MARKET DATA

Soal Kopdes Merah Putih, Danantara Fokus ke Model Bisnis

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
27 October 2026 18:37
COO Danantara Dony Oskaria menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Sabtu (23/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: COO Danantara Dony Oskaria menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Sabtu (23/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - BP BUMN dan Danantara mendukung program pemerintah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria mengatakan, pihaknya telah membahas terkait penguatan model bisnis dengan Menteri Koperasi Ferry Juliantono.

Pembahasan dilakukan untuk memperlancar distribusi kebutuhan pokok masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian desa. Dalam pertemuan tersebut, turut membahas perkembangan verifikasi dan validasi (verval) serta penyusunan model bisnis KDKMP agar dapat berjalan secara berkelanjutan.

"Membangun fisik itu gampang, membangun orang gampang, tapi membangun bisnis model itu nggak gampang," ujar Dony, mengutip dari akun Instagram resmi BP BUMN, dikutip Selasa (27/10/2026).


Dony menekankan bahwa pembangunan KDKMP tidak cukup hanya dengan menyiapkan bangunan dan sumber daya manusia. Koperasi perlu memiliki model bisnis yang tepat agar mampu menjalankan kegiatan usaha secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pembentukan pusat distribusi atau distribution center sebagai simpul penyaluran kebutuhan pokok. Melalui sistem ini, pengiriman barang dapat dilakukan berdasarkan pesanan (purchase order/PO), sementara pembiayaan ditempatkan pada level pusat distribusi untuk mendukung kelancaran operasional.

"Harus ada distribution center-nya, kita drop-nya di situ berdasarkan PO. Nanti financing-nya itu ada di level distribution center itu," ujar Dony.

Model bisnis KDKMP dirancang untuk menjalankan tiga fungsi utama, yakni menyediakan kebutuhan barang masyarakat, mempermudah akses pembiayaan, serta menyerap hasil produksi masyarakat melalui fungsi offtake. Untuk mendukung fungsi tersebut, diperlukan infrastruktur logistik, termasuk gudang dan armada angkutan, yang terintegrasi dengan sistem distribusi.

Melalui sinergi BP BUMN, Danantara, dan Kementerian Koperasi, pengembangan KDKMP diharapkan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penerapan model bisnis yang tepat, terukur, dan berkelanjutan. Dengan demikian, koperasi desa dapat menjadi bagian penting dari rantai pasok kebutuhan pokok sekaligus memperluas akses pasar bagi produk masyarakat desa.

(rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Bansos Mulai Disalurkan Lewat Kopdes, Mensos: Tak Ada Potongan


Most Popular
Features