Pendapatan Melonjak 55,45%, Laba Bersih Emiten Bakrie (BNBR) Susut

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Jumat, 30/10/2026 19:05 WIB
Foto: Reuters

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) pada kuartal III 2026 membukukan pendapatan bersih Rp4,12 triliun, naik Rp1,47 triliun atau 55,45% dibanding revenue Perseroan periode sama di tahun sebelumnya Rp2,65 triliun. Perseroan juga berhasil menorehkan gross profit Rp1,13 triliun pada kuartal III 2026, naik Rp634,99 miliar atau 127,82% dibanding periode sama di tahun sebelumnya Rp496,8 miliar.

Selain itu, Perseroan juga mengukir laba usaha Rp596,24 miliar pada kuartal III 2026, naik Rp569,82 miliar atau 2157,14% dibanding periode sama di tahun sebelumnya Rp26,41 miliar. Perseroan juga mencatatkan EBITDA positif di kuartal III 2026 senilai Rp810,25 miliar, naik Rp709,96 miliar atau 707,86% dibanding periode sama di tahun sebelumnya Rp100,29 miliar.

"Alhamdulillah, Perseroan terus bertumbuh di tengah kondisi ekonomi dan geopolitik global saat ini yang diwarnai oleh pertumbuhan yang melambat, tekanan inflasi, serta ketegangan di berbagai kawasan. Hal ini merupakan buah dari strategi, resiliensi, adaptabilitas, serta kerja keras seluruh tim," jelas Direktur Utama & CEO BNBR Anindya N. Bakrie, Jumat (30/10/2026).


Anin menambahkan, kenaikan pendapatan bersih Perseroan Rp1,47 triliun atau 55,45% tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan sejumlah unit usaha. Antara lain kenaikan pendapatan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk ("VKTR") Group yang naik Rp 348,09 miliar (48,6%), PT Bakrie Metal Industries ("BMI") Group yang naik Rp 434,65 miliar (26,1%) dan PT Bakrie Indo Infrastructure ("BIIN") Group yang naik Rp 678,87 miliar (248,3%).
Tabel Kinerja PT Bakrie & Brothers ("BNBR") Kuartal III 2026

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Group menorehkan pendapatan bersih Rp 1,06 triliun, naik Rp 348,09 miliar atau 48.6% dibanding periode sama di tahun sebelumnya Rp 716,9 miliar. Kenaikan ini berasal dari peningkatan penjualan EV dan kenaikan penjualan di PT Bakrie Autoparts (BA) Group.

Sedangkan, PT Bakrie Metal Industries (BMI) Group berhasil mencatatkan pendapatan bersih Rp2,09 triliun, naik Rp434,65 miliar atau 26.1% dibanding periode sama di tahun sebelumnya Rp1,66 triliun. Kenaikan ini ditopang oleh meningkatnya pendapatan BMI Parent sebesar 24,2%, BPI Parent sebesar 18,8%, PT Suluh Ardhi Engineering (SAE) naik 1730,3% dan PT Bakrie Construction (Bcons) naik 36%.

Sementara itu, PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) Group berhasil membukukan pendapatan bersih Rp 952,25 miliar, naik Rp 678,87 miliar atau 248.3% dibanding periode sama di tahun sebelumnya Rp 273,37 miliar. Kenaikan ini merupakan dampak konsolidasi penuh PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) di 2026.

Direktur BNBR Roy Hendrajanto M. Sakti optimistis bahwa Perseroan mampu mencetak pertumbuhan jangka panjang. Optimisme ini didorong oleh struktur keuangan yang semakin kuat, proyek infrastruktur strategis (seperti jalan tol dan jaringan pipa minyak dan gas bumi), serta ekspansi di sektor industri masa depan seperti elektrifikasi transportasi, energi berkelanjutan, waste-to-energy (WtE) dan green energy lainnya. 

"Meski demikian, perusahaan mencatatkan penurunan laba bersih yang terutama disebabkan oleh dampak eksternal berupa kenaikan floating rate terhadap beban bunga CCT, khususnya pada tahun-tahun awal setelah akuisisi ketika komponen beban bunga masih relatif tinggi," kata Roy.


(ayh/ayh)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Investor Terus Lego Saham, IHSG Anjlok 2,5% ke Level 5.100-an