MARKET DATA

Gandeng China, MKNT Bidik Proyek Sampah Jadi Listrik Danantara

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
02 November 2026 08:49
Lahan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bekasi. Proyek dengan nilai investasi Rp3 Triliun ini bisa mengolah 500.000 ton sampah per tahun, Rabu (26/6/2026). (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)
Foto: Lahan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bekasi. Proyek dengan nilai investasi Rp3 Triliun ini bisa mengolah 500.000 ton sampah per tahun, Rabu (26/6/2026). (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Adinda Losari Energi (ALE) dan PT Remitra Surya Abadi (RSA), dua entitas grup usaha PT Remitra Global International Tbk (MKNT) dinyatakan lulus seleksi Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) Tahap 3 dalam rangka Pemilihan Mitra Kerja Sama Badan Usaha Pelaksana Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (BUPP PSEL) yang dilaksanakan oleh PT Danantara Investment Management.

Dalam seleksi tersebut, ALE dan RSA masing-masing berkonsorsium dengan SUS Indonesia Holding Limited (SIH). Menurut keterbukaan informasi Perseroan, ALE dan RSA telah diambilalih pada 27 Oktober 2026 oleh PT Radja Udang Malingping (RUM), anak perusahaan Perseroan. Setelah pengambilalihan tersebut, RUM memiliki 99,99% saham di masing-masing ALE dan RSA.

Sementara DPT Tahap 3 sendiri memuat 101 entitas. Daftar ini terdiri dari peserta DPT Tahap 1 dan Tahap 2, ditambah 26 perusahaan dan konsorsium baru yang lolos verifikasi. Sebanyak 16 dari entitas baru tersebut merupakan konsorsium yang dipimpin pelaku usaha dalam negeri.

DPT merupakan daftar pra kualifikasi. Entitas yang tercantum di dalamnya berhak mengikuti proses pemilihan mitra kerja sama sebagai pengembang dan pengelola fasilitas PSEL. Kelulusan ALE dan RSA dalam DPT belum merupakan penunjukan sebagai mitra atau pemenang proyek PSEL tertentu.

Di sisi lain, SIH merupakan anak perusahaan SUS Environment (Shanghai SUS Environment Co., Ltd.) yang berkantor pusat di Shanghai. SUS Environment merupakan investor, pengembang, dan operator fasilitas pengolahan sampah menjadi energi dengan kehadiran yang luas di Tiongkok. Berdasarkan data perusahaan per 30 Juni 2025, SUS Environment telah berinvestasi dan membangun 90 proyek pengolahan sampah menjadi energi dengan kapasitas hampir 120.000 ton sampah per hari.

Di Indonesia, SIH telah tercantum dalam DPT sejak November 2025. Pada pemilihan mitra PSEL tahap kedua, SIH terpilih sebagai mitra untuk proyek PSEL Lampung Raya bersama PT Indoplas Dewata Energi dan proyek PSEL Surabaya Raya bersama PT Bakrie Power dan PTAcritas Karya Persada.

Selanjutnya, ALE dan RSA akan mempersiapkan keikutsertaan dalam proses pemilihan mitra proyek PSEL yang diselenggarakan DIM dan Denera, sesuai ketentuan yang berlaku.
Keikutsertaan dan hasilnya bergantung pada proses serta keputusan DIM dan Denera.

"Lolosnya ALE dan RSA dalam DPT Tahap 3 menandai tonggak penting dalam perjalanan Perseroan sebagai perusahaan holding yang berencana memperluas portofolio usaha ke sektor energi baru, terbarukan, dan konservasi energi. Kami menyambut baik kemitraan dengan SIH, mitra berpengalaman yang didukung penuh oleh SUS Environment sebagai induk usahanya," ujar Santoso Widjojo, Presiden Direktur Perseroan, Senin (2/11/2026).

(ayh/ayh) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Ganti Pemilik, Emiten RI Ini Keluar Dari Pantauan Khusus BEI


Most Popular
Features