Kisah Raja Rokok Indonesia, Ganti Nama Produk usai Mimpi
Tim Redaksi,
CNBC Indonesia
18 October 2026 21:30
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemilihan nama rokok Bentoel ternyata lahir dari sebuah mimpi pendirinya Ong Hok Liong. Berkat mimpi, merek tersebut menjadi sukses dan sangat terkenal di tanah air.
Ong yang lahir di Bojonegoro, mendirikan sebuah pabrik rokok di Malang bersama Tjoa Sioe Bian pada 1930-an. Awalnya pabrik itu diberi nama Strootjes-Fabriek Ong Hok Liong
"Awalnya, perusahaan ini bernama Strootjes-Fabriek Ong Hok Liong. Kemudian nama itu diubah menjadi Hien An Kongsie," tulis Rudy Badil dalam Kretek Jawa: Gaya Hidup Lintas Budaya (2011:107). Pabrik itu mulanya memproduksi rokok tjap Burung, tjap Klabang, dan Djeroek Manis.
Suatu saat dia tertidur di dekat makam dan bermimpi melihat ubi talas saat berziarah. Dia menanyakan arti mimpi itu pada juru makam, dan mengatakan mendapatkan petunjuk untuk mengganti nama pabriknya dari Mbah Djunggo.
Dari sana, nama pabriknya diganti berdasarkan bahasa Jawa untuk ubi talas yakni bentul. Penulisannya mengikuti era sebelum ada Ejaan Yang Disempurnakan (1973).
Dari sana, Bentoel berubah menjadi perusahaan yang sukses. Salah satunya bisa memperkerjakan hingga 3.000 orang karyawan sebelum 1960-an.
"Ketika dia (Ong Hok Liong) meninggal pada tahun 1967 dia adalah seorang multi jutawan dan Bentoel telah tumbuh menjadi rokok pribumi terbesar kedua di Indonesia," tulis George Quinn dalam Bandit Saints of Java (2019).
Namun jalan Bentoel juga sempat terseok. Bentoel tidak mampu membayar pinjaman pada BRI dan Bank Bumi Daya sneilai US$170 juta, bahkan bertambah menjadi US$350 juta karena berhutang dengan kreditor asing.
Akhirnya 70% saham keluarga Ong Hok Liong dijual, yang ternyata banyak peminat. Peter Sondakh dan Rajawali Wira Bhakti Utama berhasil mendapatkannya, sementara Hutomo Mandala Putra gagal.
Berlanjut pada 1997, aset Bentoel diberikan kepada perusahaan baru bernama PT Bentoel Prima serta PT Perusahana Rokok Tjap Bentoel dibubarkan.
Masuk ke tahun 2000, Bentoel Prima diganti menjadi PT Bentoel Internasional Investama Tbk. British American Tobacco yang kini menjadi pemegang saham untuk 92,48% dan sisanya dipegang masyarakat. (hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]