IHSG Ditutup Anjlok 1,2%, Simak 5 Saham Pilihan Hari Ini

, CNBC Indonesia
Selasa, 27/10/2026 08:50 WIB
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 1,22% ke level 5.373,09 pada perdagangan Senin (26/10). 

Saham TPIA menguat 8,65%, BBNI naik 1,46%, dan TLKM bertambah 0,45% sebagai penopang indeks. Sebaliknya, BBCA melemah 1,69%, BYAN turun 3,49%, dan MORA terkoreksi 6,79%. 

Investor asing membukukan jual bersih sebesar Rp2,03 triliun di pasar reguler dan Rp1,85 triliun di seluruh pasar. Seluruh 11 sektor berakhir di zona merah, dengan sektor infrastruktur mencatat penurunan terdalam sebesar 2,47%.


Berbeda dengan pasar domestik, bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat. Dow Jones naik 0,28% ke level 52.361, S&P 500 bertambah 0,70% ke level 7.676, dan Nasdaq menguat 0,83% ke level 26.169. 

Di dalam negeri, sentimen pasar turut dipengaruhi percepatan reformasi OJK sebagai respons atas evaluasi MSCI serta rencana penghapusan 82 saham HSC dari perhitungan IHSG mulai 2 November, yang berpotensi menekan indeks dalam jangka pendek. 

Sementara itu, ETF EIDO melemah 0,75% dan MSCI Indonesia turun 0,42%.

Dari sisi emiten, Mitrabahtera Segara Sejati (MBSS) memperoleh kontrak jasa pengangkutan batu bara senilai Rp6 triliun dari Global Energi Lestari (GEL Group) untuk periode lima tahun. 

Kontrak tersebut mencakup volume pengangkutan sebesar 30 juta ton atau rata-rata 6 juta ton per tahun, dengan potensi pendapatan rata-rata mencapai Rp1,2 triliun per tahun. Pengangkutan ditujukan untuk pasar domestik dan ekspor, dengan wilayah muat antara lain Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.

Untuk memenuhi kebutuhan operasional, MBSS akan mengerahkan armada tug and barge serta kapal berkelas Handymax hingga Supramax, didukung layanan transshipment menggunakan floating crane. 

Kepastian volume melalui kontrak jangka panjang ini menjadi dasar bagi perseroan untuk meningkatkan utilisasi armada dan menjalankan ekspansi armada secara bertahap pada 2027.

Selanjutnya, emiten Barito Renewables Energy (BREN) tengah meningkatkan kapasitas terpasang panas bumi menjadi 935,55 MW setelah menyelesaikan proyek retrofit PLTP Darajat Unit 3 di Garut, Jawa Barat, melalui anak usahanya, Star Energy Geothermal Darajat II. Proyek ini menambah kapasitas Unit 3 sebesar 8,55 MW menjadi 130,55 MW, sehingga total kapasitas kompleks PLTP Darajat mencapai 280,55 MW.

Peningkatan tersebut membawa BREN semakin dekat dengan target kapasitas panas bumi sebesar 1 GW pada akhir 2026. Perseroan juga terus mengoptimalkan aset yang sudah beroperasi guna meningkatkan efisiensi dan keandalan pembangkitan listrik bersih.

Selain itu, BREN bersama Mitsubishi Power Indonesia tengah menjajaki kerja sama teknis untuk meningkatkan kinerja turbin serta keandalan dan ketersediaan PLTP Darajat Unit 2 dan Unit 3.

Di sisi lain, Bumi Resources (BUMI) mengumumkan penyelesaian akuisisi Mount Margaret Mining Pty Ltd, perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Australia, pada 23 Oktober 2026. 

Transaksi dilakukan melalui anak usaha yang dimiliki sepenuhnya oleh perseroan, Bumi Resources Australia Pty Ltd (BRA), dengan mengambil alih dua lembar saham yang mewakili seluruh saham yang telah diterbitkan Mount Margaret.

Nilai transaksi tersebut mencapai US$22,01 juta. Dengan rampungnya akuisisi ini, BUMI secara tidak langsung menguasai 100% saham Mount Margaret Mining.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. 


(ayh/ayh)