Kapan Momen Tepat Masuk ke Pasar Saham? Ini Jawabannya

My Money - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
21 May 2022 21:54
allo bank festival

Jakarta, CNBC Indonesia - Investasi di saham salah satunya yang sedang populer dilakukan generasi muda saat ini. Namun kejatuhan pasar saham domestik baru-baru ini, sempat membuat banyak yang mengeluh karena mengalami rugi besar.

Treasury Director Bank Mega, Martin Mulwanto pun membeberkan mengenai waktu yang tepat untuk mulai berinvestasi. Menurut dia, investasi bisa dilakukan di waktu kapan pun.

Ketika sudah memiliki uang lebih di luar kebutuhan sehari-hari, seseorang bisa segera langsung melakukan investasi. Adapun sebelum menaruh investasi di pasar saham, calon investor bisa memulainya dengan menaruh di deposito.


"Apakah ini saatnya untuk masuk cash? Cash termasuk investasi. Memang bunga di Indonesia the lowest ever. Jadi kita masukin bunga di bank umum itu kecil. Tapi taruh di digital bank masih jauh di atas, masih 6%," papar dia kepada CNBC Indonesia, Sabtu (21/5/2022).

Kemudian, sembari menunggu momentum yang tepat untuk masuk di pasar saham, calon investor bisa menentukan jumlah portofolio atau memilih yang memiliki volatilitas tinggi. Oleh karena itu, Martin menegaskan bahwa momentum untuk berinvestasi menjadi penting.

Seperti diketahui, jumlah investor di pasar modal Tanah Air terus menunjukkan pertumbuhan. Saat ini jumlahnya sudah mencapai 8.022.386 investor.

Jumlah ini meningkat dari posisi 21 Januari 2022, di mana jumlah investor pasar modal menembus 7,75 juta investor. Adapun angka itu sudah bertambah lebih dari 260 ribu investor sejak akhir Desember 2021 lalu.

Lebih lanjut Martin menjelaskan, bahwa dengan kondisi yang tidak menentu seperti saat ini, pergerakan pasar tidak dapat diprediksikan apakah negatif atau positif.

"Kita tidak tahu inflasi akan turun. Tapi dengan kondisi ini perang masih berlanjut, artinya ini akan membawa investment kita yang growth turun, saham turun, kita tahu interest naik, kita put money di bonds kena dampaknya," ungkap Martin.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saham, Kripto & NFT, Mana yang Menarik?


(dpu/dpu)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading