MARKET DATA

Ada Masalah Keuangan, 2 Saham Masuk ke Pemantauan Khusus BEI

Annisa Rini,  CNBC Indonesia
02 November 2026 17:17
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/10/2026).(CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/10/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan dua saham emiten yang masuk dalam pemantauan khusus. Keduanya saat ini berada di papan pengembangan.

Melansir dari pengumuman Bursa No. Peng-PK-00074/BEI.PLP/11-2026 pada Senin (2/11/2026), dua saham yang masuk dalam pemantauan khusus yaitu PT Triniti Dinamik Tbk. (TRUE) dan PT Sriwahana Adityakarta Tbk. (SWAT).

Saham TRUE masuk kriteria efek dalam pemantauan khusus dengan alasan tidak membukukan pendapatan atau tidak terdapat perubahan pendapatan pada laporan keuangan terakhir dibandingkan dengan laporannya keuangan sebelumnya.

Sementara, saham SWAT memiliki ekuitas negatif pada laporan keuangan terakhir sehingga masuk dalam pemantauan khusus BEI. "Perubahan ini mulai efektif pada tanggal 3 November 2026," tulis Bursa.

Sebagai informasi, saat ini terdapat sejumlah kriteria yang menyebabkan saham emiten tercatat masuk dalam pemantauan khusus BEI, dari opini tidak menyatakan pendapat pada laporan keuangan auditan terakhir hingga dalam kondisi dimohonkan PKPU, pailit, atau pembatalan perdamaian.

Berdasarkan data Stockbit, saham TRUE ditutup melemah 6,67% ke level Rp28 per saham pada perdagangan hari Ini. Nilai itu anjlok 86,67% sepanjang tahun berjalan.

Adapun, saham SWAT telah digembok perdagangannya oleh Bursa sejak 30 Juni 2025 dan berada pada level Rp16 per saham. Suspensi saham ini imbas keterlambatan penyampaian laporannya keuangan berkala terbaru serta denda yang belum diselesaikan kepada otoritas bursa.

(asr/asr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Pasar Saham Kebakaran, IHSG Anjlok Tembus 11%


Most Popular
Features