Entitas BlackRock Guyur Investasi Jumbo ke TBS (TOBA) S$555 Juta
Jakarta, CNBC Indonesia - PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), mengumumkan investasi strategis dari sejumlah dana dan akun kelolaan HPS Investment Partners, bagian dari BlackRock, ke bisnis pengelolaan limbah perseroan. Nilai investasi tersebut ditargetkan mencapai maksimal S$555 juta atau dolar Singapura melalui sejumlah tahapan.
Investasi tersebut dilakukan melalui SBTH Asia Holdings Pte. Ltd. (SBTH), perusahaan induk platform pengelolaan limbah TBS. Transaksi ini akan dilakukan melalui pengambilan saham preferen yang baru diterbitkan SBTH serta instrumen lainnya.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dana yang dihimpun dari investasi tahap awal maupun tahap lanjutan akan digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis pengelolaan limbah TBS di kawasan Asia.
Namun, transaksi tersebut masih bergantung pada persetujuan pemegang saham TBS melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer TBS Energi Utama, Dicky Yordan, mengatakan investasi tersebut menjadi tonggak penting dalam transformasi bisnis perseroan menuju pengembang infrastruktur berkelanjutan di Asia. Menurutnya, platform pengelolaan limbah TBS telah mencatatkan kemajuan signifikan dan kini menjadi salah satu penggerak utama bisnis perseroan.
"Dengan investasi modal sebanyak beberapa tahap dengan jumlah sebesar-besarnya S$555 juta ke SBTH, kami menyambut HPS sebagai mitra yang sangat bernilai dalam perjalanan pertumbuhan kami," ujarnya dikutip Kamis (22/10/2026).
Ia menegaskan, TBS akan tetap mempertahankan kendali atas bisnis pengelolaan limbahnya. Dengan dukungan modal dari HPS, perseroan berharap dapat mempercepat pertumbuhan bisnis, baik secara organik maupun melalui aksi anorganik.
Sebagai informasi, SBTH merupakan perusahaan induk dari sejumlah perusahaan operasional pengelolaan limbah milik TBS, yang mencakup bisnis di Singapura dan Indonesia.
Salah satunya adalah Cora Environment Pte. Ltd., yang menjalankan bisnis pengelolaan limbah, daur ulang, dan energi dari limbah di Singapura. Perusahaan tersebut melayani lebih dari 470.000 rumah tangga dan bisnis.
Selain itu, terdapat Asia Medical Enviro Services Pte. Ltd., salah satu perusahaan pengelolaan limbah medis terkemuka di Singapura.
Di Indonesia, TBS mengoperasikan PT Arah Environmental Indonesia yang bergerak di bidang pengelolaan limbah medis, industri, dan rumah tangga di 15 provinsi.
Secara kolektif, ketiga perusahaan operasional tersebut mengumpulkan sekitar 760.000 ton limbah selama enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026.
Meski demikian, realisasi investasi tersebut masih menunggu persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB.
"Transaksi ini bergantung pada persetujuan pemegang saham TBS melalui RUPSLB," tutup manajemen.