IHSG Anjlok hingga 2%, Saham BCA Jadi Pemberat

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Jumat, 06/11/2026 09:54 WIB
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/10/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini, Kamis (6/11/2026) masih melemah hingga terseret ke area terendah di 4.927,45. Pada pukul 09.27 WIB, indeks tercatat di 4.928,17, atau turun 102,10 poin atau anjlok 2,03%

Menjelang pukul 09.40 WIB, IHSG berhasil memangkas sebagian pelemahan dan bergerak di 4.936,27, turun 93,99 poin (-1,87%)

Dari sisi aktivitas, hingga pukul 09.40 WIB tercatat volume transaksi sebesar 58,83 juta lot.


Mengutip data Refinitiv, pelemahan iHSG pada sesi I perdagangan pagi ini di sebabkan oleh sektor material dasar yang anjlok 3,6%, disusul oleh sektor infrastruktur yang anjlok 3,4%, dan sektor energi yang anjlok 2,7%.

Adapun saham-saham pemberat IHSG antara lain, PT. Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT. Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT. Barito Pacific Tbk. (BRPT), dan PT. Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS).

Sementara saham-saham penekan koreksi IHSG antara lain, PT. GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), PT. Unilever Indonesia Tbk. (UNVR), PT. Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. (TRIM), dan PT. Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN).

Pelemahan IHSG tak sendirian. Bursa saham Asia juga dibuka melemah pada perdagangan Jumat (6/11/2026), dengan tekanan terbesar terjadi di Korea Selatan. Indeks Kospi anjlok lebih dari 8% hingga tergelincir ke bawah level 5.000.

Sementara itu, melansir CNBC Internasional, indeks Nikkei 225 Jepang turun lebih dari 2%. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 juga melemah 0,9%.

Pelemahan bursa Asia terjadi setelah aksi jual besar-besaran di Wall Street pada perdagangan Kamis (5/11/2026), yang membuat tiga indeks utama mencatatkan kinerja harian terburuk sejak April 2025.

Indeks Nasdaq Composite terjun 5,5% dan ditutup lebih dari 10% di bawah level tertinggi terbarunya, sehingga resmi memasuki wilayah koreksi. Sementara itu, indeks S&P 500 terkoreksi 4,4% dan Dow Jones Industrial Average anjlok lebih dari 1.800 poin atau 3,4%.


(rob/rob)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bursa Asia Kompak Ambles: IHSG Terkoreksi 2% - KOSPI Anjlok 7%