Laba Chandra Asri (TPIA) Anjlok 78% di Kuartal III-2026, Ini Sebabnya

Annisa Rini, CNBC Indonesia
Jumat, 30/10/2026 12:15 WIB
Foto: PT Chandra Asri Pacific Tbk. (Dok. Chandra Asri)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten petrokimia PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$279,81 juta (setara Rp5,08 triliun dengan kurs Rp18.156 per US$) pada sembilan bulan 2026.

Angka itu menurun 78,4% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu (year-on-year/YoY) yang sebesar US$1,30 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2026 (tidak diaudit) yang dilaporkan kepada BEI pada Jumat (30/10/2026), meskipun mengalami penurunan laba, pendapatan perseroan naik 60,5% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi US$8,19 miliar dari US$5,10 miliar.


Pada sisi beban, bahan baku yang digunakan dan beban produksi dan manufaktur membengkak 40,77% YoY dari US$5,13 miliar menjadi US$7,23 miliar. Beban keuangan juga meningkat dari US$178,68 juta menjadi Rp306,25 juta.

Pos beban lainnya juga mengalami kenaikan, seperti beban penyusutan, beban penjualan, dan beban umum dan administrasi yang menekan laba.

Selain itu, pada akhir September tahun lalu, TPIA membukukan keuntungan pembelian dengan diskon senilai US$1,81 miliar, tetapi pada akhir kuartal III-2026 pos tersebut nihil.

Dari situ, laba periode berjalan Chandra Asri tercatat senilai US$394,93 juta atau menyusut 76,12% YoY dari US$1,65 miliar. Adapun, aset perseroan naik 15,4% dari US$12,32 miliar per akhir 2025 menjadi US$14,22 miliar per kuartal III/2026.


(asr/asr)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Nasib Komoditas Utama di Tengah Gejolak Global