BI: Defisit Transaksi Berjalan 2026 Diperkirakan 1,6-2,4%

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Rabu, 21/10/2026 14:15 WIB
Foto: Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti saat menyampaikan Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Oktober 2026 Cakupan Triwulanan dan Tahunan di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (21/10/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia-Bank Indonesia (BI) memperkirakan defisit transaksi berjalan atau current account deficit bergerak pada level 1,6-2,4% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Ke depan ketahanan eksternal tetap kuat dengan perkiraan transaksi berjalan defisit 2,4% hingga 1,6% pada 2026," kata Gubernur BI Destry Damayanti dalam konferensi pers, Rabu (21/10/2026)


Diketahui, pada triwulan II 2026 tercatat sebesar 12,5 miliar dolar AS (3,3% dari PDB), melebar dibandingkan dengan defisit pada triwulan sebelumnya sebesar 3,6 miliar dolar AS (1,0% dari PDB). Ini juga merupakan terburuk sepanjang sejarah.

Sementara itu Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) masih perlu diperkuat. Pada kuartal II-2026 mencatat defisit 0,9 miliar dolar AS, jauh lebih kecil dibandingkan dengan defisit pada triwulan I 2026 sebesar 9,1 miliar dolar AS.

"Kinerja NPI masih perlu diperkuat guna meningkatkan ketahanan eksternal," jelasnya.


(ras/mij)
Saksikan video di bawah ini:

Video: BI Buka Suara Soal Efek Isu Global ke Pelemahan Rupiah