BEI Awasi Ketat 5 Saham, Ada Emiten Happy Hapsoro dan Grup Sinar Mas

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Jumat, 30/10/2026 09:33 WIB
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/10/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan memberikan status unusual market activity (UMA) alias pergerakan saham di luar kebiasaan terhadap lima saham sekaligus mulai perdagangan sesi I Jumat (30/10/2026).

Ketiga di antaranya dicap UMA karena mengalami penurunan harga saham yang di luar kebiasaan. Mengutip Stockbit, pergerakan saham-saham tersebut memang menunjukkan koreksi signifikan dalam sepekan terakhir.

Antara lain, saham emiten migas Happy Hapsoro PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) yang sudah turun 12,55% dalam sepekan, lalu saham telekomunikasi Grup Sinar Mas, PT Ekamas Mora Republik Tbk. (MORA) turun 17,57%, dan emiten bahan bangunan PT Impack Pratama Industri Tbk. (IMPC) turun 6,63%.


Selanjutnya, BEI menyatakan saham PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT) masuk radar UMA dikarenakan peningkatan harga saham yang di luar kebiasaan. Namun demikian, emiten percetakan dan transportasi darat itu malah mencatatkan koreksi 21,59% dalam sepekan terakhir.

Berikutnya, PT Dewi Shri Farmindo Tbk. (DEWI) yang dicap UMA karena telah terjadi inidikasi pola transaksi yang tak wajar. Emiten peternakan ayam ini terakhir berada di zona merah di posisi harga 226 per saham.

"Pengumuman Aktivitas Pasar Tidak Biasa (UMA) ini tidak serta merta menunjukkan pelanggaran hukum dan peraturan di sektor pasar modal," kata BEI dalam pengumumannya, dikutip Jumat (30/10/2026).

Bursa menyatakan bahwa mereka saat ini sedang memantau pola transaksi saham-saham tersebut. Oleh karena itu, investor disarankan untuk:

a. Memperhatikan tanggapan Perusahaan Tercatat terhadap permintaan konfirmasi Bursa Efek;

b. Mengamati kinerja Perusahaan Tercatat dan pengungkapan informasinya;

c. Meninjau rencana aksi korporasi Perusahaan Tercatat jika rencana tersebut belum disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham;

d. Mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang mungkin timbul di masa mendatang sebelum mengambil keputusan investasi.


(asr/asr)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Investor Terus Lego Saham, IHSG Anjlok 2,5% ke Level 5.100-an