Bursa Asia Dibuka Bervariasi, Investor Pantau Hasil Pemilu AS

Mentari Puspadini, CNBC Indonesia
Rabu, 04/11/2026 09:12 WIB
Foto: via REUTERS/Yonhap News Agency

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia-Pasifik dibuka bervariasi pada perdagangan Rabu (4/11/2026), seiring investor mencermati rebound saham teknologi di Wall Street sekaligus menantikan hasil pemilihan paruh waktu atau midterm election Amerika Serikat (AS). Pergerakan pasar juga dipengaruhi oleh ekspektasi investor terhadap kemungkinan perubahan komposisi kekuasaan di Kongres AS.

Di Korea Selatan, indeks Kospi melonjak 2,95%, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq menguat 1,85%.Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang dibuka stagnan, sedangkan Topix naik 0,43%, dan indeks acuan AustraliaS&P/ASX 200 melemah 0,45%.

Pelaku pasar juga memantau perkembangan penghitungan suara pemilu paruh waktu AS melalui platform prediksi Kalshi.Peluang Partai Demokrat menguasai Senat meningkat menjadi sekitar 90%, sementara probabilitas Demokrat mempertahankan kendali atas House of Representatives atau DPR AS melonjak menjadi 97%.


Meski demikian, seluruh tempat pemungutan suara di sejumlah negara bagian belum sepenuhnya ditutup dan Cnbc belum menetapkan pemenang dalam pemilihan tersebut. Pergerakan pasar pada malam pemilu sebelumnya juga kerap mengalami fluktuasi tajam, meskipun banyak investor memperkirakan dampak pemilu kali ini terhadap pasar hanya berlangsung dalam jangka pendek.

Skenario kemenangan besar Partai Demokrat atau yang dikenal sebagai blue wave berpotensi menekan pasar saham,terutama emiten yang berkaitan dengan pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Sejumlah pelaku pasar di Wall Street menilai kemenangan besar Demokrat dapat membuka peluang penerapan pembatasan lebih ketat terhadap pembangunan pusat data atau data center di berbagai wilayah AS.

Saham-saham terkait AI sendiri telah mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir di tengah kekhawatiran investor terhadap perlambatan belanja pembangunan pusat data. Kondisi tersebut membuat hasil pemilu AS menjadi salah satu faktor yang dicermati investor untuk memperkirakan arah pergerakan saham teknologi ke depan.



(rob/rob)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Investor Asing Sesalkan Wacana MSCI Turunkan Status RI