FOTO

BNI Cetak Rekor Laba Operasional Rp27,5 Triliun di Kuartal III-2026

(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki), CNBC Indonesia
Selasa, 27/10/2026 11:05 WIB

Di tengah tekanan margin dan kebutuhan untuk menjaga kecukupan pencadangan, BNI tetap mampu mencatatkan pertumbuhan laba bersih.

1/6 Kiri-Kanan: Direktur Risk Management BNI David Pirzada, Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan, Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena dalam kegiatan pemaparan kinerja Q3 di Graha BNI, Jakarta, Selasa, (27/10/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Kiri-Kanan: Direktur Risk Management BNI David Pirzada, Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan, Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena dalam kegiatan pemaparan kinerja Q3 di Graha BNI, Jakarta, Selasa, (27/10/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

2/6 Kiri-Kanan: Direktur Risk Management BNI David Pirzada, Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan, Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena dalam kegiatan pemaparan kinerja Q3 di Graha BNI, Jakarta, Selasa, (27/10/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) membukukan laba operasional sebelum pencadangan atau pre-provision operating profit (PPOP) sebesar Rp27,5 triliun hingga kuartal III-2026. Capaian tersebut tumbuh 11,6% secara tahunan (year on year/YoY) sekaligus menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah BNI untuk periode kuartal III. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

3/6 Kiri-Kanan: Direktur Risk Management BNI David Pirzada, Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan, Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena dalam kegiatan pemaparan kinerja Q3 di Graha BNI, Jakarta, Selasa, (27/10/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) yang mencapai Rp33,2 triliun, naik 13,6% YoY. Sementara itu, pendapatan berbasis komisi atau fee-based income turut meningkat 8,3% YoY menjadi Rp13,9 triliun. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

4/6 Kiri-Kanan: Direktur Risk Management BNI David Pirzada, Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan, Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena dalam kegiatan pemaparan kinerja Q3 di Graha BNI, Jakarta, Selasa, (27/10/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Di tengah tekanan margin dan kebutuhan untuk menjaga kecukupan pencadangan, BNI tetap mampu mencatatkan pertumbuhan laba bersih. Hingga kuartal III-2026, laba bersih perseroan mencapai Rp16,1 triliun, meningkat 6,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

5/6 Kiri-Kanan: Direktur Risk Management BNI David Pirzada, Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan, Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena dalam kegiatan pemaparan kinerja Q3 di Graha BNI, Jakarta, Selasa, (27/10/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan bersama Direktur Risk Management BNI David Pirzada dan Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena menjadi bagian dari jajaran manajemen yang memimpin perseroan di tengah dinamika industri perbankan. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

6/6 Kiri-Kanan: Direktur Risk Management BNI David Pirzada, Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan, Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena dalam kegiatan pemaparan kinerja Q3 di Graha BNI, Jakarta, Selasa, (27/10/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Kinerja tersebut mencerminkan pertumbuhan pendapatan operasional BNI yang tetap positif di tengah tantangan pengelolaan margin dan risiko kredit. Perseroan membukukan kenaikan PPOP, NII, serta fee-based income, sekaligus mempertahankan pertumbuhan laba bersih hingga akhir kuartal III-2026. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)