MARKET DATA

Hashim Klaim Diminta Presiden Urus MSCI: Warga RI Tak Puas Situasi Ini

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
29 October 2026 17:30
Sesi dialog dengan Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo menyampaikan sambutan dalam acara ESG Sutainability Forum 2026 di Jakarta, Selasa (3/2/2026). (CNBC Indonesia Tri Susilo)
Foto: Sesi dialog dengan Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo menyampaikan sambutan dalam acara ESG Sutainability Forum 2026 di Jakarta, Selasa (3/2/2026). (CNBC Indonesia Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Hashim Djojohadikusumo mengaku mendapat tugas dari Presiden Prabowo Subianto untuk membantu pemerintah mengurus penilaian Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar modal Indonesia.

Sebagaimana diketahui, pada 15 Oktober 2026, MSCI mengumumkan dimulainya konsultasi tentang usulan untuk mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.

"Saya diminta oleh Presiden untuk membantu Pak Rosan (CEO Danantara) dan kawan-kawan di pemerintah Untuk mitigasi masalah yang kita hadapi dari Morgan Stanley. Kalau MSCI tidak kita mitigasi, berarti sumber dana untuk pasar modal kita akan nanti semakin kering," kata Hashim dalam acara Pembukaan Rapimnas Kadin 2026, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Hashim mengatakan, masalah klasifikasi MSCI terhadap Bursa Efek Indonesia (BEI) ini menjadi perhatian serius Kepala Negara karena sudah puluhan juta investor domestik yang merasa tidak puas dengan situasi saat ini.

"Nah masalah adalah saat ini 32.700.000 warga Indonesia sangat tidak puas dengan keadaan tidak berbahagia ini," ucap Hashim.

Ia mengatakan, puluhan juta investor domestik itu merupakan pemilik akun di pasar modal, "Ibu Kiki (Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi) yang cerita sama saya tercatat hari ini 32,7 juta individu warga negara Indonesia yang memiliki brokerage accounts yang memiliki akun-akun brokerage, dengan kata lain mereka ikut investasi melalui bursa."

Menurut Hashim, masalah serius yang menjadi perhatian MSCI terhadap pasar modal Indonesia saat ini adalah terkait masih banyaknya saham gorengan. Karenanya, ia akan membantu mengurus hal itu.

"Ada indikasi memang ada praktek-praktek yang tidak sehat yang terjadi di pasar saham kita, saya enggak usah sebut siapa. Tapi ada saham-saham yang istilahnya digoreng. Ini yang disorot dan diperhatikan dan dipersoalkan Oleh MSCI dan pelaku-pelaku asing ini," paparnya.

Ia pun memperingatkan, bila sorotan MSCI ini tidak segera diselesaikan, maka perekonomian Indonesia akan makin tertekan. Aliran modal asing semakin kering hingga mampu menekan kurs rupiah terhadap dolar AS ke level Rp 22.000.

"Ini masalah sangat-sangat serius Karena kalau investasi luar negeri keluar dari perusahaan saham kita, Rupiah bisa semakin lemah. Saya sudah hitung bisa jadi Rp 20-21 ribu. Ada yang bilang Rp 22 ribu," ucap Hashim.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Dasco Sebut Indonesia Akan Tentukan Rating Sendiri, OJK Buka Suara


Most Popular
Features