulai Budidaya Maggot
1. Siapkan Media
Gunakan:
-
Ampas tahu
-
Dedak
-
Sisa sayur
-
Limbah dapur
2. Buat Kandang BSF
-
Tempat lembap
-
Tidak kena hujan langsung
-
Ada ventilasi
3. Tebar Telur, Tunggu menetas 3-4 hari.
4. Panen Bertahap, Hari ke-10 sudah bisa panen.
Cara Memulai Budidaya Cacing Sutra
1. Siapkan Media Lumpur, Campuran:
-
Tanah halus
-
Kotoran ayam
-
Dedak
2. Aliran Air Pelan Cacing sutra butuh air mengalir ringan.
3. Panen Setelah 2-3 minggu.
Target Pasar Paling Potensial
-
Peternak ikan lokal
-
Toko pakan ternak
-
Komunitas aquascape
-
Pet shop
-
Pengepul pakan alami
Tips Agar Cepat Laku
-
Jual dalam bentuk segar
-
Berikan sampel gratis ke peternak
-
Jual lewat grup Facebook/WhatsApp
-
Tawarkan harga grosir
-
Buat video panen (konten sangat laku)
Risiko yang Perlu Diperhatikan
Maggot
-
Bau jika media berlebihan
-
Lalat liar
-
Media busuk
Cacing Sutra
-
Air kotor
-
Aliran mati
-
Media terlalu asam
Solusi:
-
Jaga kebersihan
-
Jangan overfeeding
-
Kontrol kelembapan
Potensi Pengembangan Usaha
Jika sudah stabil, bisa berkembang menjadi:
1. Pakan Kering Kemasan
Maggot kering vacuum
2. Tepung Maggot
Untuk campuran pakan pabrikan
3. Jasa Pengolahan Sampah Organik
Kerja sama pasar atau restoran
4. Supply ke Skala Industri
Peternakan besar
(dag/dag)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article 50 Ide Bisnis dengan Perputaran Uang Cepat dan Stabil