Yuk Cari Tau Prospek DeFi dan Perkembangannya

My Money - Eqqi Syahputra, CNBC Indonesia
08 August 2022 12:03
Pejalan kaki melewati iklan yang menampilkan token cryptocurrency Bitcoin di Hong Kong, Selasa (15/2/2022). (Photo by Anthony Kwan/Getty Images) Foto: Pejalan kaki melewati iklan yang menampilkan token cryptocurrency Bitcoin di Hong Kong, Selasa (15/2/2022). (Photo by Anthony Kwan/Getty Images)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saat ini ada berbagai sistem dan komponen dalam dunia uang digital kripto (cryptocurrency) salah satunya decentralized finance atau yang dikenal DeFi.

DeFi sendiri adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sistem keuangan yang berbasis blockchain, di mana mereka dapat beroperasi tapa adanya otoritas pusat. Hal ini membuat semua pesertanya diberi posisi yang sama tanpa adanya posisi otoritas seperti perbankan atau institusi keuangan lainnya.

Gagasan mengenai DeFi ini tentu menarik minat dari banyak orang. Sistem DeFi seperti bitcoin dan cryptocurrency memang bersifat menghapuskan adanya perantara saat melakukan transaksi.


Jika Anda memiliki bitcoin, maka Anda memiliki kontrol sepenuhnya dan bisa bertransaksi satu sama lain tanpa adanya izin pihak luar.

Hanya melalui DeFi, para pemilik aset atau peserta dapat melakukan kegiatan seperti pinjam meminjam, akuisisi hak properti dan masih banyak lagi dengan cara mereka sendiri.

Namun yang menjadi masalah, platform DeFi yang digunakan oleh kebanyakan orang tidak lain tidak bukan adalah versi elektronik dari sistem keuangan tradisional (perbankan, dan lain-lain). Di mana Anda menggunakan layanan dengan harga dan ketentuan yang sudah disetujui.

Saat ini, sudah hampir ribuan mata uang digital yang tersedia. Begitu juga dengan banyaknya platform-platform yang turut hadir.

Sayangnya, tidak sedikit platform yang menutup akses dan layanan yang cukup terbatas untuk bisa bertransaksi dengan beragam pasar lainnya. Hal tersebut yang menjadi hambatan di dunia DeFi. Hambatan interoperabilitas ini memang harus segera diatasi.

Salah satu solusi dari masalah interoperabilitas ini adalah platform Cross-Chain Bridge. Beberapa tahun terakhir ini, ada sejumlah platform yang hadir dan memungkinkan para pengguna untuk melakukan transfer aset dari satu jaringan ke jaringan lainnya, begitupun sebaliknya.

Melihat dari kegunaannya, interoperabilitas adalah hal yang sangat penting. Mengingat begitu lemah dan mahalnya melakukan transaksi di beberapa jaringan utama, seperti Ethereum.

Secara sekilas, ide Cross-Chain Bridgeini adalah cara yang ideal untuk memusnahkan hambatan yang ada di industri DeFi. Sayangnya, muncul masalah lain seperti pusat jembatan (bridge) dan ketidakmampuan teknis dari banyaknya platform Cross-Chain Bridge.

Melalui sentral bridge ini, pengguna akan diberikan kenyamanan, terutama pada platform utama seperti Binance, di mana banyak pengguna yang sudah mendepositkan dana mereka dengan mempercayakan kendali atas uang mereka kepada otoritas pusat.

Melalui blockchain bridge, pengguna yang ingin melakukan transfer antar blockchain yang berbeda seringkali dibatasi oleh skalabilitas jaringan yang mendasarinya serta kesulitan untuk mengintegrasikan banyak blockchain secara bersamaan.

Salah satu jaringan yang sudah mampu melakukan negosiasi dari permasalahan yang hadir dan berhasil menarik banyak perhatian di dunia DeFi adalah Everscale. Meskipun termasuk jaringan yang baru lahir, Everscale mampu menjadi salah satu jaringan blockchain paling tangguh di Asia.

Alasan utamanya adalah karena Everscale selalu memegang erat prinsip dasar DeFi dan juga kekuatan platformnya. Pemeran utama di antara platform tersebut adalah Octus Bridge, platform Cross-Chain Bridge Everscale.

Octus Bridge berhasil membuktikan keunggulannya dengan memanfaatkan kemampuan teknis dasar mereka, yakni Everscale. Di manaEverscalemenawarkan waktu proses transaksi tercepat di antara semua blockchain.

Platform ini menyediakan layanan transfer jaringan secara singkat, sederhana dan juga hemat biaya.

Everscale bisa menampilkan banyak keunggulan seba mekanisme shardingnya, yang memberikan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan jaringan blockchain apapun, seberapa besar ukurannya tanpa ada beban yang mempengaruhi kinerjanya.

Semakin banyak beban yang dimiliki oleh jaringan blockchain, maka pengguna akan mengalami waktu transaksi yang lebih lama dan biaya transaksi pun ikut melonjak tinggi. Hal tersebut tidak terjadi pada Everscale, sehingga jaringan ini termasuk jaringan yang ideal dijadikan sebagai solusi permasalahan pada industri DeFi.

Tahun ini, Octus Bridge memperkenalkan teknologi Invisible Bridge dan Universal Bridge. Teknologi Invisible Bridge adalah solusi untuk layanan transfer yang dilakukan antar jaringan EVM. Biasanya, saat seseorang melakukan transfer antar jaringan EVM ini, mereka harus melalui proses yang panjang melalui satu jaringan ke jaringan netral lalu ke jaringan tujuan utama dan akan membayar biaya yang tidak sedikit.

Karena mereka harus membayar biaya gas untuk setiap transaksi transfer. Melalui Invisible Bridge, semua dilakukan secara sederhana dan Anda hanya perlu membayar gas sekali saja, pada mata uang pilihan pengguna. Transaksi menjadi lebih hemat waktu dan biaya.

Sementara itu, teknologi Universal Bridge adalah solusi inovatif yang berpotensi memperbaiki banyak masalah di industri DeFi. Melalui teknologi ini, pengguna Octus Bridge dapat melakukan transfer aset apapun ke Everscale. Selain itu, Anda akan diberikan lebih banyak otonomi atas aset, sehingga pemilik dana, pemegang koin atau token apapun dapat memanfaatkan kebebasan tersebut.

Baik jaringan Everscale dan platform Octus Bridge, sama-sama dikendalikan oleh DAO (Decentralized Autonomous Organization). Artinya, setiap orang yang bersedia bisa berpartisipasi dalam tata kelola mereka dan mengusulkan adanya perubahan. Dari terobosan teknologi ini, maka hambatan di DeFi akan terkendali dan akan kembali menempatkan kekuasaan di tangan masing-masing individu tanpa adanya otoritas pusat.

Sementara itu, pasar cryptocurrency telah mengalami penurunan secara keseluruhan. Sehingga menyebabkan sentimen dari investor menurun dan deflasi pasar. Salah satu keuntungan yang hadir adalah muncul kembali pendekatan back-to-basic yang diperjuangkan oleh jaringan Everscale.

Jika sudah mencapai di mana pusat otoritas keuangan berada di tangan pengguna tanpa ada otoritas lain yang membatasinya, maka akan terbentuk kekuatan baru dari industri DeFi untuk ke depannya.


[Gambas:Video CNBC]

(dpu/dpu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading