Top! Laba Bersih Abadi Lestari Tumbuh 19,14% di Kuartal III-2026
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) berhasil mencatat peningkatan laba bersih periode berjalan sebesar 19,14% atau mencapai Rp24,09 miliar pada sembilan bulan pertama 2026. Hasil ini mempertegas keberhasilan perusahaan dalam menjalankan strategi efisiensi operasional melalui digitalisasi dan pengendalian biaya produksi.
Direktur Utama PT Abadi Lestari Indonesia Tbk. Edwin Pranata mengatakan pengendalian biaya menjadi faktor yang menjaga profitabilitas Perseroan.
"Di tengah dinamika pasar dan penyesuaian permintaan, kami terus berupaya menjaga kinerja melalui pengelolaan biaya yang lebih efektif," ujar Edwin dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (4/11/2026).
Upaya efisiensi tersebut tercermin dari penurunan beban pokok penjualan sebesar 8,06% YoY menjadi Rp339,19 miliar dari Rp368,93 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2026, penjualan RLCO tercatat sebesar Rp424,59 miliar, dibandingkan dengan Rp448,13 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Adapun berdasarkan segmen usaha, penjualan sarang burung walet olahan masih menjadi kontributor utama dengan nilai Rp379,19 miliar atau setara 89,3% dari total penjualan.
Sementara itu, segmen produk konsumen menyumbang Rp45,40 miliar atau sekitar 10,7% dengan margin laba kotor mencapai 46,4% atau naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut membuat laba kotor Perseroan naik 7,83% YoY menjadi Rp85,41 miliar dari Rp79,20 miliar. Dengan demikian, margin laba kotor meningkat menjadi 20,1% dari 17,7% pada sembilan bulan pertama 2025. Peningkatan terbesar terjadi pada segmen sarang burung walet olahan dengan margin laba kotor membaik dari 13,9% menjadi 17,0%.
Peningkatan profitabilitas tersebut sejalan dengan pelaksanaan strategi efisiensi di sejumlah pos biaya. Perseroan mencatatkan penghematan sekitar Rp28,5 miliar.
Efisiensi tersebut turut berkontribusi terhadap peningkatan margin laba usaha menjadi 15,3% dibandingkan dengan periode sebelumnya yaitu 12,7%.
Perseroan juga terus memperkuat diversifikasi usaha melalui pengembangan portofolio produk konsumen, di antaranya Momiku dan Realfood Reserve. Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk mengembangkan produk bernilai tambah dan memperluas sumber pendapatan, dengan tetap mempertahankan bisnis sarang burung walet olahan sebagai kontributor utama penjualan.
Di sisi pengembangan produk, RLCO melanjutkan pengembangan dan pengujian bioaktif produk fitofarmaka. Untuk mendukung kegiatan pengembangan tersebut, Perseroan mengeluarkan Rp10,14 miliar selama sembilan bulan pertama 2026.
Dari sisi neraca, total aset RLCO per 30 September 2026 tercatat sebesar Rp838,68 miliar. Adapun total liabilitas mencapai Rp509,25 miliar, sedangkan total ekuitas Perseroan tercatat sebesar Rp329,43 miliar.
(dpu/dpu)