MARKET DATA

Akhiri Sesi I, IHSG Menguat 1,7%

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
22 October 2026 12:07
Ilustrasi Bursa, Pergerakan Layar IHSG di Gedung BEI Bursa Efek Indonesia  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Ilustrasi Bursa, Pergerakan Layar IHSG di Gedung BEI Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi I di zona hijau. IHSG parkir di level 5.419,00, naik 90,64 poin atau 1,7%.

Pergerakan indeks sepanjang pagi ini diwarnai rebound yang cukup tajam. IHSG dibuka pada level 5.247, bahkan sempat tertekan hingga anjlok 2% dan mencapaititik terendah harian di 5.185,53.

Namun, tekanan tersebut tidak bertahan lama. Indeks berbalik arah dan naik bertahap sehingga melewati level 5.300 sebelum pukul 09.30 WIB.

Memasuki pukul 10.00 WIB, IHSG sudah bergerak di kisaran 5.400. Sepanjang sesi, indeks sempat berfluktuasi dan terkoreksi ringan menjelang pukul 11.00 WIB. Meski demikian, IHSG kembali menguat dan mencapai level tertinggi harian di 5.422,59.

Aktivitas perdagangan juga terpantau semakin ramai, volume transaksi tercatat 214,14 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp8.958,87 miliar.


Pada perdagangan Kamis ini, pelaku pasar akan mencermati sejumlah perkembangan penting dari dalam dan luar negeri. Mulai dari keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuannya, disertai sejumlah kebijakan baru untuk mendorong penyaluran kredit perbankan.

Selain itu, pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna, termasuk responsnya terhadap ancaman penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI, turut menjadi perhatian investor.

Sementara dari eksternal, inflasi Inggris yang kembali meningkat dan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Prancis menjadi sentimen yang perlu dicermati.

Presiden Prabowo Subianto buka suara mengenai pernyataan lembaga penyedia indeks global MSCI yang membuka kemungkinan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Prabowo menilai pernyataan MSCI sebagai bentuk tekanan yang bertujuan menakut-nakuti pelaku pasar Indonesia.

"Kita masih banyak gangguan, masih banyak kita terus dihadang ada apa itu, macem-macem lah ada MSCI macem-macem dia mau takut-takutin kita," ujar Prabowo, dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu (21/10/2026).

Sebagai pengingat, MSCI tengah mengkaji kemungkinan perubahan klasifikasi Indonesia dari pasar berkembang atau Emerging Market menjadi Standalone Market. Rencana tersebut masih berada dalam tahap konsultasi dengan pelaku pasar hingga April 2027, dengan keputusan akhir dijadwalkan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.

Meski pasar saham mengalami tekanan cukup besar, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak akan gentar menghadapi berbagai tantangan tersebut.

Sementara itu, pelaku pasar masih akan mencermati perkembangan reformasi pasar modal yang sedang dijalankan otoritas Indonesia, terutama terkait transparansi kepemilikan saham dan penegakan aturan perdagangan. Langkah-langkah tersebut menjadi perhatian menjelang keputusan akhir MSCI pada Juni 2027.

(rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Breaking! IHSG Dibuka Anjlok 2%


Most Popular
Features