Ada Isu Merger dengan BCA, DBS Buka Suara

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Kamis, 29/10/2026 11:29 WIB
Foto: dok Bank DBS Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank DBS Indonesia membantah rumor yang santer di media sosial bahwa bank yang dimiliki investor asal Singapura ini akan merger dengan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA).

Kabar itu ramai bergulir di media sosial Threads dan X (sebelumnya Twitter) sejak kemarin, Rabu (29/10/2026). Bahkan, kabar itu dikait-kaitkan dengan kenaikan saham BBCA hingga lebih dari 7% pada perdagangan kemarin.

Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia, Mona Monika menyangkal rumor tersebut. "Isu tersebut tidak benar adanya," kata Monika kepada CNBC Indonesia, Kamis (29/10/2026).

Melansir dari Straitstimes.com, Grup DBS dari Singapura juga telah menyampaikan bantahan terhadap spekulasi pasar mengenai kemungkinan merger antara anak usahanya dan BBCA. "Tidak ada kebenaran dalam rumor ini," kata juru bicara DBS menanggapi pertanyaan.

Untuk diketahui, kabar BCA dan DBS Indonesia merger mencuat di media sosial, di tengah santernya rumor "Crazy Rich Kalimantan" Andi Syamsudin Arsyad atau Haji Isam juga berminat mengakuisisi saham BBCA. Pada hari yang sama, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor PT Djarum, holding yang terafiliasi dengan pengendali BCA.

"gosip yang lagi rame kenapa $BBCA hari ni naek tinggi. Katanya mau d merging dgn DBS Bank. Nantinya DBS akan hilang dan jadi satu dgn BCA," tulis akun X @l***eS**a**a, Rabu (28/10/2026).

Sementara itu, user @R***yH* menyebut rumor pasar yang menarik beredar bahwa Bank DBS Indonesia dapat digabungkan ke dalam BCA melalui transaksi inbreng (kontribusi modal non-tunai). Dalam skema ini, BCA tetap menjadi entitas yang bertahan dan pemegang saham DBS menerima saham BBCA yang baru diterbitkan sebagai gantinya.

Adapun DBS Bank Ltd. saat ini memiliki 99% saham Bank DBS Indonesia, sementara BCA sudah menggenggam 1% saham sisanya. Sementara itu, Temasek adalah pemegang saham utama Grup DBS asal Singapura itu.



(asr/asr)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Investor Terus Lego Saham, IHSG Anjlok 2,5% ke Level 5.100-an