BP BUMN Mau Kembangkan 12 Kota Masa Depan, Ini Penjelasan Dony Oskaria

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Jumat, 16/10/2026 18:44 WIB
Foto: COO Danantara Dony Oskaria menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Sabtu (23/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - BP BUMN dan Danantara akan mengembangkan 12 Kota Masa Depan Indonesia dengan konsep smart city yang memanfaatkan aset BUMN sebagai fondasi pembangunan. Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria mengatakan, pengembangan ini diarahkan untuk menghadirkan kawasan perkotaan terintegrasi yang tidak hanya didukung infrastruktur modern, tetapi juga menyediakan hunian terjangkau bagi masyarakat menengah ke bawah.

Menurutnya, pembangunan kota masa depan perlu menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih luas, termasuk akses terhadap perumahan dan fasilitas publik yang memadai. Hal tersebut telah dibahas secara internal di gedung Wisma Danantara.

"12 smart city yang dibentuk di berbagai kota, skalanya enggak sebesar ribuan-ribuan hektare. Jadi ada sekolahnya, ada rumah sakitnya, itu yang penting ya. Kemudian juga kita menjadikan rumah murah buat kelas menengah ke bawah," ujar Dony, mengutip dari akun Instagram resmi BP BUMN, Jumat (16/10/2026).


Dony menjelaskan, pengembangan tahap berikutnya akan memanfaatkan sejumlah aset BUMN, antara lain aset PTPN di Walini, Padalarang, kawasan Batang, serta lahan di Deli Serdang, Medan. Aset-aset tersebut akan dikonsolidasikan sebagai bagian dari upaya mempercepat pengembangan kawasan kota masa depan.

Untuk mempercepat pelaksanaannya, Dony mendorong agar pembentukan badan usaha dan proses pengalihan aset segera dilakukan sehingga pengembangan dapat segera berjalan.

"Saya mau hari ini sudah bikin PT. Minggu depan sudah inbreng tanahnya, PT-nya sudah punya aset yang dari PTPN ke situ," ujar Dony.

Pengembangan 12 kota masa depan ini dirancang dengan mengintegrasikan hunian, fasilitas pendidikan, rumah sakit, dan infrastruktur perkotaan lainnya. Konsep transit-oriented development (TOD) juga menjadi bagian dari perencanaan untuk mendukung konektivitas kawasan dan menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih hidup.

Salah satu rencana pengembangan di Padalarang mencakup penyediaan sekitar 200 ribu hingga 250 ribu unit hunian. Perumahan tersebut direncanakan menggunakan skema yang terjangkau, dengan dukungan infrastruktur dan pengembangan TOD.

Melalui pengembangan ini, BP BUMN dan Danantara mendorong pemanfaatan aset negara menjadi kawasan produktif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kota masa depan diharapkan tidak hanya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, tetapi juga menghadirkan akses hunian layak dan fasilitas publik yang lebih merata, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah.



(rob/rob)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bisnis Mie Instan Hijau di Tengah Tekanan Konsumsi & Daya Beli