Meski IHSG Anjlok 3,4%, Tapi Asing Masih Borong 10 Saham Ini

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Jumat, 30/10/2026 07:30 WIB
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/10/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh lagi ke zona merah pada akhir perdagangan Kamis (29/10/2026). IHSG ditutup di level 5.098,06, turun 184,26 poin atau 3,49%.

Pada perdagangan kemarin, volume transaksi mencapai 217,69 juta lot dengan nilai Rp10,13 triliun.

Seiring dengan itu, investor asing mencatat aksi penjualan bersih sebesar Rp1,08 triliun di seluruh pasar dan sebesar Rp1,52 triliun di pasar reguler. Di samping itu, mereka juga melakukan pembelian bersih sebesar Rp406,50 miliar di pasar negosiasi dan tunai.


Dengan begitu, apa saja saham yang kompak masuk antrean jual asing yang menadahi tekanan terhadap IHSG? Mengutip Stockbit, berikut 10 saham net foreign buy perdagangan Kamis!

  • PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp503,49 miliar
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp164,50 miliar
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp155,86 miliar
  • PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) - Rp103,27 miliar
  • PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) - Rp76,53 miliar
  • PT Indosat Tbk. (ISAT) - Rp59,13 miliar
  • PT Timah Tbk. (TINS) - Rp54,78 miliar
  • PT United Tractors Tbk. (UNTR) - Rp42,17 miliar
  • PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) - Rp40,37 miliar
  • PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) - Rp39,58 miliar



(rob/rob)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pasar Saham RI Selevel Zimbabwe Jika Turun ke Standalone Market