MARKET DATA

Bursa Asia Kompak Menguat, Investor Menanti Keputusan The Fed

Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia
28 October 2026 08:59
Tampilan layar yang menampilkan harga saham rata-rata di Bank of Taiwan Securities di Taipei, Taiwan, 7 April 2025. REUTERS/Ann Wang
Foto: REUTERS/Ann Wang

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia-Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Rabu (28/10/2026), mengikuti penguatan Wall Street di tengah reli saham teknologi dan penurunan harga minyak.

Melansir CNBC, investor kini mencermati keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), yang akan diumumkan pada Rabu waktu setempat.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik lebih dari 0,7%, sementara Topix menguat 0,3%. Indeks Kospi Korea Selatan melonjak lebih dari 2% saat pembukaan perdagangan, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq naik 1,8%.

Sementara itu, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 menguat 0,8%. Penguatan bursa Asia terjadi setelah indeks-indeks utama Wall Street ditutup di zona hijau pada perdagangan Selasa (27/10/2026).

Di Amerika Serikat, saham-saham semikonduktor kembali menguat setelah Broadcom mengumumkan bahwa sejumlah bank akan menyediakan pembiayaan US$63 miliar untuk membeli chip dan solusi jaringan perusahaan tersebut yang akan disewakan kepada Anthropic, perusahaan di balik kecerdasan buatan Claude. Saham Broadcom naik 4%, Advanced Micro Devices (AMD) melonjak 5,5%, sedangkan Micron Technology menguat 2,8%.

Kenaikan saham-saham tersebut mendorong indeks Nasdaq Composite naik 1,2% pada perdagangan Selasa (27/10/2026). Selain saham teknologi, pasar saham AS juga mendapat dukungan dari penurunan harga minyak setelah muncul kabar bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei bertemu dengan pejabat keamanan senior Mohsen Rezaei untuk membahas persyaratan mengakhiri perang dengan AS.

Pada perdagangan Rabu ini, perhatian investor akan tertuju pada keputusan kebijakan moneter The Fed setelah bank sentral tersebut menyelesaikan rapat selama dua hari. The Fed secara luas diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,75%-4%, setelah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan September.

Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga saat ini mencapai sekitar 92%. Meski demikian, sebagian pelaku pasar memperkirakan Ketua The Fed Kevin Warsh dapat memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga lanjutan masih terbuka dalam pertemuan mendatang, dengan keputusan dijadwalkan diumumkan pada pukul 14.00 waktu setempat.

Selain keputusan The Fed, investor juga menantikan laporan keuangan perusahaan teknologi besar yang akan dirilis setelah penutupan perdagangan Wall Street pada Rabu. Dua perusahaan anggota kelompok Magnificent Seven, Alphabet dan Microsoft, dijadwalkan mengawali rangkaian laporan keuangan perusahaan teknologi besar tersebut.

Saham teknologi, khususnya perusahaan yang terkait dengan pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI), sebelumnya mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir akibat kekhawatiran mengenai pembiayaan pengembangan teknologi tersebut.

Namun, Kepala Strategi Ekuitas AS Morgan Stanley Mike Wilson menilai pemulihan saham teknologi belakangan ini mengindikasikan bahwa fase koreksi pasar mungkin mendekati akhir.

"Sebagian besar koreksi sudah berakhir," ujar Wilson dalam wawancara dengan CNBC pada Selasa. Ia menilai pasar telah melewati fase koreksi selama empat hingga lima bulan dan mampu menyerap tekanan tersebut secara relatif efisien.

(asr/asr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Bursa Asia Bergerak Variatif, Investor Cermati Data Ekonomi AS


Most Popular
Features