BEI Pelototi Saham PNSE dan DKHH Usai Harga Naik-Turun Drastis
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat pola pergerakan Unusual Market Activity (UMA) atas PT Pudjiadi & Sons Tbk. (PNSE) dan PT Cipta Sarana Medika Tbk. (DKHH) mulai Kamis, (22/10/2026). Emiten tersebut dipantau karena terjadi kenaikan harga saham yang tidak wajar.
Mengutip keterbukaan informasi BEI, saham tersebut bergerak di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi investor, khususnya pemegang saham kedua emiten tersebut.
"Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," tulis manajemen BEI, dikutip dari laman resminya.
"Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham PNSE tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," tulisnya.
Mengutip data pasar, saham PNSE bergerak turun 6,43% ke angka Rp655 per saham pada pembukaan perdagangan hari ini. Di sisi lain, saham emiten perhotelan ini naik 34.22% selama satu bulan. Sementara dalam year to date turun 10.88%.
Dengan pengumuman ini, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja emiten dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action emiten apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.
Sama halnya dengan PNSE, BEI juga memberi perhatian khusus bagi saham DKHH karena adanya volatilitas transaksi yang dianggap tak wajar.
Selama perdagangan hari ini, saham DKHH naik 3,73% di di level Rp139. Adapun saham kesehatan ini terpantau naik 101.45% dalam periode bulanan, dan telah naik 73.75% selama year to date (YTD).
(ayh/ayh)