MARKET DATA

BEI Ubah Cara Berantas Manipulasi Saham, Sasar Rekening Pelaku

Teti Purwanti,  CNBC Indonesia
29 October 2026 08:15
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik saat menyampaikan pemaparan dalam Kearney 100 Years of Impact di The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (28/10/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik saat menyampaikan pemaparan dalam Kearney 100 Years of Impact di The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (28/10/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Regulator pasar modal kini serius dalam memberantas pihak-pihak yang melakukan manipulasi perdagangan saham. Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menyiapkan perubahan mendasar dalam pengawasan perdagangan saham di psar modal.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan otoritas bursa tidak lagi melakukan suspensi saham di level transaksi, melainkan langsung menyasar rekening pihak yang diduga melakukan manipulasi. Sebab, suspensi saham selama ini justru mengganggu likuiditas pasar.

"Dari 1.000 atau 2.000 pihak yang melakukan transaksi, mungkin hanya 5 yang melakukan upaya manipulasi. Kalau kita suspen sahamnya, yang terganggu semuanya," ujarnya, dalam acara Kearney 100 Years of Impact di The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (28/10/2026).


Artinya, BEI akan fokus pada pelaku, dengan suspensi di level rekening, bukan di level saham atau pasarnya.

Harapannya, industri pasar modal RI dapat lebih transparan dan memiliki kredibilitas, serta memiliki tata kelola yang lebih baik untuk mendapatkan kembali kepercayaan investor yang sudah hilang.

"Harapkan ke depan market kita akan lebih transparan, lebih kredibel, punya governance yang lebih baik, sehingga kita bisa mendapatkan kembali trust yang selama ini dirasa sudah hilang di market kita," tutupnya.

(rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
Next Article OJK Ancam Pelaku Pasar Modal, Denda Manipulasi Saham Tembus Rp2,5 T


Most Popular
Features