Bos OJK Pamer ke Pengusaha, Kredit Cetak Rekor Tertinggi 10 Tahun

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Kamis, 29/10/2026 19:37 WIB
Foto: (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan kredit perbankan Indonesia mencapai level tertinggi dalam 10 tahun terakhir, ditopang oleh penguatan penyaluran kredit di berbagai kelompok perbankan dan pertumbuhan di sejumlah segmen pembiayaan.

Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, pertumbuhan kredit perbankan mencapai 13,6% pada periode sebelumnya, sebelum sedikit melandai menjadi 13,2%. Meski demikian, angka tersebut menunjukkan intermediasi perbankan masih berjalan kuat di tengah tantangan ekonomi global.

"Kalau kita lihat pertumbuhan kredit ini justru menguat di seluruh kelompok perbankan, baik BUMN maupun swasta," ujar perempuan yang akrab disapa Kiki itu dalam pembukaan Rapimnas Kadin, Kamis (29/10/2026).


Dia menjelaskan, total kredit perbankan saat ini telah mencapai lebih dari Rp9.200 triliun. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) juga terus tumbuh dua digit hingga mencapai Rp10.492 triliun.

Dari sisi ketahanan industri, permodalan perbankan tercatat kuat dengan rasio sebesar 24,3%. Adapun rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) berada di level 2,07%, sedangkan rasio aset likuid terhadap DPK mencapai 24,08%.

Menurut Kiki, pertumbuhan kredit juga menunjukkan perkembangan yang beragam berdasarkan jenis pembiayaannya. Kredit korporasi tumbuh 21,03%, sementara kredit konsumsi mengalami perlambatan.

Di sisi lain, kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai menunjukkan perbaikan. Setelah sempat mengalami kontraksi pada awal tahun, pertumbuhan kredit UMKM kini kembali positif sebesar 2,68%. "Jadi sekarang sudah naik ke 2,68%," kata Kiki.

Pertumbuhan juga tercermin pada kredit berdasarkan tujuan penggunaannya. Kredit investasi tumbuh 23% secara tahunan atau year on year (yoy), sedangkan kredit modal kerja meningkat 11,89%.

Capaian tersebut menunjukkan penyaluran pembiayaan untuk mendukung kegiatan produktif, termasuk investasi dan operasional usaha, masih menjadi salah satu penopang pertumbuhan kredit perbankan.

Sementara itu, rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) perbankan secara industri tercatat sebesar 88,11%. Jika dirinci berdasarkan kelompok bank, LDR bank BUMN berada di level 89%, sedangkan Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) mencapai 85,28%. Kiki juga menyebut kondisi LDR bank pembangunan daerah (BPD) cukup baik.

Friderica menilai, kinerja tersebut menjadi sinyal bahwa sektor jasa keuangan masih mampu menjalankan fungsi intermediasi dan menopang aktivitas industri di dalam negeri, meskipun kondisi global masih penuh tantangan.

"Jadi sebenarnya kalau kita melihat angka ini, kita patut bersyukur di tengah situasi dunia yang sangat challenging, situasi global yang sangat challenging, ini sektor jasa keuangan masih terus bisa tumbuh menopang pertumbuhan industri di Indonesia," tuturnya.


(asr/asr)
Saksikan video di bawah ini:

Kinerja Perbankan Agustus Menggembirakan, Kredit Tumbuh 13,56% (YoY