MARKET DATA

Bos DBS Indonesia Sebut Pengembangan AI Bisa Datangkan Investasi Besar

Khoirul Anam,  CNBC Indonesia
03 November 2026 11:59
Presiden Direktur Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong saat menyampaikan sambutan dalam Coffee Morning dengan tema Beyond AI Adoption : Indonesias Role in the AI Economydi Jakarta, Selasa (3/11/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Presiden Direktur Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong saat menyampaikan sambutan dalam Coffee Morning dengan tema “Beyond AI Adoption : Indonesia’s Role in the AI Economy”di Jakarta, Selasa (3/11/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Direktur Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong buka-bukaan terkait potensi pengembangan ekosistem kecerdasan buatan atau AI di Indonesia.

Ia mengatakan, Indonesia saat ini memiliki pasar domestik yang besar serta ekonomi digital yang terus berkembang seiring dengan semakin banyaknya pelaku bisnis yang mengadopsi AI. Sehingga tidak heran jika permintaan akan pusat data (data center), kapasitas komputasi, dan seluruh infrastruktur pendukungnya pun akan turut meningkat.

"Oleh karena itu, peluang yang ada tidak terbatas hanya pada adopsi AI saja. Hal ini juga mencakup bagaimana Indonesia dapat memainkan peran yang lebih besar dalam ekonomi yang dibentuk oleh AI," ujarnya dalam Coffee Morning bertajuk "Melampaui Adopsi AI: Apa Peran Indonesia dalam Ekonomi AI?", Selasa (3/11/2026).

Oleh sebab itu, untuk menangkap peluang tersebut, diperlukan ekosistem yang tepat mencakup ketersediaan energi yang andal, pasokan air yang memadai, konektivitas yang kuat, talenta terampil, serta aspek keamanan, dan juga modal.

"Kita juga membutuhkan proyek-proyek yang layak secara komersial dan mampu menarik investasi. Bagi para investor dan pemberi pinjaman, hal ini berarti adanya permintaan yang jelas, eksekusi yang kredibel, pasokan energi yang andal, arus kas yang baik, serta regulasi yang konsisten untuk menjaga keberlangsungan investasi dalam jangka panjang. Inilah prinsip-prinsip dasar yang harus kita perkuat jika ingin melihat lebih banyak investasi terkait AI di Indonesia," pungkasnya.

DBS Indonesia sendiri ujarnya telah bekerja sama dengan berbagai pelaku bisnis untuk mengevaluasi peluang, menyusun skema pembiayaan, serta menghubungkan pelaku usaha dengan mitra dan modal di seluruh Asia.

"Perlu saya sampaikan bahwa di DBS Indonesia, kami telah berfokus pada sektor ini. Bahkan, penyaluran kredit kami ke sektor ini terus tumbuh secara konsisten selama dua tahun terakhir. Kami tentu terbuka untuk menjalin lebih banyak kerja sama bisnis di bidang ini," tutupnya.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Ada Isu Merger dengan BCA, DBS Buka Suara


Most Popular
Features