Kuartal III-2026, Laba Bukit Asam (PTBA) Melesat 216% jadi Rp4,41 T
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) melaporkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp4,41 triliun pada kuartal III-2026. Laba ini melonjak 216,4% secara tahunan (year-on-year/YoY) dari Rp1,39 triliun.
Dikutip dari laporan keuangan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/10/2026), laba tersebut didorong oleh kenaikan pendapatan sebesar 12,35% YoY dari Rp31,33 triliun menjadi Rp35,20 triliun. Pada saat yang sama, beban pokok pendapatan hanya meningkat tipis 0,61% YoY.
Laba bruto perseroan pun meningkat dari Rp3,56 triliun menjadi Rp7,27 triliun atau sebesar 103,77% YoY. Dari sisi beban, terdapat beberapa pos yang menekan raihan laba bruto, di antaranya beban umum dan administrasi yang membengkak 12,66% YoY dari Rp1,51 triliun menjadi Rp1,70 triliun.
Beban penjualan dan pemasaran juga ikut meningkat dari Rp559,38 miliar menjadi Rp634,77 miliar. Meski demikian, penghasilan lainnya-neto mengalami kenaikan dari Rp100,46 miliar menjadi Rp184,86 miliar.
Usai dikurangi pos beban, laba usaha emiten pelat merah yang bergerak di bidang pertambangan batu bara tersebut melonjak 220,44% YoY dari Rp1,59 triliun menjadi Rp5,11 triliun.
PTBA juga mencatatkan kenaikan laba sebelum pajak penghasilan dari Rp1,84 triliun menjadi Rp5,74 triliun atau naik sebesar 212,31% YoY. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan Rp1,32 triliun, Bukit Asam membukukan laba periode berjalan senilai Rp4,42 triliun, naik 215,55% YoY.
Dari sisi aset, PTBA mencatatkan senilai Rp51,55 triliun. Nilai ini tumbuh 17,38% YoY dibandingkan dengan aset pada 31 Desember 2025 yang sebesar Rp43,92 triliun.
(asr/asr)