Ramai Jual Dolar Singapura Saat Rupiah Lesu, Untung Berkali Lipat
Jakarta, CNBC Indonesia - Tempat penukaran uang (money changer) di kawasan Jakarta Pusat melaporkan mata uang dolar Singapura ramai dijual saat rupiah berada dalam tren pelemahan. Salah satu tempat penukaran uang yang berada di Kwitang, Jakarta Pusat bernama PT Daffa Indo Valuta, melaporkan banyak masyarakat yang menjual dolar Singapura dan menukarnya dengan rupiah.
Supervisor PT Daffa Indo Valuta Aris Permana mengatakan saat ini justru lebih banyak masyarakat yang menjual dolar Singapura dibandingkan dengan dolar Amerika Serikat. Menurutnya, hal ini terjadi karena kurs yang mengalami kenaikan signifikan adalah dolar Singapura. Hari ini, kurs jual dolar Singapura adalah Rp16.180 dan kurs belinya Rp15.950.
"Jadi untuk saat ini banyak yang jual itu mata uang Singapura. Dolar Amerika Serikat juga ada yang jual. Namun tidak sebanyak Singapura karena sebetulnya yang signifikan naik itu bukan Amerika dolar, melainkan Singapura," ujar Aris saat berbincang dengan CNBC Indonesia, Senin (19/10/2026).
Hari ini, ada masyarakat yang menjual 20.000 dolar Singapura ke PT Daffa Indo Valuta. Dengan asumsi kurs beli Rp15.950, maka dia mendapatkan Rp319 juta. Kendati demikian, dia tidak menjelaskan mengenai berapa persen kenaikan kurs tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Di sisi lain, sejumlah masyarakat juga tampak memadati tempat penukaran uang (money changer) di Valuta Inti Prima (VIP) Money Changer di Menteng.
Tak sedikit juga masyarakat yang menjual mata uang asing lain di tengah pelemahan rupiah.
Misalnya, Zulkarnaen (35) yang memilih untuk menjual dolar Brunei dan menukar ke rupiah dengan kurs Rp14.030. Dia mengaku memanfaatkan momentum kenaikan kurs beli dolar Brunei yang biasanya hanya berada pada level Rp13.000. Dalam kesempatan itu, dia menukar 5.000 dolar Brunei ke rupiah.
Dengan kurs Rp14.030, Zulkarnaen mendapatkan Rp70,15 juta usai menjual 5.000 dolar Brunei miliknya. Padahal, bila menggunakan kurs Rp13.000, dia hanya mendapatkan Rp65 juta.
"Lebih ke mumpung kursnya lagi naik. Biasanya kan sekitar Rp13.000 sekian, nah sekarang Rp14.000 jadi ya sudahlah," ujar Zulkarnaen.
Zulkarnaen menilai saat ini rupiah memang tengah mengalami pelemahan dibandingkan dengan mata uang lainnya. Namun, dampak positifnya, dia bisa mendapatkan uang untuk ditabung dari selisih kurs tersebut.
Di tempat yang sama, pegawai bernama Rina juga justru melakukan penukaran uang dari rupiah ke Saudi Riyal. Dia dikenakan kurs Rp4.800 untuk menukar 3.000 Saudi Riyal. Namun, dia mengatakan penukaran uang tidak dilakukan karena fluktuasi nilai tukar. Menurutnya, penukaran dilakukan karena mau melaksanakan ibadah ke Arab Saudi.
"3.000 Saudi Riyal, mau ke luar negeri, untuk ibadah," ujar Rina.
(mij/mij)