Lunasi Pinjaman, KAI Mau Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp1,1 Triliun

Annisa S Rini, CNBC Indonesia
Selasa, 27/10/2026 15:53 WIB
Foto: Lokomotif CC 205 milik PT KAI. (Dok. KAI)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT. Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengumumkan rencana penerbitan obligasi dan suku ijarah senilai total Rp1,1 triliun. Dana yang diperoleh nantinya akan digunakan untuk melunasi pinjaman talangan (bridging loan).

Melansir prospektus yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (27/10/2026), KAI bakal menerbitkan dan menawarkan Obligasi Berkelanjutan III Kereta Api Indonesia Tahap I Tahun 2026 dengan jumlah pokok obligasi sebanyak-banyaknya Rp800 miliar. Obligasi ini merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan III Kereta Api Indonesia dengan target dana yang dihimpun senilai total Rp4,1 triliun.

Selain itu, perusahaan pelat merah ini juga bakal merilis Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Kereta Api Indonesia Tahap I Tahun 2026 dengan sisa imbalan ijarah sebanyak-banyaknya Rp300 miliar. Sukuk ini merupakan bagian dari Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Kereta Api Indonesia dengan sisa imbalan ijarah Rp1,4 triliun.


Obligasi dan sukuk ijarah KAI tersebut terbagi masing-masing menjadi empat seri, yaitu Seri A, Seri B, Seri C, dan Seri D. Namun, hingga saat ini belum ditentukan masing-masing besaran dari tiap seri. Untuk obligasi, KAI menawarkan tingkat bunga tetap dari 6,60% hingga 7,90%.

Sementara, untuk sukuk ijarah ditawarkan dengan jumlah sisa imbalan ijarah mulai dari Rp66 juta hingga Rp79 juta per Rp1 miliar. Berdasarkan indikasi jadwal, masa penawaran awal obligasi dan sukuk KAI yaitu 28 Oktober 2026 hingga 25 November 2026 dengan tanggal efektif 15 Desember 2026. KAI menyampaikan bahwa penerbitan obligasi dan sukuk ini belum mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Adapun, seluruh dana yang diperoleh dari obligasi dan sukuk ijarah ini rencananya akan digunakan untuk melunasi pinjaman talangan (bridging loan) yang akan ditarik oleh KAI dari kreditur, yang akan ditetapkan kemudian.

Dana pinjaman tersebut digunakan untuk pembayaran utang pokok Obligasi II Kereta Api Indonesia Tahun 2019 Seri B yang akan jatuh tempo pada 13 Desember 2026. Nilai pinjaman yang akan ditarik senilai Rp800 miliar dan Rp300 miliar.

"Apabila dana hasil penawaran umum tidak mencukupi, maka Perseroan akan menggunakan dana yang berasal dari kas internal yang dimiliki Perseroan atau melakukan pendanaan eksternal lainnya guna melaksanakan pembayaran sebagian fasilitas pinjaman dan rencana pengembangan sebagaimana disebutkan di atas," demikian penjelasan manajemen KAI dalam prospektus.

KAI menunjuk PT. Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) sebagai wali amanat penerbitan sukuk ijarah dan PT. Bank Mega Tbk (MEGA) sebagai wali amanat penerbitan obligasi.

Sementara, penjamin pelaksana emisi obligasi dan sukuk ijarah yaitu PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas. Untuk penjamin emisi obligasi dan suku ijarah akan ditentukan kemudian.



(eku/eku)
Saksikan video di bawah ini:

BI Perkirakan Nilai Transaksi Mata Uang Lokal Capai USD 55 M di 2026