Mau Kaya? Ikuti 4 Jalan Ninja Warren Buffett, Resesi Minggir

My Money - Ayyi Hidayah, CNBC Indonesia
31 October 2022 09:25
Infografis/Gokil!! Dari perusahaan cokelat, warren buffett cuan 8000%/Aristya Rahadian Foto: Infografis/Gokil!! Dari perusahaan cokelat, warren buffett cuan 8000%/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam investasi saham, Warren Buffett dikenal sebagai salah satu investor kawakan yang pandai dalam memilih saham bagus untuk dibeli. Lalu seperti apa cara memilih saham yang bagus ala Warren Buffett tersebut?

Sebelum membahas teknik yang digunakan oleh Warren Buffett dalam memilih saham mana yang akan diinvestasikan, penting bagimu untuk mengetahui 4 strategi investasi saham secara umum, yaitu:

Value Investing

Ini adalah strategi investasi yang dipopulerkan oleh Benjamin Graham dalam bukunya The Intelligent Investor. Pada strategi ini, investor fokus memilih saham yang ditransaksikan di bawah nilai wajarnya atau undervalued. Banyak cara untuk menemukan saham yang undervalued, salah satunya adalah dengan memakai metode analisis Price to Earning Ratio (P/E Ratio).

Growth Investing

Sesuai namanya, growth investing adalah strategi investasi yang fokus pada membeli saham-saham emiten dengan proyeksi pertumbuhan tinggi di masa depan. Pada strategi ini, investor tidak peduli apakah suatu saham dijual murah atau mahal, sebab yang terpenting adalah harga saham tersebut mempunyai peluang tinggi untuk tumbuh berkali-kali lipat di masa mendatang. Umumnya, saham growth adalah saham-saham perusahaan baru yang masih dalam tahap pertumbuhan dan ekspansi.

Momentum investing

Strategi investasi saham yang ketiga adalah momentum investing. Pada strategi ini, investor memutuskan untuk membeli atau menjual saham mengikuti trend yang terjadi di pasar modal. Istilah kerennya riding the wave. Jadi, investor akan beli saham yang sedang uptrend (harganya naik), dan menjual saham tersebut ketika tren harganya berbalik arah atau bearish.

Dollar-Cost Averaging

Strategi investasi saham yang terakhir adalah Dollar Cost Averaging (DCA). Strategi ini sangat mudah diikuti oleh pemula karena tidak diperlukan analisa harga saham sebagaimana pada ketiga strategi investasi sebelumnya. Pada DCA, investor hanya perlu berinvestasi secara rutin setiap minggu, bulan, atau tentukan sendiri waktunya. Dengan begitu, investor akan mendapat harga rata-rata dari pembelian saham secara jangka panjang serta tidak perlu pusing melakukan market timing.

Nah, diantara keempat strategi investasi saham tersebut, Warren Buffett diketahui menggunakan metode value investing dalam menentukan mana saham yang bagus untuk dibeli. Bagaimana cara Warren Buffett melakukannya?

Berbeda dengan kebanyakan investor di luar sana, Warren Buffett tidak pernah memakai analisa teknikal dalam memilih saham. Entah itu teknik analisa Moving Average (MA), Relative Strength Index (RSI), On-Balance Volume (OBV), atau lain-sebagainya.

Sebaliknya, metode analisa yang Warren Buffett gunakan adalah analisa fundamental dengan membaca riwayat laporan keuangan perusahaan secara menyeluruh. Dalam menganalisa laporan keuangan, terdapat beberapa indikator yang sangat diperhatikan oleh Warren Buffett dan mempengaruhi keputusannya untuk membeli saham perusahaan, yaitu:

Rasio Utang terhadap Ekuitas

Saham yang bagus adalah saham dari emiten dengan rasio utang terhadap ekuitas kecil. Cara menghitungnya adalah dengan membagi total utang perusahaan dengan total ekuitasnya dalam satu periode. Nilai Debt to Equity Ratio (DER) yang kecil menandakan bahwa manajemen lebih banyak menggunakan ekuitas daripada utang untuk membiayai operasional perusahaan.

Umumnya, rekomendasi saham yang layak dibeli adalah saham-saham perusahaan dengan nilai DER di bawah 1. Namun hal ini dapat berbeda antara satu industri dengan yang lainnya. Sehingga tidak boleh dijadikan sebagai satu-satunya faktor penilai.

Return on Equity (ROE)

Berikutnya, Buffett melihat indikator Return on Equity (ROE) dalam memilih saham. ROE adalah indikator yang menunjukkan tingkat profitabilitas perusahaan. Cara menghitung ROE adalah dengan membagi total laba bersih (net income) perusahaan dengan total ekuitas yang dimiliki perusahaan pada satu periode.

Semakin tinggi ROE berarti semakin bagus perusahaan dalam menghasilkan laba bersih bagi pemegang saham, sehingga membuat sahamnya semakin menarik untuk dibeli. Tapi ingat, saat kamu menganalisa ROE perusahaan, sebaiknya gunakan jangka waktu yang panjang (5 - 10 tahun) untuk mengetahui mana saja perusahaan yang mampu menghasilkan tingkat ROE yang bagus dan konsisten selama bertahun-tahun.

Margin Keuntungan Bersih

Margin keuntungan bersih atau Net Profit Margin (NPM) juga merupakan indikator yang sering dipakai Warren Buffett dalam memilih saham yang bagus. NPM mengukur berapa persen laba bersih yang diterima perusahaan dari total pendapatan pada suatu periode. Rumusnya adalah dengan membagi total laba bersih dengan pendapatan bersih, lalu dikali 100.

Semakin tinggi NPM berarti semakin efisien perusahaan tersebut dalam mengelola biaya. Saham yang bagus dikoleksi adalah saham dengan rasio NPM tinggi dan stabil ataupun meningkat dari tahun ke tahun.

Saham diskon

Inti dari strategi value investing yang dipakai oleh Warren Buffett adalah mencari saham yang sedang diskon atau dihargai di bawah dari nilai wajarnya. Cara mengetahuinya adalah dengan menghitung nilai intrinsik saham lalu membandingkannya dengan harga saham pada saat ini; apakah dia dijual lebih mahal atau justru lebih murah.

Hingga sekarang, tidak ada satu pun cara pasti yang bisa digunakan untuk menghitung nilai intrinsik saham sebab semua investor dapat memiliki pandangan yang berbeda-beda. Adapun dua cara yang paling populer dipakai investor saat ini adalah metode Discounted Cash Flow (DCF) dan Price to Earning Ratio (PER).

Selain keempat cara di atas, Buffett juga akan melihat keunikan dari produk/jasa yang dijual oleh perusahaan tersebut sebelum menentukan apakah sahamnya layak dibeli atau tidak. Semakin unik produk/jasa yang ditawarkan perusahaan berarti semakin sulit pula ditiru oleh kompetitor sehingga memungkinkan perolehan margin keuntungan yang lebih besar.

Dibandingkan investasi di instrumen lain, investasi saham terbilang lebih rumit karena banyak yang perlu dianalisa. Nah, untuk memudahkan investor dalam menganalisa saham, Stockbit menyediakan fitur Stock Screener di aplikasinya lengkap dengan indikator-indikator yang umum dipakai investor saat analisa saham.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

'Hantu' Resesi Gentayangan, Investasi Apa yang Kasih Cuan?


(ayh/ayh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading