Ada yang Borong 1,35 Miliar Saham Bank Ganesha (BGTG) di Harga Rp125
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemegang saham PT Bank Ganesha Tbk (BGTG), Prima Tunas Investama membeli 1,38 miliar (5,75%) saham BGTG dengan harga Rp125 per saham, sehingga total transaksi mencapai Rp172 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti dikutip Senin (19/10/2026), transaksi dilakukan pada 7 - 8 September 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di BGTG menjadi 9,04%.
Di sisi lain, belum lama ini BGTG buka suara mengenai imbauan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada bank kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) I alias untuk naik kelas. Seperti diketahui, KBMI adalah kategori bagi bank yang bermodal inti Rp3 triliun hingga Rp6 triliun, dan Bank Ganesha merupakan salah satunya.
Komisaris Bank Ganesha, Lisawati enggan untuk berbicara banyak mengenai hal itu, namun menyatakan pihaknya pasti memenuhi ketentuan regulator. Ia menyerahkan rencana realisasi untuk naik kelas itu kepada direktur utama atau CEO bank itu.
"Pokoknya kita ngikutin ketentuan OJK," kata Lisawati singkat saat ditemui di Perbanas Institute, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, tidak ada target kapan Bank Ganesha dapat naik kelas ke KBMI II. Lisawati kembali menekankan bahwa pihaknya pasti akan memenuhi ketentuan regulator.
"Jelas lah, pasti. Ketentuannya pasti diikutin. Tapi yang jawab baru CEO-nya. Jangan saya," tutur Lisawati sambil tertawa.
Adapun, berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2026, modal inti Bank Ganesha tercatat sebesar Rp3,64 triliun.
Sementara itu, Bank Ganesha baru-baru ini telah melakukan perombakan pengurus. Antara lain, mengangkat Trisna Chandra dan Shirley sebagai direktur, serta Faisal Dharma Setiawan selaku komisaris independen Bank Ganesha.
Hal ini ditetapkan dalam pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa (26/5/2026) lalu.
Rapat tersebut juga menetapkan absen dalam pembagian dividen tahun ini serta perombakan pengurus. Dalam rapat tersebut, para pemegang saham memutuskan laba bersih yang diperoleh Bank Ganesha pada tahun buku 2025 sebesar Rp227,09 miliar, akan dipakai sebesar Rp1 miliar untuk dana cadangan wajib/umum. Sisanya disimpan sebagai laba ditahan untuk memperkuat pemodalan perseroan.
(ayh/ayh)