Begini Aturan Cara Hitung THR Sesuai dengan Undang-Undang

My Money - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
31 March 2022 08:20
Infografis/ Gaji ke-13 PNS Cair 1 Juni, Cek Besaran Tiap Golongan!/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - THR tentunya menjadi topik pembahasan yang selalu menyenangkan untuk dibahas menjelang hari raya. THR sendiri merupakan upah yang karyawan terima sebelum hari raya, baik pegawai tetap maupun kontrak berhak untuk mendapatkannya.

Mengenai aturan cara hitung THR sesuai dengan ketetapan Permenaker Nomor 6 tahun 2016. Lantas, bagaimana cara hitung THR yang sesuai dengan undang-undang?


Aturan Cara Hitung THR

THR atau Tunjangan Hari Raya merupakan pendapatan non pokok yang wajib dibayarkan perusahaan kepada karyawan setiap kali menjelang hari raya. THR selalu identik dengan lebaran bagi masyarakat muslim.

Tetapi perlu diketahui, bahwa bukan hanya saat lebaran saja, menjelang hari raya agama selain islam pun juga berhak untuk mendapatkan THR.

Seperti THR natal untuk karyawan yang beragama kristen, lalu THR waisak untuk karyawan yang beragama Budha, Ada juga THR nyepi bagi karyawan beragama Hindu, demikian pula THR imlek untuk umat Konghucu.

Pemberian THR ini sudah disesuaikan dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016 yang menyebutkan bahwa cara hitung THR bergantung pada masa kerja.

Cara Hitung THR Sesuai Masa Kerja

Berikut ini rincian perhitungan THR sesuai dengan masa kerja karyawan sesuai dengan Permenaker nomor 6 Tahun 2016:

  • Karyawan yang sudah bekerja selama 12 bulan atau satu tahun, berhak mendapatkan besaran THR sebesar satu kali gaji

  • Karyawan yang bekerja minimal 1 bulan atau kurang dari 12 bulan akan mendapatkan THR secara proporsional sesuai dengan masa kerjanya

Cara Hitung THR Secara Proporsional Jika Masa Kerja Kurang Dari Setahun

Bagi karyawan yang bekerja dengan masa kerja kurang dari 12 bulan pasti khawatir mereka tidak akan mendapatkan THR. Padahal secara perhitungan perundangan, karyawan tersebut tetap mendapatkan THR dengan perhitungannya sebagai berikut:

THR = Masa Kerja x Gaji Bulanan

Gaji bulanan meliputi gaji pokok dan tunjangan. Jika terdapat tunjangan makan yang bersifat harian dan tergantung kehadiran tidak masuk ke dalam perhitungan THR nantinya.

Cara Hitung THR Bagi Karyawan dengan Masa Kerja Lebih Dari 12 Bulan

Sesuai dengan aturan Permenaker No 6 Tahun 2016, maka karyawan yang sudah bekerja selama 12 bulan berhak untuk mendapatkan THR sebesar upah pokok.

Cara Hitung THR Bagi Karyawan Harian

Bagi karyawan harian, maka cara hitung THR sedikit berbeda dari aturan sebelumnya. Rinciannya adalah sebagai berikut:

  • Karyawan harian yang bekerja selama 12 bulan atau lebih akan mendapatkan THR sebesar rata-rata upah yang mereka terima selama 12 bulan terakhir sebelum hari raya

  • Karyawan harian yang bekerja kurang dari 12 bulan, maka akan mendapatkan THR sebesar rata-rata upah yang mereka terima setiap bulannya selama bekerja di perusahaan tersebut

Cara Hitung THR Bagi Karyawan Kontrak

Seperti yang sudah dibahas di awal, bahwa THR bukan hanya untuk karyawan tetap. Karyawan kontrak juga berhak mendapatkan THR meski dengan aturan yang sedikit berbeda. Tetapi untuk besar nominal THR secara proporsional sesuai dengan masa kerja.

Ada tiga jenis karyawan kontrak yang berhak menerima THR berikut ini:

  • Karyawan yang bekerja berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) atau Perjanjian Kerja Waktu Tidak tertentu (PKWTT) dengan masa kerja 1 bulan secara terus menerus atau lebih

  • Karyawan PKWTT yang mengalami pemutusan kontrak 30 hari sebelum hari raya keagamaan

  • Karyawan yang dimutasi ke perusahaan lain dengan perhitungan masa kerja berlanjut dan di perusahaan lama belum mendapatkan THR

Untuk karyawan yang mendapatkan pemutusan hubungan kontrak pada tiga bulan sebelum perayaan hari raya keagamaan, maka ia tidak berhak untuk menerima THR.

Waktu Pemberian THR Karyawan

Ketentuan dalam Permenaker No. 6 Tahun 2016 Pasal 5 ayat 1 yaitu waktu pemberian THR adalah satu kali dalam setahun. Waktu pemberiannya sesuai dengan hari raya keagamaan masing-masing karyawan.

Perusahaan memberikan THR kepada karyawan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan datang. Tujuannya agar karyawan memiliki cukup waktu untuk menikmati hasil jerih payah mereka dengan orang-orang terkasih.

Sanksi Bagi Perusahaan yang Lalai dan Tidak Memberikan THR

Dalam Permenaker Nomor 6 Tahun 2016 juga mengatur mengenai pemberlakuan sanksi bagi perusahaan yang lalai dan tidak memberikan THR.

Jika perusahaan lalai dan terlambat memberikan THR, maka perusahaan tersebut akan mendapatkan sanksi denda sebesar 5% dari total THR yang harus perusahaan bayarkan. Hal ini sesuai dengan Pasal 10 Permenaker Nomor 6 Tahun 2016.

Karyawan yang tidak mendapatkan THR berhak mengadukan perusahaannya kepada Dinas Tenaga Kerja yang berada di sekitarnya.

Perbedaan Antara THR dan Gaji -13 PNS

Gaji -13 merupakan pendapatan non upah bagi para pekerja sipil yang meliputi tunjangan keluarga, tunjangan umum atau jabatan, dan tunjangan kinerja. Besarannya bisa lebih tinggi dari gaji pokok.

Istilah gaji -13 sendiri diperuntukkan bagi pegawai sipil atau anggota TNI atau Polri. Kedua istilah THR dan Gaji -13 ternyata tidak sama, termasuk dengan cara perhitungannya.

Tips Mengatur THR Secara Bijak

Tidak dapat dipungkiri, bahwa setelah menerima THR biasanya akan muncul hasrat untuk segera menghabiskan atau membelanjakannya. Dampaknya, THR menjadi habis begitu saja. Nah, berikut ini tips yang dapat Anda coba untuk mengatur THR dengan bijak agar tidak cepat habis:

  • Menggunakan sebagian uang THR untuk bersedekah

  • menggunakan untuk kewajiban yang perlu dilunasi terlebih dahulu

  • Membuat skala prioritas, sehingga Anda bisa memilih apa saja yang termasuk kebutuhan dan keinginan semata

Itulah informasi lengkap mengenai cara hitung THR sesuai dengan undang-undang. Perlu ditekankan, bahwa pemberian THR harus dalam bentuk uang Rupiah, bukan parsel maupun hadiah.


[Gambas:Video CNBC]

(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading