Aksi Borong Besar-Besaran Saham BUMN
Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kompak ditutup melesat pada perdagangan Selasa (20/10/2026). Tak satu pun saham pelat merah yang aktif diperdagangkan berakhir di zona merah, di tengah rebound tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Mengacu data Stockbit pada penutupan perdagangan, sebanyak 20 saham BUMN dan anak usahanya kompak menguat, sementara enam saham lainnya masih berstatus suspensi sehingga tidak diperdagangkan.
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) memimpin penguatan dengan lonjakan 19,28% ke level Rp990 per saham. Menyusul di belakangnya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) terbang 16,38% ke Rp2.060 dengan nilai transaksi mencapai Rp1,29 triliun, serta PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) yang naik 11,86% ke Rp66.
Saham BUMN tambang dan energi juga tak kalah kencang. PT Timah Tbk (TINS) melesat 10,65% ke Rp3.740, PT Elnusa Tbk (ELSA) naik 10,53% ke Rp630, dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat 10,48% ke Rp2.740. Saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) turut terbang 10% ke Rp44.
Dari sektor perbankan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melonjak 9,84% ke Rp2.790, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menguat 9,82% ke Rp3.690, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) terapresiasi 8,78% ke Rp3.220. BBRI menjadi saham BUMN paling ramai ditransaksikan dengan nilai Rp1,87 triliun dan frekuensi 116.590 kali.
Adapun PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) naik 5,88% ke Rp900, bertepatan dengan pernyataan manajemen yang tengah mengkaji opsi pembelian kembali saham (buyback). Sementara PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menguat 3,43% ke Rp1.055.
Secara total, nilai transaksi 20 saham BUMN tersebut mencapai sekitar Rp6,34 triliun, dengan BBRI, BMRI, dan TLKM menyumbang hampir Rp4,6 triliun di antaranya.
Berikut pergerakan saham BUMN pada penutupan perdagangan hari ini:
- Pertamina Geothermal Energy (PGEO) naik 19,28% ke Rp990
- Telkom Indonesia (TLKM) naik 16,38% ke Rp2.060
- Wijaya Karya Beton (WTON) naik 11,86% ke Rp66
- Timah (TINS) naik 10,65% ke Rp3.740
- Elnusa (ELSA) naik 10,53% ke Rp630
- Aneka Tambang (ANTM) naik 10,48% ke Rp2.740
- Garuda Indonesia (GIAA) naik 10,00% ke Rp44
- Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik 9,84% ke Rp2.790
- Bank Mandiri (BMRI) naik 9,82% ke Rp3.690
- Bank Negara Indonesia (BBNI) naik 8,78% ke Rp3.220
- Semen Baturaja (SMBR) naik 8,55% ke Rp127
- Semen Indonesia (SMGR) naik 7,78% ke Rp1.385
- Krakatau Steel (KRAS) naik 7,51% ke Rp186
- PP Properti (PPRO) naik 7,14% ke Rp15
- Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik 6,97% ke Rp1.305
- Jasa Marga (JSMR) naik 6,80% ke Rp2.200
- Bukit Asam (PTBA) naik 6,27% ke Rp3.050
- Bank Tabungan Negara (BBTN) naik 5,88% ke Rp900
- Kimia Farma (KAEF) naik 4,14% ke Rp352
- Bank Syariah Indonesia (BRIS) naik 3,43% ke Rp1.055
Sementara itu, saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT Indofarma Tbk (INAF), PT PP (Persero) Tbk (PTPP), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) masih dalam status suspensi.
Penguatan saham BUMN sejalan dengan IHSG yang meroket. IHSG hari ini ditutup melesat 5,65% ke level 5.278,89, naik 282 poin dengan nilai transaksi sekitar Rp26,51 triliun. Kenaikan indeks dimotori sektor infrastruktur yang melonjak 8,8%, disusul sektor keuangan 6,4% dan material dasar 4,6%.
Salah satu katalis utama datang dari Danantara. Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria menegaskan kesiapan untuk menambah kepemilikan di saham-saham BUMN berfundamental kuat, yang memberi keyakinan pasar akan adanya pembeli besar ketika harga saham pelat merah terdiskon dalam.
Senada, CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani menilai kinerja perusahaan di bawah naungan Danantara sangat solid, sementara valuasi sahamnya kini sudah sangat murah. Ia menyebut, sebagai investor, Danantara "justru melihat ini adalah opportunity untuk kita investasi jangka panjang."
Rosan mencontohkan sektor perbankan, di mana rasio PBV saham bank rata-rata sudah di bawah satu kali, padahal kondisi perbankan nasional sehat dan dividennya menarik. Danantara pun berencana masuk ke pasar saham secara bertahap.
Rebound pasar hari ini terjadi setelah tekanan hebat beberapa hari terakhir. MSCI pekan lalu membuka peluang turunnya status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Kekhawatiran tersebut membuat IHSG ambles 11,57% pada Jumat (16/10/2026) dan kembali turun 3,64% ke 4.996,61 pada Senin.
Dari sisi regulator, BEI mengumumkan dua inisiatif baru, yakni melengkapi publikasi kepemilikan saham di atas 1% dengan informasi hubungan afiliasi, serta mengeluarkan saham berstatus High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG. Presiden Prabowo Subianto juga meminta OJK bertindak tegas terhadap pelanggar di pasar modal, khususnya praktik coordinated trading.
Meski demikian, pelaku pasar masih perlu mencermati keberlanjutan penguatan ini. Konsultasi reklasifikasi MSCI masih berlangsung hingga April 2027, dengan keputusan akhir paling lambat diumumkan pada 30 Juni 2027.
(fsd/fsd)