10 Benda yang Sebaiknya Tidak Dibeli Lagi, Bikin Keuangan Boros
Dafar Isi
- 1. Ponsel Baru Setiap Tahun
- 2. Air Minum Kemasan Sekali Pakai
- 3. Makan Siang di Luar Setiap Hari
- 4. Langganan Layanan Hiburan Berlebihan
- 5. Suplemen yang Tidak Diperlukan
- 6. Aksesori Hewan Peliharaan yang Berlebihan
- 7. Buku-Buku yang Tidak Pernah Dibaca
- 8. Produk Kebersihan dengan Fungsi Serupa
- 9. Pakaian Murah tapi Tidak Tahan Lama
- 10. Kopi & Minuman Kekinian
- Tips Mengatur Keuangan Ala Frugal Living
- 1. Tunda 48 Jam Sebelum Membeli
- 2. Hitung Biaya Tahunan
- 3. Fokus Nilai, Bukan Gengsi
- 4. Sadari "Silent Spending"
Jakarta, CNBC Indonesia - Ternyata, kebiasaan kecil sehari-hari dari membeli kopi hingga langganan aplikasi bisa menguras jutaan rupiah per tahun tanpa disadari. Mengubah kebiasaan ini bisa bikin pengeluaran lebih terkendali tanpa harus mengorbankan kenyamanan.
Konsep utama frugal living: bukan hidup miskin, tapi hidup sadar finansial. Mengeluarkan uang hanya untuk hal yang benar-benar memberi nilai nyata.
Berikut 10 barang yang paling sering bikin keuangan bocor tanpa disadari.
1. Ponsel Baru Setiap Tahun
Ganti ponsel tiap ada model terbaru adalah salah satu kebiasaan paling mahal.
Harga flagship bisa tembus Rp10-15 juta, tapi nilai jualnya turun cepat. Dalam 1 tahun, depresiasi bisa mencapai 30-40%.
Realita finansial: Jika Anda ganti HP tiap 2 tahun sekali, selama 10 tahun Anda bisa menghabiskan >Rp60 juta hanya untuk ponsel.
Solusi cerdas:
-
Gunakan ponsel sampai benar-benar tidak layak.
-
Pilih model 1-2 generasi di bawah.
-
Prioritaskan fungsi, bukan gengsi.
2. Air Minum Kemasan Sekali Pakai
Satu botol air Rp5.000 terlihat murah, tapi jika beli tiap hari:
- Rp5.000 × 30 hari = Rp150.000/bulan
- Rp150.000 × 12 bulan = Rp1,8 juta/tahun
Solusi: Botol minum + galon = biaya hampir nol dalam jangka panjang, plus lebih ramah lingkungan.
3. Makan Siang di Luar Setiap Hari
Rata-rata makan siang di luar Rp40.000-Rp60.000. Jika 22 hari kerja:
- Rp50.000 × 22 = Rp1,1 juta/bulan
- Rp1,1 juta × 12 = Rp13 juta/tahun
Solusi realistis:
Meal prep 2-3 hari sekali. Bahkan bekal sederhana bisa menghemat lebih dari 60%.
4. Langganan Layanan Hiburan Berlebihan
Netflix, Spotify, YouTube Premium, Disney+, Prime, dll. Banyak orang langganan 4-5 platform sekaligus, padahal aktif nonton cuma satu.
Total bisa: Rp300.000-Rp500.000/bulan = Rp6 juta/tahun
Solusi:
-
Pakai maksimal 1-2 platform.
-
Berhenti langganan yang jarang dipakai.
-
Alternatif gratis: YouTube, podcast, perpustakaan digital.
5. Suplemen yang Tidak Diperlukan
Vitamin, booster imun, collagen, detoks-padahal pola makan masih berantakan.
Sebagian besar suplemen tidak diperlukan jika:
-
Tidur cukup
-
Makan seimbang
-
Aktivitas fisik rutin
Solusi: Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Jangan konsumsi berdasarkan iklan.
6. Aksesori Hewan Peliharaan yang Berlebihan
Baju lucu, mainan mahal, stroller kucing, tempat makan premium-padahal hewannya tidak peduli. Banyak pemilik hewan menghabiskan jutaan hanya untuk estetika. Hewan butuh:
-
Makan bergizi
-
Kandang bersih
-
Perawatan kesehatan
7. Buku-Buku yang Tidak Pernah Dibaca
Beli buku karena diskon, tampilan bagus, atau FOMO. Akhirnya menumpuk di rak tanpa pernah dibuka.
Jika satu buku Rp100.000 dan beli 20 buku = Rp2 juta mengendap tanpa manfaat.
Solusi:
-
Beli setelah benar-benar mau membaca.
-
Gunakan perpustakaan atau e-book.
-
Terapkan aturan: 1 buku selesai → baru beli lagi.
8. Produk Kebersihan dengan Fungsi Serupa
Sabun wajah A, toner B, serum C, cleanser D-padahal fungsinya mirip.
Marketing skincare membuat orang membeli 6 produk untuk satu kebutuhan.
Solusi:
-
Cleanser
-
Moisturizer
-
Sunscreen
Lebih dari itu sering kali tidak perlu.
9. Pakaian Murah tapi Tidak Tahan Lama
Beli kaos Rp50.000, rusak dalam 2 bulan. Ulang terus. Padahal kaos Rp150.000 bisa tahan 2 tahun.
Kesalahan umum: Fokus harga murah, bukan nilai jangka panjang.
10. Kopi & Minuman Kekinian
Rp25.000 per gelas × 20 hari kerja = Rp500.000/bulan = Rp6 juta/tahun hanya untuk minuman.
Padahal kopi kemasan di rumah: Rp2.000 per gelas.
Tips Mengatur Keuangan Ala Frugal Living
1. Tunda 48 Jam Sebelum Membeli
Jika setelah 2 hari masih merasa butuh, baru beli.
2. Hitung Biaya Tahunan
Jangan lihat harga harian, lihat total setahun.
3. Fokus Nilai, Bukan Gengsi
Barang murah tapi sering rusak = mahal dalam jangka panjang.
4. Sadari "Silent Spending"
Pengeluaran kecil tapi rutin adalah pembunuh keuangan terbesar.
Kebocoran finansial jarang datang dari satu pembelian besar, tapi dari puluhan pembelian kecil yang dianggap wajar. Dengan menghentikan 5-10 kebiasaan sepele di atas, rata-rata orang bisa menghemat: Rp500.000 - Rp2.000.000 per bulan = Rp6 juta - Rp24 juta per tahun
Tanpa harus:
-
Menurunkan kualitas hidup
-
Berhenti menikmati hidup
-
Hemat uang tanpa bersikap pelit pada diri sendiri
(dag/dag)