Kuartal III-2026 UOB Indonesia Kantongi Laba Rp1,01 Triliun

Annisa Rini, CNBC Indonesia
Kamis, 05/11/2026 11:15 WIB
Foto: Gedung UOB Indonesia. (Dok UOB Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank UOB Indonesia membukukan laba bersih periode tahun berjalan senilai Rp1,01 triliun hingga kuartal III/2026.

Dilansir dari laporan keuangan triwulanan perseroan, jika dibandingkan dengan laba bersih periode yang sama tahun lalu, terdapat penurunan sebesar 18,25% YoY dari Rp1,24 triliun.

Pendapatan bunga bersih UOB Indonesia tercatat Rp4,31 triliun atau turun tipis 0,39% YoY dari Rp4,32 triliun. Pendapatan bunga dan imbal hasil tak banyak berubah pada angka Rp8,19 triliun, sedangkan beban bunga/imbal hasil sedikit meningkat dari Rp3,86 triliun menjadi Rp3,88 triliun.


UOB Indonesia juga mencatatkan sejumlah pendapatan yang mengalami kenaikan, seperti pendapatan komisi, provisi, fee, dan administrasi yang naik 12,38% YoY menjadi Rp1,42 triliun. Keuntungan dari peningkatan nilai wajar aset keuangan turut menguat 23,09% YoY menjadi Rp437,62 miliar.

Di sisi lain, sejumlah pos beban mengalami pembengkakan, seperti beban penurunan nilai aset keuangan (impairment) naik 13,41% YoY menjadi Rp553,16 miliar. Beban lainnya juga naik 8,19% YoY menjadi Rp2,63 triliun.

Sementara, beban tenaga kerja menyusut 7,00% YoY menjadi Rp1,81 triliun sedangkan beban promosi turun 40,63% YoY menjadi Rp96,32 miliar.

Laba operasional perseroan tercatat sebesar Rp1,30 triliun, turun 18,25% YoY dari Rp1,52 triliun. Dengan laba non-operasional Rp5,17 miliar, maka laba tahun berjalan sebelum pajak sebesar Rp1,30 triliun. Usai dikurangi pajak penghasilan, perseroan pun membukukan laba bersih tahun berjalan Rp1,01 triliun.

Per akhir September 2026, Bank UOB Indonesia mencatatkan aset sebesar Rp192,98 triliun atau meningkat 14,54% YoY dari Rp168,49 triliun. Kredit yang disalurkan sebesar Rp127,00 triliun, tumbuh 15,63% YoY.

Himpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat naik 2,87% YoY dari Rp136,05 triliun menjadi Rp132,25 triliun. Dari sisi rasio keuangan, kualitas kredit perseroan mengalami perbaikan dengan rasio NPL gross membaik dari 1,86% menjadi 1,55% dan NPL net dari 1,04% menjadi 0,94%.

Rasio kecukupan modal atau CAR perseroan sebesar 17,11%, menurun dari 17,44% dari akhir September 2025. Sementara itu, di tengah tekanan tren suku bunga tinggi, margin bunga bersih (NIM) UOB Indonesia menurun dari 3,80% menjadi 3,46%.


(asr/asr)
Saksikan video di bawah ini:

Video: PGUN Tegaskan Tak Terlibat Kredit Bank Mandiri