Dolar Menguat ke Level Rp18.145/US$, Gubernur BI Tunjuk Masalahnya

Dovana Hasiana, CNBC Indonesia
Selasa, 03/11/2026 17:24 WIB
Foto: (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan penyebab nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus tertekan hingga saat ini.

Ia menegaskan, sebetulnya pada akhir kuartal III-2026, kurs rupiah mampu menguat terhadap dolar, ke level Rp17.830/US$. Namun, memasuki Oktober, tekanan terus terjadi hingga 2 November 2026 bertengger di level US$18.145/US$.

"Posisi 2 November menjadi Rp18.145 per dolar AS, dibandingkan pada periode penguatan di September Rp17.870," tegas Destry dalam konferensi pers hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Kuartal III-2026 di Jakarta, Selasa (3/11/2026).


Destry mengatakan, tekanan yang terus terjadi terhadap kurs rupiah saat ini lebih disebabkan permasalahan eksternal, mulai dari konflik geopolitik di Timur Tengah, pengetatan kebijakan moneter di AS, serta sentimen investor terhadap aset negara berkembang.

"Pelemahan dipengaruhi eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah, pengetatan kebijakan moneter AS dan sentimen investor global terhadap aset negara berkembang," paparnya.


(arj/arj)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Respons Cepat BI Jaga Rupiah & Pastikan Volatilitas Terjaga