Pengendali ARKO Borong Saham di Harga Rp2.148, Ada Apa?
Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur sekaligus pengendali dan komisaris PT Arkora Hydro (ARKO), Aldo Henry Artoko dan Arya Pradana Setiadharma, membeli total 549 ribu saham ARKO dengan harga rata-rata Rp2.148 per saham, sehingga total transaksi mencapai Rp1,2 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti dikutip Senin (19/10/2026), transaksi dilakukan pada 13 - 16 Oktober 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikan Aldo Henry Artoko menjadi 0,19%, sedangkan Arya Pradana Setiadharma menjadi 0,07%.
Sebelumnya, emiten energi terbarukan ini juga resmi mengakuisisi 99,9 persen saham milik PT Endorshine Energy Solutions (Endorshine), perusahaan pemilik sekaligus pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang berlokasi di Batam dan Bintan, Kepulauan Riau.
Berdasarkan surat dari Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor AHU -AH.01.09 -0393673 yang baru diterima oleh perseroan pada 24 Agustus 2026, Endorshine efektif beroperasi di bawah PT Arkora Tenaga Matahari (ATM), anak usaha ARKO yang secara khusus dibentuk sebagai kendaraan akuisisi perseroan untuk memperluas portofolio ke sektor energi surya.
"Langkah diversifikasi ini merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk memperkuat kontribusi terhadap pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia," ujar Presiden Direktur ARKO Aldo Artoko dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).
Dia mengatakan, saham Endorshine dibeli dari pemegang saham sebelumnya, Yang Solar Solutions Pte Ltd dengan seluruh syarat pendahuluan (conditions precedent) yang telah terpenuhi, sehingga tran saksi ini sudah selesai tanpa proses tambahan lebih lanjut.
Dengan demikian, perseroan secara resmi memiliki proyek PLTS untuk pertama kalinya. Melalui akuisisi ini, perseroan mengoperasikan dua PLTS dengan total kapasitas 21,3 MWp, terdiri dari fasilitas di Bintan berkapasitas 10,27 MWp dan di Batam berkapasitas 11,05 MWp.
(ayh/ayh) [Gambas:Video CNBC]